Pengaruh Haul Abah Guru Sekumpul Serta Keteladanannya Bagi Masyarakat Kalimantan Selatan

Triogi Wulandari(1), Riennana Riennana(2), Noval Siswanto(3), Ahmad Saefulloh(4),


(1) Universitas Palangka Raya
(2) Universitas Palangka Raya
(3) Universitas Palangka Raya
(4) Universitas Palangka Raya
Corresponding Author

Abstract


Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai pengaruh kegiatan haul abah guru sekumpul serta keteladanannya bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Abah guru sekumpul adalah seorang ulama besar yang dikenal hebat dan karismatik, yang bernama Muhammad Zaini bin Abdul Ghani yang lahir pada tanggal 27 Muharram 1361H/11/2/1942 M di Kampung Keraton, Martapura, Kabupaten Banjar. Selain dikenal sebagai guru sekumpul, masyarakat menyebutnya guru ijai, guru abah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui biografi Abah guru sekumpul, proses pelaksanaan kegiatan haul abah guru sekumpul, pengaruh kegiatan haul guru sekumpul bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan hari pertama dilakukan setelah sholat Isya di kubah atau area tempat Abah Guru Sekumpul dimakamkan. Sementara itu, di hari kedua diselenggarakan acara terpenting di Masjid Ar-Raudhah Sekumpul Martapura. Sejak hari pertama pelaksanaan haul hingga acara puncak, jemaah berduyun-duyun ke tempat yang jaraknya bahkan puluhan kilometer dari pusat kegiatan haul. Puncak acara dimulai dengan pembacaan Maulid Al-Habsy, dilanjutkan dengan upacara peringatan nasyid dan terakhir pembacaan doa. Acara tersebut dipimpin oleh dua putra abah guru Sekumpul, Haji Ahmad Hafi Badali dan Haji Muhammad Amin Badali, yang didampingi para imam dan habib. Setelah itu, seluruh masyarakat kembali ke tempat semula. Berdasarkan hasil penelitian kegiatan haul sekumpul memiliki pengaruh dan makna yang mendalam bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. Terutama dalam memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan. Masyarakat yang berdatangan dari berbagai daerah yang ada di Kalimantan Selatan untuk mengahadiri acara haul sekumpul, yang tentunya semakin mempererat rasa persatuan masyarakat, dan saling membantu terutama dalam membuat posko di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Masyarakat bergotong royong membangun posko dan menyediakan tempat istirahat dan makan gratis. Selain menggerakkan roda perekonomian daerah, kohesi sosial juga meningkat. Nilai persatuan dan kesatuan semakin menguat, gotong royong tumbuh dan berkembang kembali bagi masyarakat Kalimantan Selatan khususnya di Martapura. tentunya, semua ini mempengaruhi stabilitas sosial dan keadaan masyarakat yang lebih damai. Lokasi penelitian ini di lakukan di Martapura, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan interview (wawancara), observasi, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti yaitu pada kegiatan haul abah guru sekumpul di martapura, ada dapur yang berjumlah kurang lebih 100 untuk dijadikan dapur umum dalam pelaksanaan kegiatan haul, Makanan dan minuman gratis untuk para jemaah yang datang dalam kegiatan haul, Lahan parkir dan penginapan gratis yang telah disediakan masyarakat yang dikelola oleh koordinator kegiatan, Relawan yang berjumlah ribuan dalam menjalankan tugas masing-masing seperti keamanan, juru masak, petugas sampah dan lain sebagainya, serta transportasi gratis seperti ojek dan taksi online, khususnya bagi penumpang yang akan mengikuti kegiatan haul. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa tidak ada kepanitiaan khusus pada kegiatan ini. Dan tidak ada undangan khusus untuk kegiatan ini, terlebih kegiatan ini bersifat umum dan siapa saja boleh mengikuti kegiatan haul ini. Jemaah dari kegiatan haul abah guru sekumpul ini tidak hanya diketahui dan diikuti oleh masyarakat Kalimantan saja, tetapi ada juga dari luar Kalimantan hingga luar negeri contohnya seperti Amerika, Timur Tengah, Malaysia, Singapura, Brunei darrusallam dan sebagainya.


Keywords


Pengaruh, Haul Abah Guru Sekumpul, Religi, Kebudayaan, Keteladanan; Banjarmasin

References


Amiqah, Motivasi Jemaah Mengikuti Haul Guru Sekumpul di Yogyakarta, Seminar Nasional Islam Moderat, UNWAHA Jombang, (2018).

Batur (2007), K.H Muhammad Zaini Abdul Ghani dan Peranannya Dalam Menggembangkan Agama Islam di Desa Jawa, Martapura Kalimantan Selatan 1990-2005, Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakartaa.

Dodi M. Gozali, Communication Measurement: Konsep dan Aplikasi Pengukuran Kinerja Public Relation, Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2005, h. 103.

Ersis Warmansyah Abbas, K.H Muhammad Zaini Abdul Ghani: Biografi Dakwah Berbasis Kearifan Lokal, (Mei 2015).

Keith Butterick, Pengantar Public Relation: Teori dan Praktik, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, Cet-2, 2013, h. 62.

Onong Uchjana Effendy, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Bandung: PT.Citra Aditya Bakti, 2000, cet. Ke-2, hal. 312-313.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 314 times
PDF Download : 167 times

DOI: 10.57235/jamparing.v1i2.1017

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Triogi Wulandari, Riennana Riennana, Noval Siswanto, Ahmad Saefulloh

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.