Menyongsong Generasi Milenial Bermoral: Dinamika Nasihat Perbaikan Moral Gurindam Dua Belas Pasal Keempat Mahakarya Sastra Melayu: Kajian Semantis

Authors

  • Sabrina Pramesuary Dwi Nanda Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Tia Maharani Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Shiwi Sulistyani Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Regita Amelia Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Yulisin Nazra Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nurul Aisyah Syahkila Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Rosmawaty Harahap Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/hemat.v1i2.2770

Keywords:

Milenial, Moral, Sematik, Gurindam, Sastra Melayu

Abstract

Jurnal ini meneliti dinamika nasihat perbaikan moral dalam Gurindam Dua Belas Pasal Keempat, sebuah maha karya sastra Melayu. Kajian ini berfokus pada bagaimana nasihat-nasihat tersebut disampaikan dan bagaimana relevansinya bagi generasi milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik untuk menganalisis makna dan konteks nasihat- nasihat tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa nasihat-nasihat dalam Gurindam Dua Belas Pasal Keempat masih relevan dengan nilai-nilai moral yang dibutuhkan generasi milenial. Nasihat-nasihat tersebut menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, kesabaran, dan tanggung jawab. Namun, dinamika zaman telah melahirkan tantangan-tantangan baru bagi generasi milenial dalam menerapkan nilai-nilai moral tersebut. Jurnal ini menawarkan beberapa saran untuk membantu generasi milenial dalam menghadapi tantangan- tantangan tersebut. Salah satu sarannya adalah dengan mengadaptasi nasihat-nasihat dalam Gurindam Dua Belas Pasal Keempat dengan konteks kehidupan modern. Jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika nasihat moral dalam sastra Melayu dan relevansinya bagi generasi milenial. Kajian ini juga menawarkan wawasan baru tentang bagaimana nilai-nilai moral tradisional dapat diadaptasi dengan konteks kehidupan modern.

References

Arosad, M. F., & Dewi, D. W. C. (2023). Analisis Unsur Intrinsik Puisi Tak Sepadan Karya Chairil Anwar. Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa, 1(5), 61-70.

Darwin, D., Anwar, M., & Munir, M. (2021). Paradigma strukturalisme bahasa: Fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jurnal Ilmiah Semantika, 2(02).

Hakim, L. (2023). Bahasa Sebagai Sistem Simbolik. Bahasa Dan Budaya, 35.

Irwandra. (2013). Relasi Tuhan-Manusia : Pendekatan Antropologi Metafisik Terhadap Gurindam Duabelas Karya Raja Ali Haji. Jurnal Pemikiran Islam: An-Nida, 38(1), 25–36

Nurliana. 2019. Nilai Teologi dalam Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji. El-Furqania, Vol. 5 No. 2, Agustus 2019. Page: 181-195

Salleh, M. H. (2020). Akal Budi Adikarya: Sulalat al-Salatin (Penerbit USM). Penerbit USM.

Sugiarto, Eko. (2015). Mengenal Sastra Lama. Yogyakarta: CV. Andi Offset

Warni, W., Suryani, I., Afria, R., & Wardhani, A. K. (2022, December). Analisis Struktural Gurindam 12: Kajian Filologi. In Prosiding Seminar Nasional Humaniora (Vol. 2, pp. 38-47).

Zulfadhli, M., Farokhah, L., & Abidin, Z. (2021). Analisis Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji Ditinjau dari Aspek Sintaksis. GERAM, 9(1), 1-8.

Downloads

Published

2024-07-31

How to Cite

Nanda, S. P. D., Maharani, T., Sulistyani, S., Amelia, R., Nazra, Y., Syahkila, N. A., & Harahap, R. (2024). Menyongsong Generasi Milenial Bermoral: Dinamika Nasihat Perbaikan Moral Gurindam Dua Belas Pasal Keempat Mahakarya Sastra Melayu: Kajian Semantis. Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation, 1(2), 634–641. https://doi.org/10.57235/hemat.v1i2.2770

Citation Check