Analisis Dalihan na Tolu Dalam Budaya Batak pada Konteks Pendekatan Sosiologi Sastra

Authors

  • Tina Arsita Siregar Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nadhifa Syalaisha Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Silva Silva Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Silfani Hulu Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Desclaudia Silaban Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ayu Wandira Br Sitepu Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Rani Citra Lestari Zai Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Rosmawaty Harahap Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/ijedr.v3i1.4599

Keywords:

Analisis sosiologi sastra, dalihan na tolu, budaya batak

Abstract

Dalihan na Tolu dalam budaya Batak pada konteks pendekatan sosiologi sastra menyoroti pentingnya sistem kekerabatan yang diwakili oleh tiga elemen: mora, kahanggi, dan anak boru. Konsep ini berfungsi sebagai filosofi hidup yang mengatur interaksi sosial dan nilai-nilai budaya, seperti saling menghormati dan menolong. Dalam karya sastra, Dalihan Na Tolu mencerminkan dinamika hubungan antar anggota masyarakat Batak, serta konflik yang muncul dari perbedaan nilai dan norma. Salah satu konflik yang kerap kali muncul dalam karya sastra yang berhubungan dengan budaya adalah sistem kekerabatan masyarakat. Inilah yang dipilih leluhur suku Batak sebagai falsafah hidup dalam tatanan kekerabatan antara sesama yang bersaudara, dengan mora dan anak boru. Penelitian ini mengungkap bagaimana Dalihan Na Tolu membentuk identitas sosial kekerabatn dan budaya masyarakat Batak. Makna yang terkandung dalam Dalihan na Tolu dalam sosiologi sastra mencerminkan struktur sosial dan nilai-nilai budaya masyarakat Batak.

References

Endaswara, Suwardi. (2003). Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kustyarini. 2014. Sastra dan Budaya. Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Vol. 16 No. 2.

Pane, Siti Maryam. (2019). Pengaruh Dalihan Na Tolu dalam Masyarakat. ESTUPRO, 4(1), 60-64

Published

2024-12-29

Citation Check