Usaha Tradisional Gula Merah (SAKA) Berbahan Baku Tebu di Nagari Matua Hilia Kecamatan Matur Kabupaten Agam

Authors

  • Gemilang Multani Universitas Riau, Indonesia
  • Teguh Widodo Universitas Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/ijedr.v3i1.4716

Keywords:

Usaha Tradisional Gula Merah

Abstract

Gula merah di Indonesia umumnya terbuat dari air aren, namun seiring berkurangnya pasokan air aren, para pengolah beralih ke gula pasir sebagai bahan baku. Keberagaman gula merah di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi alam dan bahan baku lokal, seperti yang terlihat di Kabupaten Agam, di mana masyarakat menggunakan air tebu dan menyebutnya "saka". Gula merah telah dikenal sebagai pemanis alternatif yang memiliki variasi dalam penampilan dan sifat fisik, termasuk warna, kadar abu, dan kekerasan. Keragaman ini disebabkan oleh teknologi pengolahan yang rendah dan konsistensi proses yang tradisional. Di Kabupaten Agam, meskipun sektor gula merah tetap menjadi mata pencaharian yang menjanjikan, tantangan muncul karena banyak pekerja berusia lanjut dan generasi muda lebih memilih pekerjaan di luar kota. Produksi “saka” dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan tenaga hewan, yang membutuhkan waktu 6-8 jam per produksi. Selain itu, serangan hama seperti kera dan babi hutan serta cuaca buruk dapat mengganggu pertumbuhan tebu. Dengan menggunakan teori Perubahan Sosial, Teori Hubungan Sosial dari dari beberapa Ahli, Teknik untuk menentukan informan yaitu dengan teknik Purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini ada 4 orang dan telah menjalani usaha ini selama lebi 10 tahun. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya perubahan sosial seiring berjalannya waktu, dimana usaha tradisional pembuatan Saka telah menjadi pekerjaan yang turun menurun di Nagari Matua Hilia mengalami kemunduran karena faktor-faktor seperti migrasi masyarakta muda yang produktif bekerja dan perubahan pola pikir pendidikan masyarakat yang sudah maju.

References

Ageng Saepudin KS, 2024. “Analisis Dampak Minimnya Tenaga Kerja Terhadap Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja Karyawan Midun Brothers”, Journal of Student Research (JSR) Vol.2, No.1, https://doi.org/10.55606/jsr.v2i1.2622

Agung, Fatimah, Sofi, Mahmud. 2023. “Pengolahan Tanaman Tebu Sebagai Pembuatan Gula

Baharuddin, 2016. “Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan”, Jurnal IAN Pontianak, https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v9i2.323.g273

Christofer Ondang, Frans Singkoh dan Neni Kumayas. 2019. “Peranan Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Kabupaten Minahasa (Suatu Studi Di Dinas Koperasi dan UKM)”

Creswell, Jhon W. 2009. Reseach Design (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed). Yogyakarta. Perpusatakaan Belajar.

https://doi.org/10.58192/karunia.v2i3.1165

Hidir, Achmad dan Rahman Malik. (2024). Teori Sosiologi Modern. Penerbit Tri Edukasi Ilmiah

Lorentius Goa, 2017, “Perubahan Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarakat,” SAPA: Jurnal Kateketik Dan Pastoral, Volume 2, Edisi 2, https://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/40/34

Merah Di Desa Buter Balik, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah”.

Piotr Sztompka, 2004. “Sosiologi Perubahan Sosial”. Edisi ke-1. Prenada: Jakarta

Rekha Puspita, Arga Sutrisna, Kusuma Agdhi Rahwana. 2022. “Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dengan Menerapkan Metode Economic Order Quantity (Studi Kasus pada Pabrik Tahu Mr di Ciawi Kabupaten Tasikmalaya) ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol.1, No.11. https://doi.org/10.56799/jim.v1i11.885

Santoso dan Slamet. 2004. Dinamika Kelompok Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Soerjono Soekanto, 2010. Sosiologi Suatu Pengantar edisi ke- 43, Jakarta : PT. Raja Grafindo

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan RAD. Bandung. Alfabeta.

Downloads

Published

2024-12-29

Citation Check