Dampak Isu Keamanan Pangan terhadap Penurunan Minat Beli dan Perilaku Konsumen: Studi Kasus Roti Aoka Tahun 2024

(1) * Yurida Aulia Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Jelitha Betsyeba Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(3) Wulan Erdianti Putri Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(4) Windah Frawyta Lestary Sinaga Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(5) Gita Tri Novel Pandiangan Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(6) Wiko Prayoga Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(7) Hendra Saputra Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak isu keamanan pangan terhadap minat beli dan perubahan perilaku konsumen pada kasus Roti Aoka tahun 2024. Isu yang menyebutkan bahwa produk tersebut mengandung bahan pengawet berbahaya (diduga natrium dehidroasetat) menyebar cepat melalui media sosial dan memicu kekhawatiran publik. Meskipun BPOM pada 28 Juni 2024 menyatakan bahwa Roti Aoka aman dikonsumsi, persepsi negatif konsumen tetap bertahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kuesioner online yang melibatkan 35 responden. Hasil menunjukkan bahwa 77,1% responden mengetahui isu dari media sosial, dan 68,6% masih meragukan keamanan produk pasca-klarifikasi BPOM. Dampak signifikan terlihat pada minat beli: 34,3% responden berhenti membeli dan 37,1% mengurangi frekuensi pembelian. Perubahan perilaku meliputi meningkatnya kebiasaan membaca label (77,1%), peralihan ke merek alternatif (62,9%), dan peningkatan persepsi risiko. Temuan ini konsisten dengan Theory of Planned Behavior dan teori krisis reputasi yang menekankan pengaruh persepsi risiko terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi komunikasi krisis yang cepat, transparan, dan efektif untuk memulihkan kepercayaan konsumen.


Keywords


Keamanan Pangan, Perilaku Konsumen, Persepsi Risiko, Minat Beli, Komunikasi Krisis

   

DOI

https://doi.org/10.57235/jalakotek.v3i1.7476
      

Article metrics

10.57235/jalakotek.v3i1.7476 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.

Codex Alimentarius Commission. (2003). Hazard analysis and critical control point (HACCP) system and guidelines for its application. FAO/WHO.

detikHealth. (2024, April). Fakta-fakta di balik viral Roti Aoka mengandung pengawet berbahaya. Detik.com.

FAO. (2003). Food safety and quality guidelines. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Fombrun, C. J. (1996). Reputation: Realizing value from the corporate image. Harvard Business School Press.

ISO. (2018). ISO 22000:2018 — Food safety management systems — Requirements for any organization in the food chain. International Organization for Standardization.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson.

Kusumawati, R., & Handayani, T. (2022). Pengaruh isu keamanan pangan terhadap kepercayaan dan perilaku pembelian konsumen. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 8(2), 112–124.

Lorenza, A., Sazeti, E., & Widia, S. (2025). Tanggung jawab hukum produsen atas makanan berbahaya dalam perspektif strict liability: Studi kasus Roti Okko. Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik, 2(2), 151–162.

Maslow, A. H. (1954). Motivation and personality. Harper & Row.

Nugroho, A. (2021). Persepsi risiko dan dampaknya terhadap keputusan pembelian produk makanan. Jurnal Perilaku Konsumen, 5(1), 45–56.

Nurhasanah, S., Munandar, J. M., & Syamsun, M. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli produk makanan olahan halal pada konsumen. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 8(3), 251–259.

Prasetyo, B. A., & Hidayat, R. (2020). Keamanan pangan dan implikasinya terhadap kepercayaan konsumen. Jurnal Ilmu Pangan dan Gizi, 14(1), 77–89.

Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (2010). Consumer behavior (10th ed.). Pearson.

Shan, L., Regan, Á., De Brún, A., Barnett, J., van der Sanden, M. C., Wall, P., & McConnon, Á. (2014). Food crisis coverage by social and traditional media: A case study of the 2008 Irish dioxin crisis. Public Understanding of Science, 23(8), 911-928.

Siaputra, H. (2020). Bagaimana keamanan pangan, kualitas makanan dan citra merek mempengaruhi minat beli ulang. Jurnal Manajemen Perhotelan, 6(2), 79–87.

Sumartono, A. (2023). Dampak krisis kepercayaan terhadap perilaku konsumen di industri makanan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Terapan, 11(3), 201–215.

Van Heerde, H. J., Helsen, K., & Dekimpe, M. G. (2007). The impact of a product-harm crisis on marketing effectiveness. Marketing Science, 26(2), 230–245.

Yeung, R. M. W., & Morris, J. (2001). Food safety risk: Consumer perception and purchase behaviour. British Food Journal, 103(3), 170-187.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Yurida Aulia, Jelitha Betsyeba, Wulan Erdianti Putri, Windah Frawyta Lestary Sinaga, Gita Tri Novel Pandiangan, Wiko Prayoga, Hendra Saputra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.