Transformasi Eduwisata Pedesaan: Model Pemberdayaan Partisipatif untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Randuacir

Authors

  • Dian Novita Kristiyani Satya Wacana Christian University, Indonesia
  • Lasti Nur Satiani Satya Wacana Christian University, Indonesia
  • Rini Kartika Hudiono Satya Wacana Christian University, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/aurelia.v5i1.7007

Keywords:

Pemberdayaan Masyarakat, Eduwisata, Potensi Lokal, Pariwisata Berkelanjutan, Pengembangan Kapasitas

Abstract

Pengembangan eduwisata berbasis potensi lokal menghadapi tantangan kompleks dalam aspek kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program pemberdayaan pengelola eduwisata Kelurahan Randuacir dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat (community-based participatory approach) yang mengintegrasikan FGD, pelatihan bertahap, dan pendampingan lapangan selama tiga bulan. Partisipan terdiri dari 28 pengelola eduwisata, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat dengan tingkat partisipasi 95%. Hasil penelitian menunjukkan transformasi signifikan dalam tiga dimensi utama: (1) penguatan kelembagaan melalui pembentukan Pokdarwis yang legitimate dan pengembangan sistem tata kelola demokratis dengan tingkat pemahaman organisasi 94%; (2) peningkatan kapasitas SDM rata-rata 110.8% dalam aspek kepemimpinan, pelayanan prima, public speaking, dan pemasaran digital; (3) pengembangan produk eduwisata tersegmentasi berdasarkan karakteristik wisatawan dengan pendekatan hands-on activities untuk anak-anak dan deep learning untuk dewasa. Evaluasi praktik lapangan dengan 50 siswa SD mengkonfirmasi efektivitas pendekatan pembelajaran transformasional dalam mengubah orientasi dari produk menjadi pasar. Program berhasil menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang holistik dengan kontribusi teoritis berupa framework pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang dapat direplikasi. Implikasi praktis menunjukkan pentingnya integrasi antara pengembangan kapasitas individual, penguatan kelembagaan, dan pembangunan modal sosial dalam mewujudkan eduwisata berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariyani, N., Fauzi, A., & Umar, F. (2020). Model hubungan aktor pemangku kepentingan dalam pengembangan potensi pariwisata Kedung Ombo. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 23(Oktober), 357–378.

Hendayana. (2023). Kota Salatiga Menuju Kota Gastronomi. Journal of Research and Development on Public Policy, 2(4), 67–79. https://doi.org/10.58684/jarvic.v1i1.102

Laksono, S. S. M. (2020). Design of Educational Tourism Management (Eduwisata) Model of Kampung Inggris. International Confere, 3, 65–78.

Lukitaningsih, A. (2013). Iklan yang efektif Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran. Jurnal Ekonomi Dan Kewirausahaan, 13(2), 116–129.

Pakpahan, R. (2018). Implementasi Prinsip Pariwisata Berbasis Komunitas Dalam Pengembangan Desa Wisata Nglinggo Yogyakarta. Jurnal Kajian Bahasa Dan Pariwisata, 5(1), 103–116.

Putri, A. L., & Kristiyani, D. N. (2021). Strategi Komunikasi Pemasaran CV. Abankirenk Yogyakarta dalam Meningkatkan Penjualan dimasa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna, 9(2), 63–72. https://doi.org/10.30659/jikm.9.2.63-72

Rahim, F. (2012). Pedoman Kelompok Sadar Wisata. Direktur Jendral Pengembangan Destinasi PAriwisata Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Rahmat, M. R. A., Novianti, E., & Yustikasari. (2023). Pengembangan Desa Wisata Sindangkasih dan Desa Wisata Situ Cangkuang di Kabupaten Garut Melalui Pendekatan Penta Helix. 17(6).

Satiani, L. N. (2020). Penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kawasan Pedesaan melalui Kegiatan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata di Salatiga. Abdimas Pariwisata, 1(2), 74–79. https://amptajurnal.ac.id/index.php/JAP

Wiradinata, R., Wardhani, L. T. A. L., & Indarja. (2020). Pengembangan Pariwisata oleh Dinas Pariwisata dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Medan. Diponegoro Law Jurnal, 9, 170–183.

Downloads

Published

2026-01-31

Citation Check