Tabir Kosmis Wahyu: Perjalanan al-Qur’an ke Jantung Muhammad

Authors

  • Zakiyuddin Rahim Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Achmad Abubakar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Sitti Aisyah Chalik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/aurelia.v5i1.7806

Keywords:

nuzūl al-Qur’an, qalb, kosmis

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggali perjalanan wahyu al-Qur’an sebagai fenomena kosmis dan spiritual yang tidak hanya melibatkan aspek eksternal, tetapi juga dimensi batin yang sangat dalam, yakni qalb Nabi Muhammad. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah sumber-sumber utama dan relevan untuk memberikan gambaran utuh mengenai perjalanan wahyu dan relevansinya. Melalui pendekatan tafsir klasik, filsafat Islam, dan tasawuf, tulisan ini menyoroti perjalanan wahyu dari Lauh al-Mahfūzh ke qalb Nabi, proses pembersihan qalb, serta resonansi spiritual yang dialami oleh Nabi dalam menerima wahyu. Kajian ini juga menyoroti pentingnya kesadaran qalb dalam memahami dan menghayati al-Qur’an oleh umat kontemporer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjalanan wahyu ke qalb Nabi Muhammad merupakan fenomena kosmis dan spiritual yang melibatkan lapisan-lapisan realitas dari alam Ilahi hingga dunia manusia. Wahyu bukan sekadar teks, tetapi pancaran cahaya Ilahi yang menyentuh hati dan jiwa Nabi, membentuk kesadaran dan pengalaman spiritual yang mendalam. Penelitian ini merekomendasikan penyucian dan pemanfaatan qalb sebagai media dalam interaksi kosmik dengan Sang Pemilik Ilmu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

An, P. A.-Q. U. R., Historis, M., An, T. A.-Q. U. R., & Sapa, N. Bin. (2025). Pewahyuan al- qur’an ; menelusuri historis turunnya al- qur’an. 2(1), 1–15.

Bakar, A. (2014). Jurnal Madania: Volume 4 : 2, 2014. Jurnal Madania, 4(2), 230–248.

Elsanti, N. S., Aman, M. M., & Fa, S. (2025). Nuzulul quran : Makna dan hikmahnya bagi umat Islam. 3, 422–428.

Al-Ghazālī, Abu Hamid. (1998). Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn.

Ibn Arabi, Muhyiddin. (1993). Futuhat al-Makkiyyah.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah. (1995). Ighāthat al-Lahfān.

Jalaluddin Rumi. (1926). Matsnawi.

Jesika Saputri, Baso Arsyadi, Achmad Abubakar, & Dudung Abdullah. (2024). Peran Asbabun Nuzul Dalam Menafsirkan Al-Qur’an. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 5(1), 197–206. https://doi.org/10.55623/au.v5i1.316

Kurniasih, M. D., Lestari, D. A., & Fauzi, A. (2020). Hikmah Penurunan Al-Qur’an Secara Berangsur. Mimbar Agama Budaya, 37(2), 11–20. https://doi.org/10.15408/mimbar.v37i2.18914

Al-Qattan, Manna’. Mabahits Fi Ulum al-Qur’an.

Quraish Shihab, M. (2005). Membumikan Al-Qur’an.

al-Razi, Fakhruddin. (1994). Tafsīr al-Kabīr.

Al-Suyuthi, Jalaluddin. (2003). Al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān.

Downloads

Published

2026-01-31

Citation Check