Khilafiyah Dalam Fikih Islam: Studi Literatur Perbandingan Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali
DOI:
https://doi.org/10.57235/aurelia.v5i1.7828Keywords:
Khilafiyah, Fikih Islam, Perbandingan Mazhab, Ijtihad, Metode Istinbath Hukum, Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan HambaliAbstract
Penelitian ini membahas khilafiyah dalam fikih Islam dengan membandingkan empat mazhab utama: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Khilafiyah sendiri merujuk pada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam menetapkan hukum syariat, yang lahir dari proses ijtihad. Fokus utama tulisan ini adalah pada faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya perbedaan, ciri khas metodologi masing-masing mazhab, serta dampaknya terhadap kehidupan keagamaan umat Islam. Artikel ini menggunakan pendekatan studi pustaka, menganalisis literatur fikih klasik dan kontemporer secara deskriptif dan komparatif. Hasil studi menunjukkan bahwa khilafiyah tidak terjadi secara kebetulan. Perbedaan ini muncul dari cara para ulama memahami nash Al-Qur’an dan Sunnah, sikap mereka terhadap sumber hukum tambahan, serta cara mereka mempertimbangkan tujuan hukum Islam. Mazhab Hanafi terkenal dengan penggunaan qiyas dan istihsan, sehingga hukum mereka sangat fleksibel, terutama dalam masalah muamalah dan persoalan sosial ekonomi. Mazhab Maliki berbeda, mahzab ini menekankan praktik penduduk Madinah dan maslahat mursalah, sehingga pendekatan mahzab ini relevan untuk hukum sosial dan kebijakan publik. Syafi’i membangun metodologi usul fikih yang sangat sistematis, menonjolkan kekuatan dalil, sehingga memberikan kejelasan dan konsistensi, khususnya dalam praktik ibadah. Sedangkan Hambali lebih mengutamakan nash dan atsar sahabat, membatasi penggunaan rasio, sehingga kerap dijadikan rujukan dalam masalah yang membutuhkan kehati-hatian tinggi terhadap teks syar’i. Penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan mazhab bukan pertentangan prinsipil dalam Islam. Justru, perbedaan tersebut menunjukkan kekayaan metodologi hukum yang saling melengkapi. Memahami khilafiyah dengan tepat membawa banyak manfaat: umat Islam dapat memilih pendapat hukum yang sesuai dengan kondisi, menjadi lebih toleran terhadap perbedaan, dan terhindar dari konflik agama akibat pemahaman yang sempit. Pada akhirnya, studi perbandingan mazhab memberikan dasar akademik dan praktis untuk mengembangkan fikih yang kontekstual, fungsional, dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariat Islam.
Downloads
References
Al Jurjani, Ali bin Muhammad. 1985. Al Ta’rifat. Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyyah.
Al Kasani, Alauddin. 2003. Bada’i al Sana’i fi Tartib al Shara’i. Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyyah.
Al Nawawi, Yahya bin Sharaf. 2003. Al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab. Beirut, Dar al Fikr.
Al Qaradawi, Yusuf. 1998. Fiqh al Ikhtilaf. Cairo, Dar al Shuruq.
Al Qurtubi, Muhammad bin Ahmad. 2006. Al Jami’ li Ahkam al Qur’an. Cairo, Dar al Kutub al Misriyyah.
Al Sarakhsi, Muhammad bin Ahmad. 1993. Al Mabsut. Beirut, Dar al Ma’rifah.
Al Shatibi, Ibrahim bin Musa. 2005. Al Muwafaqat fi Usul al Shari’ah. Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyyah.
Al Syafi’i, Muhammad bin Idris. 2004. Al Risalah. Cairo, Dar al Hadith.
Ansori, Isa. 2014. Perbedaan Metode Ijtihad Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam Corak Fikih di Indonesia. Nizam, 4(1).
Hallaq, Wael B. 2009. An Introduction to Islamic Law. Cambridge, Cambridge University Press.
Ibn Qayyim al Jawziyyah. 1991. I’lam al Muwaqqi’in. Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyyah.
Ibn Qudamah. 1997. Al Mughni. Beirut, Dar al Fikr. Ibn Rushd. 1995. Bidayat al Mujtahid wa Nihayat al Muqtasid. Beirut, Dar al Kutub al Ilmiyyah.
Zed, Mestika. 2008. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.










