Sosialisasi Hoax Awareness School Movement Menguatkan Nasionalisme Dan Integrasi Jati Diri Bangsa
DOI:
https://doi.org/10.57235/aurelia.v5i1.7932Keywords:
Hoax awareness, jati diri bangsa, pendidikan karakter, literasi digital, integrasi nasionalAbstract
Penyebaran hoaks dan misinformasi di era digital menimbulkan ancaman signifikan terhadap persatuan nasional dan integritas jati diri bangsa di kalangan pemuda Indonesia. Kegiatan pengabdian ini mengkaji implementasi Hoax Awareness School Movement dalam menguatkan nasionalisme dan integrasi jati diri bangsa di Sekolah Bill Qistee Indonesia. Tujuan pengabdian adalah menganalisis bagaimana program edukasi kesadaran hoaks meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, memperkuat pemahaman nilai-nilai nasionalisme dan mendorong integrasi jati diri bangsa di kalangan remaja. Metode kegiatan pengabdian yaitu kualitatif dengan desain narasi, melalui pendekatan lapangan untuk mengumpulkan data komprehensif dari pengalaman partisipan. Kegiatan Pengabdian ini, melibatkan 15 partisipan yang terdiri dari 6 siswa SMP dan 9 siswa SMA yang aktif berpartisipasi dalam program gerakan kesadaran hoaks. Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumentasi untuk menangkap dampak holistik program terhadap perspektif dan perilaku siswa. Temuan drai kegiatan pengabdian, menunjukkan bahwa Hoax Awareness School Movement secara signifikan meningkatkan keterampilan literasi digital siswa, mempertajam kemampuan verifikasi sumber informasi dan mengembangkan kompetensi berpikir kritis yang diperlukan untuk mengidentifikasi informasi palsu. Partisipan menunjukkan peningkatan kesadaran nilai-nilai nasionalisme dengan koneksi emosional yang lebih kuat terhadap warisan budaya Indonesia dan identitas nasional. Program berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran kolaboratif dimana siswa terlibat dalam diskusi konstruktif tentang isu-isu kebangsaan sambil mempertahankan penghargaan terhadap keberagaman. Lebih lanjut, gerakan ini berkontribusi pada pembentukan karakter melalui promosi kewargaan digital yang bertanggung jawab dan praktik berbagi informasi yang etis. Hasil pengabdian menyimpulkan bahwa pendidikan kesadaran hoaks yang sistematis merupakan strategi efektif untuk menguatkan nasionalisme dan integrasi jati diri bangsa dikalangan generasi muda Indonesia, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi warga negara yang berpengetahuan dan bertanggungjawab di era digital.
Downloads
References
APJII. (2023). Profil Pengguna Internet Indonesia 2023. Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Banks, J. A. (2019). An introduction to multicultural education (6th ed.). Pearson Education.
Breakstone, J., Smith, M., Connors, P., Ortega, T., Kerr, D., & Wineburg, S. (2021). Lateral reading: College students learn to critically evaluate internet sources in an online course. Harvard Kennedy School Misinformation Review, 2(1), 1-17. https://doi.org/10.37016/mr-2020-56
Dewantara, J. A., & Nurgiansah, T. H. (2021). Strengthening pancasila values during the covid-19 pandemic. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(4), 2411-2417. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i4.985
Eko, S., & Febrianto, P. T. (2020). Digital literacy and critical thinking in the era of hoaxes and post-truth. Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(1), 17-28. https://doi.org/10.7454/jki.v9i1.11688
Hadiono, K., & Sari, D. P. (2019). Media literacy education as a strategy to combat hoaxes in Indonesia. In Proceedings of the 2019 International Conference on Education Technology (pp. 156-162). IEEE.
Hariyanto, E., & Wulandari, D. (2021). The role of social media literacy in preventing the spread of hoaxes among high school students. Indonesian Journal of Educational Research, 6(2), 89-103. https://doi.org/10.30659/ijer.6.2.89-103
Hartanto, D., & Maizaroh, S. (2020). Nationalism education through digital citizenship: A qualitative study in Indonesian schools. Journal of Educational Technology Research, 4(1), 45-58. https://doi.org/10.25299/jetr.2020.vol4(1).5012
Irawanto, B. (2022). Hoax mitigation through character education: An ethnographic study in Indonesian secondary schools. Asian Journal of Education and Social Studies, 28(3), 12-25. https://doi.org/10.9734/ajess.2022.28312
Ireton, C., & Posetti, J. (2018). Journalism, fake news & disinformation: Handbook for journalism education and training. UNESCO Publishing.
Jones, R. H., Chik, A., & Hafner, C. A. (2015). Discourse and digital practices: Doing discourse analysis in the digital age. Routledge.
Juditha, C. (2018). Hoax communication interactivity in social media and anticipation. Jurnal Pekommas, 3(1), 31-44. https://doi.org/10.30818/jpkm.2018.2030104
Kahne, J., & Bowyer, B. (2017). Educating for democracy in a partisan age: Confronting the challenges of motivated reasoning and misinformation. American Educational Research Journal, 54(1), 3-34. https://doi.org/10.3102/0002831216679817
Livingstone, S., & Third, A. (2017). Children and young people's rights in the digital age: An emerging agenda. New Media & Society, 19(5), 657-670. https://doi.org/10.1177/1461444816686318
McGrew, S., Ortega, T., Breakstone, J., & Wineburg, S. (2017). The challenge that's bigger than fake news: Civic reasoning in a social media environment. American Educator, 41(3), 4-9.
Nurgiansah, T. H. (2021). The role of citizenship education in building character of pancasila students. Jurnal Kewarganegaraan, 5(1), 87-94. https://doi.org/10.31316/jk.v5i1.1057
Pratiwi, N., & Pristinanto, A. B. (2021). Counter-narrative strategies against hoaxes: A study in Indonesian educational institutions. Media Komunikasi Pendidikan, 5(2), 134-145. https://doi.org/10.33367/mkp.v5i2.1456
Sari, E. R., & Zamroni, Z. (2020). Character education through anti-hoax movement in digital era. In A. Setiawan (Ed.), Character building in the digital age: Educational perspectives (pp. 78-95). Universitas Pendidikan Indonesia Press.
Wineburg, S., & McGrew, S. (2019). Lateral reading and the nature of expertise: Reading less and learning more when evaluating digital information. Teachers College Record, 121(11), 1-40.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.










