Makna Upacara Kematian di Nagari Sumpur Kudus Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat

Authors

  • Wilya Anggraini Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia
  • Yurisman Yurisman Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/aurelia.v5i1.7962

Keywords:

Upacara kematian, kain kafan, prosesi, makna

Abstract

Skripsi ini berjudul “Makna Upacara Kematian di Nagari Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna upacara kematian yang dilaksanakan oleh masyarakat di Nagari sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan teori interpretative simbolik dari Clifford Geerzt untuk memahami makna simbolik dari tradisi tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi upacara kematian terdiri atas beberapa tahapan prosesi, yaitu pemberitahuan kematian, bahgak limau, memandikan, mengkafani, menyolatkan, penguburan dan pemasangan kain kafan di atas kuburan. Latar belakang munculnya pemasangan kain kafan di atas kuburan baru ini berkaitan dengan sejarah kedatangan Syekh Ibrahim ke Sumpur Kudus dalam penyebaran agama Islam. Tradisi ini memiliki makna sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada jenazah, ungkapan rasa cinta dan kasih sayang terhadap almarhum, serta mencerminkan nilai-nilai adat dan upaya pelestarian adat istiadat masyarakat setempat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Qur, an dan terjemahanya, Al-Hikma Departemen Agama RI. 2010. CV Penerbit Diponegoro.

Arsip Nagari Sumpur Kudus (2022), Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

Fadillah, Muhammad Nurul, et al, 2020. “Tradisi Kenduri Kematian di Desa Kampung Baru, Kabupaten Kantingan”. Syams: Jurnal Studi Islam.Vol. 1. No. 2. Institut Agama Islam NegeriPalangkaRaya.https://e-journal.iain.palangkaraya.ac.id/index.php/syams/artikel/2494/1414.[15 Oktober 2024]

Geertz, Clifford. 1992. Tafsir Kebudayaan.Yogyakarta: Kanisius

Karim, Abdul. 2017. “Makna Ritual Kematian Dalam Tradisi Islam Jawa”. Sabda: Jurnal Studi Budaya Vol. 12. No. 2. Semarang: Universitas Islam Negeri Walisongo.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/article/download/16992/12302.[15 Oktober 2024]

Koentjaraningrat. 2009. Beberapa pokok Antropologi Sosial. Jakarta: PT. Dian rakyat

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

KontributorWikipedia.2025. Kabupaten Sijunjung. https://id.wikipedia.org/wiki /Kabupaten_Sijunjung

Palanta, Atmin. 2020. https://lagam.id/nagari-sumpur-kudus-kecamatan-sumpur- kudus-kabupaten-sijunjung/

Rahman. Fachrir. 2019. “Patuq Dalam Tradisi Kematian Masyarakat Desa Kuta” (Sebuah Tinjauan Antropologi Hukum Islam).Samarah: Jurnal Hukum keluarga dan Hukum Vol. 3. No. 2. Universitas Islam Negeri Mataram. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/samara/article/3925/3554.[15 Oktober 2024]

Sari, Tri Nurvita, dkk, 2022. Mengenel Upacara Adat Istiadat Kematian: Mangongkal Holi dan Nyewu Tradisi Turun Temurun Daerah Medan Dan Jawa.Jurnal Review Pendidikan Vol.5.No.2.UniversitasPahlawan.https://www.academia.edu/download/120756303/7938.pdf .[15 Oktober 2024]

Sholikin, Muhammad. 2010. Ritual dan Tradisi Islam Jawa. Yogyakarta: Narasi.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Yolanda,Besfi Apri, et al, 2020. “Makna Upacara Kematian Malapeh-lapeh bagi Masyarakat Nagari Taluak Pesisir Selatan”. Dalam Culture & Society: Jurnal of Anthropical Research Vol. 1, No3, Th. 2020, hal 1988-207.https://curture.ppj.unp.ac.id/index.php/csjar/article/ download/37/27.[15 Oktober 2024]

Downloads

Published

2026-01-31

Citation Check