(2) Selvi Kasman
*corresponding author
AbstractKesenian Kuda Lumping di Ujung Gurun, Kota Padang, merupakan manifestasi pelestarian identitas budaya masyarakat perantau Jawa yang telah berakulturasi dengan lingkungan etnis Minangkabau sejak tahun 1960. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi spiritualitas dalam Kuda Lumping, khususnya praktik pengobatan tradisional yang dikenal dengan istilah sambua. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambua merupakan bentuk perpaduan budaya yang khas, di mana istilah lokal Minangkabau digunakan untuk praktik ritual medis-spiritual Jawa. Praktik ini melibatkan peran pawang sebagai perantara spiritual dengan menggunakan media sesajen yang memiliki makna filosofis mendalam, seperti bunga tujuh rupa, telur ayam kampung, dan minyak duyung. Prosesi penyemburan pada titik-titik vital tubuh (ubun-ubun, pusar, dan jempol kaki) merepresentasikan upaya menjaga keselarasan antara fisik, batin, dan alam semesta. Keberlangsungan tradisi ini membuktikan bahwa Kuda Lumping di Padang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai institusi sosial yang mempererat solidaritas antar etnis melalui kearifan lokal medis spiritual. KeywordsKuda Lumping, Akulturasi, Sambua, Pengobatan Tradisional, Identitas Budaya
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/aurelia.v5i1.7982 |
Article metrics10.57235/aurelia.v5i1.7982 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Geertz, C. (1973). Tafsiran Kebudayaan. Newyork: Basic Books.
Hamzah, Purwanti, Muhammad Ali Akbar, Muhammad Qusairi. (2025). “Metafora Penyembuhan dalam Mantra Sembur Meruo Ritual Bersembur Masyarakat Paser”. Jurnal Calls Seminar Nasional Bahsa, Sastra, dan seni. https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/CALLS/article/view/22669
Kudadiri, Elsa Simanjuntak, Dwi Widayati, Amhar. (2024). “Pemahaman Remaja terhadap Leksikon Pengobatan Tradisional Kajian Ekolinguistik”. Jurnal Of Sosial Science Research vol. 4 (5). https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/15154
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mushthoza, Nur Syarifa, Zidna Zuhdana. (2022). Antropologi Interpetatif Clifford Geertz: Studi Kasus Keagamaan Masyarakat Bali Dan Maroko. Jurnal Ilmu- Ilmu Sosial Dan Humaniora, 14 (2). https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/Humanis/article/download/3186/2018/.
Pratama, Wahyu. (2024). Skripsi. Fenomena Trance Pada Tradisi Kesenian Kuda Lumping Di Jorong Wonorejo, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.
Sedyawati, E. (2006). Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Siagian, Findi Septian, Brema Pratama, Putri Agnesia, Rizki Fatahillah, Sri Wahyuni, Cicik Suriani, Togi Rominto. (2025). “Sembur Karo sebagai Obat Alternatif Penyakit Asma: Kajian Literatur dan Wawancara dengan Masyarakat Karo”. Jurnal Intek Dan Cendikiawan Nusantara, Vol 2. (5). https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/5237
Soedarsono, R. M. (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kulitatif, dan R&D). Alfabeta. Bandung.
Suriani, Findi Septiani, Desi Novianty Br Ginting, Irene Putri Dianti, Louisa Assian, Steviani Azharia, Yohana L Purba, Cicik. (2025). “Analisis Etnofarmalogi Ramuan Sembur Masyarakat Karo untuk Pengobatan Tradisonal”. Jurnal Intek Dan Cendikiawan Nusantara, vol. 2 (5). https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/5238
Wardito, H.R. (2017). Antropologi Budaya. Yogjakarta : Ombak.
Winarsih, S. (2010). Mengenal Kesenian Nasional: Kuda Lumping. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Zahra Aulia Eko Putri, Selvi Kasman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.





















Download