Perubahan Tradisi Mangupa-Upa: Budaya Batak Toba di Desa Sialang Baru, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau

(1) * Rachel Tree Anggun Nadeak Mail (Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia)
(2) Endrizal Endrizal Mail (Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini membahas tentang "Perubahan Tradisi Mangupa-upa: Budaya Batak Toba Di Desa Sialang Baru, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau". Mangupa-upa adalah sebuah tradisi masyarakat Batak Toba yang berarti untuk memberkati. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana bentuk perubahan dalam pelaksanaan tradisi Mangupa-upa yang dahulu dengan yang sekarang dan faktor apa yang melatarbelakangi terjadinya perubahan pada tradisi Mangupa-upa pada masyarakat Batak Toba di Desa Sialang Baru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perubahan dari J.L Gillin dan J.P Gillin. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah tradisi Mangupa-upa dalam masyarakat Batak Toba di Desa Sialang Baru, mengalami perubahan pelaksanaan. Temuan pertama pada penelitian ini adalah Mangupa-upa tidak lagi dipraktikkan sebagai bentuk pemulihan tondi, melainkan sebagai bentuk ucapan syukur, pemberian pasu-pasu (berkat), dan poda (nasihat). Selain itu terdapat juga pergeseran peran hula-hula kepada orang tua atau keluarga terdekat, penyederhanaan penggunaan benda-benda adat seperti ulos, dekke simudur-udur (ikan mas arsik), boras sipir ni tondi, saek sitio-tio, dan tikar pandan,  serta fleksibilitas waktu pelaksanaan yang tidak lagi berpatokan pada panakok mata ni ari (saat mata hari akan naik). Temuan kedua yaitu faktor penyebab terjadinya perubahan pada tradisi Mangupa-upa, pada masyarakat Batak Toba yang berada di Desa Sialang Baru, faktor penyebab terjadinya perubahan tersebut karena migrasi, perubahan benda material, dan difusi akibat lingkungan masyarakat yang majemuk di Desa Sialang Baru.


Keywords


Tradisi, Mangupa-upa, Perubahan, Faktor, Sialang Baru

   

DOI

https://doi.org/10.57235/aurelia.v5i1.7983
      

Article metrics

10.57235/aurelia.v5i1.7983 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Astuti, S. (2019). Eksplorasi etnomatematika kain ulos batak toba untuk mengungkap nilai filosofi konsep matematika. Jurnal MathEducation Nusantara, 2(1), 45-50.

Azmi, C. (2023). Ikan mas arsik sebagai makanan upacara adat khas Batak Toba Sumatra Utara. Jurnal Ilmiah Pariwisata Imelda (JIPSI), 1(02), 09-15.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring. https://kbbi.kemdikbud.go.id

Butarbutar, F. (2022, 31 Maret). Manuk Na Niatur. Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang, Binus University. Diakses dari https://student-activity.binus.ac.id/himja/2022/03/manuk-na-niatur/

Febriana, I., Siringo-Ringo, A. N. G., & Nurlette, R. V. (2023). Perkembangan Tradisi Lisan Mangupa Di Kalangan Masyarakat Sumatera Utara. Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya, 2(1), 78-86.

Goa, L. (2017). Perubahan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. SAPA: Jurnal Kateketik Dan Pastoral, 2(2), 53-67.

Handayani, D. L. (2024). Makna Simbolik Tradisi Mangupa-upa Masyarakat Mandailing Desa Sukaramai Kec Tapung Hulu Bab Kampar (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Kasim Riau)

Koentjaraningrat. 2005 Pengantar Antropologi. PT Rineka Cipta. Jakarta.

Moleong, Lexy J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosda Kaya. Bandung.

Pemerintah Desa Sialang Baru. 2023. Data Monografi Desa Sialang Baru Tahun 2023.

Pradoko, A. S. (2015). Semiotika guna penelitian objek kebudayaan material seni. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 13(2), 1-20.

Rebecca Trixiandriana. (2018, 5 Agustus). Manuk Na Niatur (Ayam yang Disusun) Makanan Khas Orang Batak. Budaya Indonesia. Diakses dari https://budaya-indonesia.org/Manuk-Na-Niatur

Simaremare, P. (2025). A The Meaning Of Ikan Mas Arsik In Batak Toba Culture: MAKNA IKAS MAS ARSIK DALAM BUDAYA BATAK TOBA. Jurnal Gastronomi Indonesia, 13(2), 62-77.

Sinambela, IRY, Harahap, R., & Wuriyani, EP (2022). Analisis Semiotika Pada Simbol Upacara Mangupa Sebagai Tradisi Batak Toba. JOEL: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa , 1 (10), 1487-1494.

Siregar, R. L., Harahap, R., & Wuriyani, E. P. (2022). Analisis Semiotik Upa-upa dalam Tradisi Lisan Manyonggot–Nyonggoti di Tapanuli Selatan. Sintaks: Jurnal Bahasa & Sastra Indonesia, 2(1), 113-118.

Siregar, S. Y. (2024). Mangupa-upa Sebagai Sarana Untuk Membrikan Ungkapan Doa, Syukur, dan Harapan dalam Tradisi Masyarakat Batak Angkola di Kec. Padang Bolak. Kab. Padang Lawas Utara. Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 2(2), 74-88.

Sitompul, R. (2020). Implementasi Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dalam Pemberian Dekke Simudur Udur Erat pada Masyarat Batak Toba. Jurnal Mercatoria , 13 (1), 46-61.

Soekanto, Soerjono. 2019 Sosiologi suatu penganta. Rajawali Pers. Jakarta.

Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Takari, M. (2009, April). Ulos Dan Sejenisnya Dalam Budaya Batak Di Sumatera Utara: Makna, Fungsi, Dan Teknologi. In Makalah pada Seminar Antarabangsa Tenunan Nusantara, di Kuantan, Pahang, Malaysia. Pengajian Media, Fakulti Sastera dan Sains Sosial, Universiti Malaya, Pensyarah Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Rachel Tree Anggun Nadeak, Endrizal Endrizal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.