Strategi Interoperabilitas Komando Kendali Sistem Komunikasi Operasi Dengan Menggunakan Teknologi Internet Protocol Site Connect Dalam Rangka Mendukung Operasi Pengamanan Daerah Rawan Papua
DOI:
https://doi.org/10.57235/aurelia.v5i2.8058Keywords:
Interoperabilitas, Komando Kendali, Siskomops, IP Site Connect, Papua, C4ISRAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya interoperabilitas Sistem Komunikasi Operasi (Siskomops) dalam mendukung komando dan kendali satuan tugas TNI di wilayah rawan Papua. Heterogenitas alat komunikasi analog dan digital, keterbatasan jangkauan HF/SSB, kontur geografis yang ekstrem, serta tidak adanya integrasi berbasis IP menyebabkan terjadinya perlambatan arus informasi dan menurunnya efektivitas kendali operasi. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi modernisasi komunikasi operasi dengan pendekatan teknologi yang adaptif, aman, dan kompatibel dengan struktur satuan di lapangan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi interoperabilitas komando kendali melalui pemanfaatan teknologi Internet Protocol Site Connect (IPSC) sebagai backbone komunikasi digital di daerah rawan. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, serta memverifikasi keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode Analisis dilakukan secara tematik dengan mengintegrasikan teori sistem pertahanan negara, komunikasi militer modern, interoperabilitas, dan arsitektur C4ISR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siskomops Satgas di Papua masih terfragmentasi, tidak standar, dan sangat bergantung pada kondisi geografis. Penerapan IPSC mampu menyediakan jaringan taktis berbasis IP yang real-time, aman, dan terintegrasi. Integrasi Radio over Internet Protocol (RoIP) memungkinkan alkom analog dan digital beroperasi dalam satu jaringan terpadu. Penelitian ini juga menghasilkan rancangan SOP komunikasi digital untuk operasi daerah rawan yang mencakup struktur talkgroup, prosedur pelaporan, protokol keamanan komunikasi, mekanisme failover, dan tata kelola monitoring jaringan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi interoperabilitas berbasis IPSC memberikan solusi praktis sekaligus kontribusi teoretis terhadap penguatan Siskomops dalam perspektif C4ISR. Rekomendasi diarahkan kepada komando atas untuk modernisasi infrastruktur digital Satgas dan penyusunan kebijakan standar komunikasi operasi TNI di Papua.
Downloads
References
Alberts, David S., & Hayes, Richard E. (2003). Power to the Edge. Washington, D.C.: CCRP.
Boyd, John. (1996). The Essence of Winning and Losing. USA: Air University Press.
Effendy, O. U. 2003. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Maral, Gérard., & Bousquet, Michel. (2011). Satellite Communications Systems. New York: Wiley.
Mintzberg, H. 1979. The Structuring of Organizations: A Synthesis of the Research. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall.
Moleong, L. J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Singer, P. W. (2009). Wired for War: The Robotics Revolution and Conflict in the 21st Century. New York: Penguin Press.
Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Imasfy, M. (2023). Strategi interoperabilitas pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam mendukung Network Centric Warfare (NCW) matra darat. Jurnal Strategi Pertahanan Darat, 9(1), 22–34. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/373691536
Kusumah, M. I., Yustiningtyas, E., & Fahrozi, A. (2022). Strategi interoperabilitas sistem informasi TNI guna mendukung komando dan pengendalian operasi pengamanan perbatasan di Laut Natuna Utara. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(8), 2951–2959. https://doi.org/10.47492/jip.v2i8.1233
Wijaya, A., & Rahman, F. (2022). Efektivitas implementasi IP Site Connect pada jaringan radio TNI dalam operasi pengamanan wilayah rawan. Jurnal Teknologi Militer, 4(1), 55–70.
Yudhantara, (2020). Efektivitas Penerapan C4ISR di Daerah Terpencil. Jurnal Keamanan Nasional.
Suryana. (2021). Penerapan sistem komunikasi digital taktis dalam mendukung operasi militer di perbatasan. Jurnal Komunikasi Pertahanan, 5(2), 101–115.
Pamungkas, A. (2021). Interoperabilitas pengamanan perbatasan Indonesia–Malaysia melalui koordinasi berbasis teknologi (Studi kasus di wilayah Selat Malaka) [Tesis Magister, Universitas Padjadjaran]. Repositori Universitas Padjadjaran. https://repository.unpad.ac.id/items/e64d3215-94fc-44e8-948e-7e782a4918f9
Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia. (n.d.). Standar Militer Indonesia Alat Komunikasi dan Elektronika Tentara Nasional Indonesia. Jakarta: Kemenhan.
Peraturan Panglima TNI Nomor 13 Tahun 2015 tentang Sistem Komando dan Pengendalian Operasi TNI. (2015). Jakarta: Mabes TNI.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat. (1997). C4ISR architecture framework versi 2.0. Washington, D.C.: U.S. DoD
Direktorat Komunikasi dan Elektronika TNI AD. (2021). Pedoman teknis sistem komunikasi taktis dan strategis. Jakarta: Dithubad.
Markas Besar Angkatan Darat TNI. (2017). Doktrin Pelaksanaan Komando dan Pengendalian Operasi TNI-AD. Jakarta. Mabesad
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. (n.d.). Doktrin TNI AD tentang Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Jakarta: Dislitbangad.
Motorola Solutions. (2022). MOTOTRBO system planner. Schaumburg, IL: Motorola, Inc.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.(2025). Jakarta: Republik Indonesia.
Peraturan Panglima TNI Nomor 13 Tahun 2015 tentang Sistem Komando dan Pengendalian Operasi TNI. (2015).Jakarta. Mabesad
Clark, T., & Jones, R. 1999. Organizational Interoperability Maturity Model for C2. Washington, D.C.: Command and Control Research Program (CCRP).
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Ilham Wahyu Nugroho, Haryo Mustoko, Jimmy Veni Tokio T

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.










