Stigma Demonstrasi Sebagai Aksi Makar

Renita Renita(1),


(1) Universitas Tarumanagara
Corresponding Author

Abstract


Masyarakat di sekeliling kita tentunya ada yang memiliki stigma terhadap demonstrasi sebagai aksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang melatarbelakangi terjadinya stigma di masyarakat dan untuk mencari solusi agar stigma tersebut bisa hilang. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan menyebarkan form kuesioner kemedia sosial lalu diambil 7 sampel dimuali dari tanggal 15-16 Juni 2020. Semua responden berjenis kelamin perempuan dan sebagian besar seorang mahasiswa. Rata-rata responden memiliki stigma karena faktor kebanyakan bersumber dari presepsi responden mengenai proses demonstrasi berlangsung, seperti tidak sepemikiran lalu menekan pihak terkait untuk kepentingan pribadi, dan keraguan pada pasal yang mengatur demonstrasi. Responden juga memberi solusi berupa dalam segi demonstran untuk melakukan demonstrasi secara tertib sesuai aturan yang telah disahkan, penyuluhan tata cara demonstrai agar masyarakat mengetahui kode etiknya, penegakkan aturan secara tegas bagi pelanggar, dan menanamkan sifat positif dalam berpikir dan menyikapi.


Keywords


Stigma, Demonstrasi, Makar

References


Chotimah, H. C. (2016). Identitas Nasional dan Norma Internasional Sebagai Pertimbangan Politik Indonesia dalam Merespons Aksi dan Jaringan Terorisme Global. Jurnal Politica, 7(2), 189–209, hlm 193. http://jurnal.dpr.go.id/index.php/politica/article/view/1131

Obi, B. I. N., Eze, T. I., & Chibuzo, N. F. (2022). Experiential learning activities in business education for developing 21st century competencies. Journal of Education for Business, 97(1), 36–42. https://doi.org/10.1080/08832323.2021.1884521

Riyanti, Nurmalisa, Y., & Rohman. (2024). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian Peserta Didik. JALAKOTEK: Journal of Accounting Law Communication and Technology, 1(1), 36–41.

Sang, G., Liang, J. C., Chai, C. S., Dong, Y., & Tsai, C. C. (2018). Teachers’ actual and preferred perceptions of twenty-first century learning competencies: a Chinese perspective. Asia Pacific Education Review, 19(3), 307–317. https://doi.org/10.1007/s12564-018-9522-0

Senjiliana, A. A. M., Pitoewas, B., & Nurhayati, N. (2023). Penerapan Prinsip Good Governance Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Dalam Tata Kelola Pemerintahan. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 1(1), 31–38. https://doi.org/10.57235/jerumi.v1i1.1189

Sugiarti, I., & Riyanto, W. F. (2024). Understanding the Concept of Eco-Sufisme in Pekalongan, Indonesia (Analyzing Mbah Munawar and Habib Ahmad D Sahab). MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion, 1(1), 33–43.

Wibowo, M. A. S., Pitoewas, B., & Putri, D. S. (2024). Peranan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dalam Mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila. HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation, 1(1), 31–40.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 51 times
PDF Download : 33 times

DOI: 10.57235/jahe.v1i1.2196

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Renita Renita

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.