Pengaruh Latihan Interval Sprint terhadap Peningkatan Kecepatan Lari Jarak Pendek Atlet Remaja

Authors

  • Gabriel Jose Nainggolan State University of Medan
  • Raffa Azardi State University of Medan
  • Sani Salsalina Br Ginting Suka State University of Medan
  • Litna Salsalina Br Barus State University of Medan
  • Yan Indra Siregar State University of Medan
  • Dicky Edwar Daulay State University of Medan

Keywords:

Interval Sprint, Kecepatan, Lari Jarak Pendek, Atlet Remaja, Eksperimen

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh latihan interval sprint (Sprint Interval Training/SIT) terhadap peningkatan kecepatan lari jarak pendek (100 meter) pada atlet remaja. Kecepatan merupakan komponen fisik dominan dalam cabang atletik lari jarak pendek, yang sangat menentukan prestasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian adalah atlet lari jarak pendek remaja (usia 15–18 tahun) dari klub/sekolah olahraga (POPLASDA/PPLP) yang akan dibagi menjadi dua kelompok: Kelompok Eksperimen (KE) yang menerima program interval sprint selama 8 minggu, dan Kelompok Kontrol (KK) yang menerima latihan rutin konvensional. Data kecepatan lari akan diukur melalui tes lari 100 meter menggunakan timing gate (atau stopwatch digital terkalibrasi). Analisis data menggunakan uji-t (t-test) untuk membandingkan perbedaan peningkatan kecepatan (gain score) antara kedua kelompok. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa latihan interval sprint memiliki pengaruh signifikan yang lebih besar dalam meningkatkan kecepatan lari jarak pendek dibandingkan latihan konvensional, memberikan landasan ilmiah bagi penyusunan program pelatihan atletik yang lebih efektif.

References

Bangsbo, J. (2015). Sprint training and detraining in healthy young subjects. Sports Science Journal, 1(1), 1-10.

Bompa, T. O., & Haff, G. G. (2015). Periodization: Theory and Methodology of Training (5th ed.). Human Kinetics.

Buchheit, M., & Laursen, P. B. (2014). High-intensity interval training, solutions to the programming puzzle: Part I: Cardiopulmonary emphasis. Sports Medicine, 43(5), 313-338.

Ermawan, B. (2022). Pengaruh Latihan Interval terhadap Peningkatan Kecepatan Lari 100 Meter. Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JIPJO), 6(1), 12-20.

Harsono. (2017). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologis dalam Coaching. PT Raja Grafindo Persada.

Latifah, S., & Widodo, A. (2020). Hubungan Daya Ledak Otot Tungkai dengan Kecepatan Lari Jarak Pendek. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 8(3), 45-52.

McMillan, J. L., O'Malley, B. C., & Foster, C. (2012). The effects of sprint interval training on text{V}_{text{O2max}} and running economy in youth athletes. Journal of Strength and Conditioning Research, 26(8), 2132-2139.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.

Purnama, M., & Sari, D. A. (2021). Efektivitas Latihan Plyometric dan Interval Training terhadap Kecepatan Lari Atlet. Jurnal Ilmu Keolahragaan Indonesia (JIKI), 21(2), 88-97.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Susilo, B. (2019). Perbandingan Pengaruh Latihan Interval dan Latihan Kontinu Terhadap Peningkatan Kecepatan Atletik. Jurnal Kompetensi Olahraga, 10(1), 30-40.

Williams, C. A., & Rayson, M. P. (2007). The development of cardiorespiratory fitness in children and adolescents: An experimental study. Journal of Sports Sciences, 25(6), 633-642.

Downloads

Published

2025-12-20