Kendala Penyaluran Rumah Nelayan di Kampung Padang Rubiah Nagari Kambang Barat Kecamatan Lengayang Kebupaten Pesisir Selatan

Mela Wiwinda(1), Sri Rahayu(2), Ikhsan Muharma Putra(3),


(1) Universitas PGRI Sumatera Barat
(2) Universitas PGRI Sumatera Barat
(3) Universitas PGRI Sumatera Barat
Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Wilayah pesisir merupakan daerah pertemuan antara daratan dan lautan. Wilayah pesisir yang berkembang menjadi kawasan pemukiman adalah salah satu hal yang sangat kompleks, dimana selain aspek sosial, ekonomi, aspek-aspek budaya dan politik masyarakat juga akan ikut terlibat. Pemukiman yang letaknya tepat berada di bibir pantai ini adalah kampung yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Pemukiman nelayan adalah perkampungan yang mendiami daerah kepulauan, sepanjang pesisir termasuk danau dan sepanjang aliran sungai. Penduduk yang tinggal di kampung nelayan memiliki karakteristik berupa masyarakat tradisional dengan kondisi sosial ekonomi dan latar belakang pendidikan yang relatif terbatas. Kondisi sosial masyarakat kampung nelayan yang seperti ini membuat mereka sulit untuk mendapatkan kebutuhan bermukim yang memadai. Bahkan masyarakat kampung nelayan cenderung menjadi subyek yang menanggung permasalahan yang terdapat di lingkungan tempat tinggal mereka. Hal ini terjadi di karenakan beberapa faktor, yaitu rendahnya pengetahuan dan lemahnya ekonomi sehingga aktivitas mereka juga sering menyebabkan tekanan terhadap lingkungan kampung nelayan yang berlanjut pada kerusakan pada ekosistem yang ada disana. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (baik makanan maupun nom makanan). Garis kemiskinan yang ditetapkan oleh BPS adalah jumlah pengeluaran yang dibutuhkan oleh setiap individu untuk dapat memenuhi kebutuhan makanan setara dengan 2100 kalori per orang per hari dan kebutuhan nonmakanan yang terdiri dari perumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi, serta aneka barang dan jasa lainnya. Negara Indonesia merupakan salah satu Negara yang berkembang. Dilihat dari bulan September tahun 2019 negara indonesia memiliki persentase penduduk miskin sebesar 9,22 %, menurun 0,19% terhadap Maret 2019 dan menurun 0,44% terhadap September 2018. Sedangkan jumlah penduduk miskin pada September 2019 sebesar 24,79 juta orang, menurun 0,36 juta orang terhadap Maret 2019 dan menurun 0,88 juta orang terhadap September 2019.

Kata Kunci: Kendala, Rumah, Nelayan

 

Abstract

The coastal area is an area where land and sea meet. The coastal area that develops into a residential area is one of the most complex things, where in addition to social, economic, cultural and political aspects, the community will also be involved. This settlement, which is located right on the beach, is a village where the majority of the population makes a living as fishermen. Fishermen's settlements are villages that inhabit island areas, along the coast including lakes and along rivers. People who live in fishing villages have the characteristics of a traditional society with socio-economic conditions and relatively limited educational background. The social conditions of the fishing village community like this make it difficult for them to get adequate housing needs. Even the fishing village community tends to be the subject who bears the problems in the environment where they live. This happens due to several factors, namely low knowledge and weak economy so that their activities also often cause pressure on the fishing village environment which continues to damage the ecosystem there. According to the Central Statistics Agency (BPS) poverty is an individual's inability to meet the minimum basic needs for a decent life (both food and non-food items). The poverty line set by BPS is the amount of expenditure needed by each individual to be able to meet food needs equivalent to 2100 calories per person per day and non-food needs consisting of housing, clothing, health, education, transportation, and various other goods and services. Indonesia is one of the developing countries. Judging from September 2019 the country of Indonesia had a percentage of poor people of 9.22%, decreased by 0.19% against March 2019 and decreased by 0.44% against September 2018. While the number of poor people in September 2019 was 24.79 million people, decreased by 0.36 million people against March 2019 and decreased by 0.88 million people against September 2019.

Keywords: Fisherman, Settlement, Majority


Keywords


Fisherman, Settlement, Majority

References


DAFTAR PUSTAKA

Afrizal, 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Wali Press.

Arikunto, 2010. Petode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta

Fauziah Amalia, 2020. Implementasi Program Rumah Khusus Nelayan Di Nagari Koto Nan Tigo IV Hilie Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisis Selatan. Skripsi.Padang:Program Sarjana Universitas Andalas.

Moleong J, Lexy. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Moleong, 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Peraturan Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 20 Tahun 2017 tentang Penyediaan Rumah Khusus.

Raharjo, 1999. Pengantar sosiologi pedesaan dan pertanian. Gadjah Mada University Press.

Ritzer, 2011. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Sonya, Nany.2012. Potensi Kampung Nelayan Sebagai Modal Pemukiman Berkelanjutan Di Tambak Lorok Kelurahan Tanjung Mas. Teknik PWK. 1(1) 11-19.

Sugiyono, 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Alfabeta.

Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang No.1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan pemukiman.

Wilis, Asriadi.2018. kriteria dasar infrasruktur pemukiman pada daerah. contoh kasus daerah Nelayan Koto Sorong. Program studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong.


Full Text: PDF (119-123)

Article Metrics

Abstract View : 118 times
PDF (119-123) Download : 88 times

DOI: 10.57235/jetish.v1i1.76

DOI (PDF (119-123)): https://doi.org/10.57235/jetish.v1i1.76.g70

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Mela Wiwinda, Sri Rahayu, Ikhsan Muharma Putra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.