Persepsi dan Pengetahuan Siswa Mengenai Kesiapsiagaan Banjir Pasca Edukasi

Authors

  • Susilawati Susilawati Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Sahkira Nabila Utami Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Putri Amanda Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Mely Febriani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i1.7775

Keywords:

kulit pisang, penjernih air, air bersih, kesehatan lingkungan

Abstract

Ketersediaan air bersih masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, khususnya di daerah yang belum memiliki sistem pengolahan air yang memadai. Penjernihan air rumah tangga umumnya dilakukan dengan menggunakan bahan kimia seperti tawas dan klorin. Meskipun efektif, penggunaan bahan kimia tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan apabila digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan penjernih air yang ramah lingkungan, mudah diperoleh, dan ekonomis. Kulit pisang merupakan limbah organik rumah tangga yang jumlahnya melimpah dan mengandung senyawa alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan penjernih air. Penelitian ini membahas pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan alami penjernih air rumah tangga melalui metode eksperimen sederhana dengan menggunakan serbuk kulit pisang sebagai media filtrasi. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan kondisi air sebelum dan sesudah proses penjernihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi kulit pisang dalam meningkatkan kejernihan air dan memperbaiki kondisi pH.

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2021). Indeks risiko bencana Indonesia. Jakarta: BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2023). Pedoman mitigasi bencana berbasis sekolah. Jakarta: BNPB.

Fitriani, A. (2024). Peningkatan kesiapsiagaan siswa melalui media edukasi kebencanaan. Jurnal Pendidikan dan Mitigasi Bencana, 7(2), 45–53.

Handayani, R., & Sari, P. D. (2021). Penerapan edukasi kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa sekolah dasar terhadap bencana banjir. Jurnal Pendidikan dan Kebencanaan, 5(2), 77–85.

Iskandar, A., & Rahmawati, N. (2020). Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan penjernih air alami. Jurnal Sains Lingkungan, 8(1), 45–52.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan sekolah tanggap bencana. Jakarta: Kemendikbud.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), UNESCO, & ISDR. (2006). Kajian kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Jakarta: LIPI Press.

Lestari, D. N., & Hidayat, M. (2021). Pemanfaatan kulit pisang sebagai adsorben logam berat dalam air limbah rumah tangga. Jurnal Kimia Terapan Indonesia, 13(2), 112–119.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nuraini, F. (2020). Edukasi mitigasi bencana berbasis lingkungan sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan, 18(3), 34–42.

Pratama, R., & Kurniawan, D. (2025). Peran pendidikan kebencanaan dalam membentuk perilaku mitigasi siswa sekolah dasar. Jurnal Edukasi Tanggap Bencana, 8(1), 12–20.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB. (2019). Modul dasar-dasar kebencanaan. Jakarta: BNPB.

Syarif, A., Nugraha, E., & Hidayat, R. (2022). Disaster education as an effort to improve students’ flood mitigation preparedness. Journal of Geography Education Studies, 4(1), 77–86.

Wibowo, H., & Amelia, S. (2022). Potensi kulit pisang sebagai alternatif penjernih air alami untuk rumah tangga. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan dan Energi Terbarukan, 2(1), 56– 63.

Downloads

Published

2026-03-29

Issue

Section

Articles

Citation Check