Implementasi Civic Culture Melalui Tradisi Tutunggulan Dalam Kehidupan Bermasyarakat di Kampung Palalangon

Authors

  • Neng Rika Susanti Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Dasim Budimansyah Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Nisrina Nurul Insani Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8423

Keywords:

Civic Culture, Tradisi Tutunggulan, Budaya Lokal, Gotong Royong, Partisipasi Masyarakat

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Civic Culture melalui tradisi Tutunggulan pada masyarakat Kristen-Sunda di Kampung Palalangon, Kabupaten Cianjur. Tradisi Tutunggulan yang telah berlangsung sejak sekitar tahun 1980 mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial yang menjadi landasan budaya kewarganegaraan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan pendeta, masyarakat petani, dan generasi muda sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tutunggulan tidak sekadar berfungsi sebagai praktik budaya, melainkan juga sebagai ruang internalisasi nilai-nilai  Civic Culture yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti kerja bakti, kepedulian sosial, dan partisipasi aktif warga. Tradisi ini sekaligus berperan dalam pembentukan civic skills dan civic disposition yang mendorong terwujudnya masyarakat yang toleran, solidaritas, dan partisipatif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almond, G. A., & Verba, S. (1963). The Civic Culture: Political Attitude and Democracy in Five Nations. Boston: Little, Brown and Company.

Arum, A., & Anggraini, S. (2025). Meningkatkan Minat padaBudaya Lokal menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Etnomatematika. Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 3(3), 21–29. https://doi.org/10.51903/bersatu.v3i3.1037

Budimansyah, D. (2010). Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan untuk membangun karakter bangsa. Bandung: Widya Aksara Press.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

González-Valencia, G., Ballbé, M., & Ortega-Sánchez, D. (2020). Global citizenship and analysis of social facts: Results of a study with pre-service teachers. Social Sciences, 9(5), 65. https://doi.org/10.3390/socsci9050065

Insani, N. N. (2023). Bibliometric analysis: Civic education e-learning for digital civic skill. Dalam Proceedings of the 4th Annual Civic Education Conference (ACEC 2022) (hlm. 759–771). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-096-1_80

Insani, N. N., Karim, A. A., Komalasari, K., & Rahmat, R. (2025). Digital citizenship skills survey in high school. SOSIOEDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Sosial, 14(4), 2452–2461. https://doi.org/10.36526/sosioedukasi.v14i4.6458

Kalidjernih, FK. (2010). Kamus Studi Kewarganegaraan; Perspektif Sosiologikal dan Politikal. Bandung: Widya Aksara Press.

Maliyanti. (2019). Pelestarian budaya lokal di era globalisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 4(2), 123–130.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Y., Huraerah, A., & Martiawan, R. (2019). Kebijakan pengembangan destinasi pariwisata Cianjur Selatan di Kabupaten Cianjur Jawa Barat. JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 9(1), 490-511.

Prayogi, R., & Danial, E. (2016). Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Pada Suku Bonai Sebagai Civic Culture Di Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Humanika, 23(1), 61. https://doi.org/10.14710/humanika.23.1.61-79

Sapriya, & Wahab, A. A. (2023). Teori dan Landasan Pendidikan Kewarganegaraan. PT Remaja Rosdakarya.

Setiawan, Deny. (2012). Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Karakter Melalui Penerapan Pendekatan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Makalah disampaikan pada Seminar Internasional dan Konferensi Internasional Pendidikan Dasar dengan tema “Early- Childhood Education: Active, Creative, Joyful”. Medan: Universitas Negeri Medan 6-7 Juli 2012.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suhendar, T. M. R., Sapriya, S., & Insani, N. N. (2025). Integrasi nilai Civic Culture dari upacara adat Wuku Taun dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(9), 10739–10752. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i9.9262

Tilaar, H. A. R. (2015). Kebudayaan dan pendidikan: Tantangan masa depan Indonesia dalam era globalisasi. Grasindo.

Trisiana, A. (2020). Model pendidikan kewarganegaraan dalam penguatan karakter bangsa di era globalisasi. Jurnal Civic-Culture, 14(1), 11–20.

Wahidmurni, D., & Ridho, A. (2010). EvaluasiPembelajaran. Yogyakarta: NuhaLitera.

Winarni, E. W. (2021). Teori dan Praktik Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R & D. Bumi Aksara.

Winataputra, S.U. & Budimansyah, D. 2007. Civic Education, Konteks, Landasan, Bahan Ajar Dan Kultur Kelas. Bandung. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan.

Winataputra, U. S., & Budimansyah, D. (2012). Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Internasional (Konteks, Teori, dan Profil Pembelajaran). Bandung: Widya Aksara Press

Wulandari, W., Cahyana, A., & Falah, A. M. (2021). Perkembangan kesenian Tutunggulan Kampung Sambawa Kabupaten Tasikmalaya. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 9(3), 215-222.

Downloads

Published

2026-07-16

Citation Check