Produksi Bibit Durian (Durio Zibethinus L.) Dengan Metode Sambung Pucuk di UPTD Benih Induk Hortikultura Gedung Johor Sumatera Utara

Authors

  • Agnes Banjarnahor Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Christnamy Ayu Pertiwi Sihole Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Desi Kristina Hutagalung Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Lastria Oktaviana Simbolon Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Linda Lestari Sianipar Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Sulvin Kurnia Gulo Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Aswarina Nasution Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8430

Keywords:

Durian, Sambung Pucuk, Perbanyakan Vegetatif, Produksi Bibit, Hortikultura

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Benih Induk Hortikultura Gedung Johor, Provinsi Sumatera Utara, dengan tujuan untuk menganalisis proses produksi bibit durian (Durio zibethinus L.) melalui metode sambung pucuk, mengkaji tahapan pelaksanaannya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keberhasilan teknik tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui praktik kerja lapangan yang meliputi observasi, partisipasi aktif, dan pendampingan teknis oleh pembimbing lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sambung pucuk merupakan metode perbanyakan vegetatif yang efektif dalam menghasilkan bibit durian unggul karena mampu mempertahankan sifat genetik tanaman induk serta mempercepat masa berbuah. Proses produksi bibit dilakukan melalui tahapan sistematis, yaitu persiapan batang bawah dari hasil persemaian biji, pemilihan entres dari tanaman induk yang sehat dan produktif, proses penyambungan dengan memperhatikan kesesuaian kambium, pengikatan sambungan, serta perawatan pasca sambung melalui penyungkupan untuk menjaga kelembapan dan stabilitas lingkungan. Keberhasilan sambung pucuk ditandai dengan terbentuknya hubungan jaringan yang baik antara batang bawah dan entres serta munculnya tunas baru. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan meliputi kualitas bahan tanam, ketepatan teknik penyambungan, penanganan entres sebelum penyambungan, serta kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya. Dengan demikian, teknik sambung pucuk memiliki peranan penting dalam mendukung penyediaan bibit durian berkualitas tinggi, namun memerlukan ketelitian, keterampilan, dan pengelolaan lingkungan yang optimal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daniata. (2020). Awet Muda Dengan Durian dan Buah-Buahan Khas Nusantara. Yogyakarta: Grafindo Litera Media.

Hasanah, U., Patriani, P., & Gusmayanti, E. (2019). Uji beberapa macam teknik sambung pucuk terhadap keberhasilan sambungan bibit durian (Durio zibethinus L.). Jurnal Sains Pertanian Equator, 8(3), 1–8.

Liwanza, N., Sari, M., & Yusuf, M. (2019). Keberhasilan sambung pucuk durian (Durio zibethinus L.) akibat perlakuan cara dan lama penyimpanan batang atas. Agrium: Jurnal Ilmu Pertanian, 16(2), 101–108.

Mardudi.,Selviyanty,E.,Suardi,A.B.(2021). Durian Variety (Durio zibethinus L.) In Kota Bahagia District, South Aceh, Indonesia. Jurnal Biologi Tropis. 21(1). 42-51.

Saputra, N., Syafrinal, & Putra, R. (2019). Pengaruh umur pohon entres terhadap persentase keberhasilan sambung pucuk durian. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau, 6(1), 1–10.

Zainal, Z. A., & Mundjanah, M. (2023). A Techniques Of Durian (Durio Zibethinus L.) Propagation Vegetative: Teknik Perbanyakan Tanaman Durian (Durio Zibethinus L.) Secara Vegetatif. Median: Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta, 15(1), 19-26.

Downloads

Published

2026-07-16

Citation Check