Kegagalan Reklamasi Pascatambang sebagai Bentuk Harm Lingkungan: Kajian Green Criminology
DOI:
https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8441Keywords:
Reklamasi Pascatambang, Environmental Harm, Green Criminology, Tata Kelola Lingkungan, Kabupaten BatanghariAbstract
Aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, menunjukkan persoalan serius dalam pelaksanaan reklamasi pascatambang. Meskipun secara administratif pemegang izin tambang wajib melakukan reklamasi, pelaksanaannya bersifat formalitas yang lebih berorientasi pada dokumen ketimbang pemulihan ekologis. Kondisi di lapangan memperlihatkan masih banyaknya lubang tambang terbengkalai, dominasi lahan terbuka, minimnya revegetasi, serta penurunan kualitas lingkungan pada kawasan pascatambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan reklamasi pascatambang sebagai bentuk environmental harm melalui perspektif Green Criminology, serta mengkaji bagaimana lemahnya pengawasan pemerintah dan relasi negara-korporasi turut memperburuk kondisi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, serta analisis peta tutupan lahan. Hasil penelitian mempertegas bahwa reklamasi yang tidak dijalankan optimal bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan berujung pada kerusakan ekologis serius yang merugikan masyarakat dan generasi mendatang.
Downloads
References
Bradshaw, E. A. (2014). State-corporate environmental cover-up: The response to the 2010 Gulf of Mexico oil spill. State Crime Journal, 3(2), 163–181. https://doi.org/10.13169/statecrime.3.2.0163
Brisman, A., & South, N. (Eds.). (2020). Routledge international handbook of green criminology (2nd ed.). Routledge.
Burger, J. A., & Zipper, C. E. (2009). Restoring the value of forests on reclaimed mined land. Virginia Cooperative Extension, Virginia Polytechnic Institute and State University.
Fitriyanti, R. (2016). Pertambangan batubara: Dampak lingkungan, sosial dan ekonomi. Jurnal Redoks, 1(1), 34–40.
Jambi Ekspres. (2022, December 26). Sebagian kawasan tambang batu bara Jambi belum direklamasi, tambang paling luas ada di kabupaten ini. https://jambiekspres.disway.id/read/656020/sebagian-kawasan-tambang-batu-bara-jambi-belum-direklamasi-tambang-paling-luas-ada-di-kabupaten-ini
Jambi Link. (2025, March 6). Breaking news! Polda Jambi dan Kementerian ESDM turun ke Koto Boyo, investigasi lubang tambang yang tak direklamasi. https://jambilink.id/post/3551/breaking-news-polda-jambi-dan-kementerian-esdm-turun-ke-koto-boyo-investigasi-lubang
Jambi Update. (2025, August 5). Soal jamrek tambang batu bara, Perkumpulan Hijau sebut 95 persen bekas tambang di Jambi belum direklamasi. https://www.jambiupdate.co/read/2025/08/05/119432/soal-jamrek-tambang-batu-bara-perkumpulan-hijau-sebut-95-persen-bekas-tambang-di-jambi-belum-direklamasi/
JambiUpdate.Co. (2025, March 10). Respon lubang tambang tak direklamasi di Koto Boyo Batanghari, Bupati Fadhil: Kabupaten tak punya kewenangan. https://www.jambiupdate.co/read/2025/03/10/117997/respon-lubang-tambang-tak-direklamasi-di-koto-boyo-batanghari-bupati-fadhil--kabupaten-tak-punya-kewenangan/
Lynch, M. J., & Stretesky, P. B. (2003). The meaning of green: Contrasting criminological perspectives. Theoretical Criminology, 7(2), 217–238.
Lynch, M. J., Long, M. A., & Stretesky, P. B. (2018). Green criminology and native peoples: The treadmill of production and the killing of indigenous environmental activists. Critical Criminology, 26(1), 77–92.
Marvasti, A. B. (2004). Qualitative research in sociology. Sage Publications.
Meidiana, A. (2022). Analisis green criminology terhadap penambangan batu bara di wilayah Kalimantan Timur [Tugas karya akhir, Universitas Indonesia]. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. https://lib.ui.ac.id/detail.jsp?id=20527242#digital#digital
Rynaldi, A., Siregar, R. A., & Kinssy, G. (2025). Kajian kriminologi hijau terhadap studi kasus Danau Kaolin. Rio Law Jurnal, 1(2), 487–492. https://doi.org/10.36355/rlj.v6i1
Tombs, S. (2012). State-corporate symbiosis in the production of crime and harm. State Crime Journal, 1(2), 170–195. https://www.jstor.org/stable/41937906
White, R. (2013). Environmental harm: An eco-justice perspective. Policy Press.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Adzra Salsabila Fitri, Mohammad Irvan Olii

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors are copyright holders and maintain author rights in accordance with the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or comparable license. While holding these rights, authors grant the JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health (publisher of JETISH) a non-exclusive right to the first publication of their articles, including abstracts. This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article to the widest possible readership in electronic format. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other sources.










