Hubungan Diameter Pohon Inang Terhadap Kelimpahan Paku Sarang Burung (Asplenium nidus) di Taman Wisata Alam Sibolangit

Authors

  • Alya Zakia Azzahra Nasution Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nabila Syahfitri Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Najwa Al Mukarromah Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nazwa Syafitri Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8577

Keywords:

Asplenium nidus, diameter pohon inang, epifit, kelimpahan

Abstract

Asplenium nidus L. merupakan tumbuhan paku epifit yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh karakteristik pohon inang. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kelimpahan tumbuhan ini adalah diameter pohon inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diameter pohon inang terhadap kelimpahan Asplenium nidus di Taman Wisata Alam Sibolangit, Sumatera Utara. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dengan pengambilan data melalui pengukuran diameter pohon inang dan penghitungan jumlah individu A. nidus. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter pohon inang memiliki hubungan positif dan signifikan dengan jumlah individu A. nidus (r = 0,736; p = 0,037). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,541 menunjukkan bahwa diameter pohon mampu menjelaskan 54,1% variasi jumlah individu A. nidus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar diameter pohon inang, semakin tinggi kelimpahan A. nidus yang ditemukan. Dengan demikian, diameter pohon inang merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberadaan A. nidus di Taman Wisata Alam Sibolangit.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fatahillah, I., Lestari, I. F., Salsabila, K., Pratiwi, R., Amalia, T., Septiyaningsih, A., Kulsum, U., Ristanto, R. H., and Sedayu, A. (2018). Inventarisasi Tumbuhan Paku di Jalur Ciwalen Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Jawa Barat. Biogenesis Jurnal Ilmiah Biologi, 6(1): 43-51.

Lubis, R., Nopriyeni, Pariyanto, Nasral, & Hartati, M. S. (2023). Keanekaragaman tumbuhan epifit dan parasit di Hutan Pendidikan dan Pelatihan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS), 2(1), 28-39. https://doi.org/10.36085/jrips.v2i1.474

Meliasa, M., Wahid, M., Sari, A. P., Tahar, M., & Muis, N. (2025). Keanekaragaman dan sebaran tumbuhan paku (Pteridophyta) di Desa Siraun, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 13(2), 939-949. https://e-journal.undikma.ac.id/index.php/bioscientist

Nursanti, & Hardiyanti, R. (2024). Jenis-jenis epifit dan liana di hutan sekunder dataran rendah Sebapo Institut pascakebakaran. Jurnal Silva Samalas. Journal of Forestry and Plant Science, 7(2).

Nursanti, N., Saleh, Z., Rhamadhani, F., & Dinanty, F. (2024). Epifit dan liana di hutan sekunder dataran rendah Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science, 7(2), 1-13.

Raunsay, E. K., Akobiarek, M., & Ruamba, M. Y. (2020). Distribusi vertikal Asplenium nidus L. Di Kawasan Hutan Imbowiari, Kepulauan Yapen, Papua. Sylva Lestari, 8(3), 390–399.

Seshadri, S., Sparks, J. P., Kharouba, H. M., & Gilbert, G. S. (2021). Persistent effects of historical selective logging on a vascular epiphyte assemblage. Frontiers in Forests and Global Change, 4, 727422. https://doi.org/10.3389/ffgc.2021.727422

Tjitrosoepomo, G. (2020). Morfologi Tumbuhan. UGM Press, Yogyakarta.

Downloads

Published

2026-07-16

Citation Check