Normalisasi Pekerjaan Usia Sekolah: Analisis Sosiologis Terhadap Praktik Kehadiran Siswa yang Bekerja di MA Miftahul Islam Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo
DOI:
https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8615Keywords:
Pekerja Anak, Ketidakhadira Siswa, Normalisasi Sosial, Konstruksi Sosial, Pendidikan.Abstract
Fenomena siswa yang bekerja sambil bersekolah masih ditemukan di MA Miftahul Islam Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian siswa mengalami ketidakhadiran, keterlambatan, serta rendahnya keterlibatan dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, praktik tersebut cenderung diterima dan dianggap sebagai hal yang wajar oleh keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Penelitian ini dilakukan karena kajian mengenai pekerja anak selama ini lebih banyak berfokus pada faktor penyebab dan dampaknya terhadap pendidikan, sementara proses sosial yang membentuk penerimaan dan normalisasi terhadap praktik ketidakhadiran siswa yang bekerja masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses normalisasi pekerjaan usia sekolah serta memahami bagaimana praktik ketidakhadiran siswa yang bekerja dimaknai dan diterima oleh keluarga, guru, dan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus karena memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai realitas sosial yang dialami siswa yang bekerja dalam konteks lingkungan pendidikan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 19 informan yang terdiri atas siswa yang bekerja, orang tua, guru, dan teman sebaya. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang bekerja cenderung mengalami penurunan konsistensi kehadiran, keterlibatan belajar yang rendah, serta kesulitan memahami materi pembelajaran akibat tuntutan pekerjaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa praktik pekerjaan usia sekolah mengalami proses normalisasi melalui konstruksi sosial yang dibentuk oleh keluarga, teman sebaya, masyarakat, dan sekolah. Faktor ekonomi keluarga, lingkungan sosial budaya, serta latar belakang pendidikan orang tua menjadi faktor yang memengaruhi keberlangsungan praktik tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa normalisasi pekerjaan usia sekolah merupakan proses sosial yang membuat praktik bekerja sambil sekolah diterima dan dimaklumi sebagai bagian dari realitas kehidupan sehari-hari. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji fenomena serupa pada berbagai jenjang pendidikan dan wilayah yang berbeda guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai normalisasi pekerjaan usia sekolah dan implikasinya terhadap keberlangsungan pendidikan anak.
Downloads
References
Abdullah, Alhassan, Clifton R. Emery, and Lucy P. Jordan. 2022. “Social Norms and Family Child Labor : A Systematic Literature Review.” Internasional Journal of Environmental Research and Public Health no, 19:1–3.
Aniza, Karnia Nur. 2023. “The Impact of School Attendance on Child Working: Case from School Operational Assistance.” Jurnal Perencanaan Pembangunan no, 1:1–4.
Anon. n.d. Al-Qur’an.
Dessy M Alang et al. 2025. ““Kajian Yuridis Larangan Pekerja Anak Dalam Pasal 68 Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.” Dessy M Alang et Al., “Kajian Yuridis Larangan Pekerja Anak Dalam Pasal 68 Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003,” CONSTITUO: Journal of State and Political Law Research 4,.
Excel, Fedri, and Junaidi Junaidi. 2025. “Studi Fenomenologi Motif Siswa SMAN 1 Sungai Puar Agam Memilih Bekerja Sambilan.” Jurnal Kajiaan Sosiologi Dan Pendidikan no, 2,:163–74.
Hermina, Dina, and Nuril Huda. 2024. “Memahami Populasi Dan Sampel : Pilar Utama Dalam Penelitian Kuantitatif.” Jurnal Syintax Adminiration 5(12):5941.
Indonesia, Undang-undang Dasar Negara, Republik Indonesia, and Yang Maha Esa. 1945. “Negara Republik Indonesia Tahun 1945.” 1945.
Jumardi. 2024. “Fenomena Pekerja Anak Sekolah: Keberlanjutan Pendidikan Anak Di Kawasan Tambang Pasir.”
Karaeng, Sriyatni Petrus. n.d. “Bekerja Dan Sekolah: Studi Pada Anak Di Desa Lambanan Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa.” Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat no. 1,(1):99–108.
Lingga Fahrurrosi et al. 2025. “Analisis Kewajiban Menuntut Ilmu Dalam Islam Perpspektif Al- Qur ’ an Dan Hadis,.” Jurnal Pendidikan Islam.
Santoso, Katamso Noto. 2025. “Pekerja Anak Tercatat Naik 2,17 Persen Pada 2024.”
Satriawan, Dodi. 2021. “Pekerja Anak Sektor Informal Di Indonesia: Situasi Terkini Dan Tantangan Ke Depan (Analisis Data Susenas 2019).” Jurnal Ketenagakerjaan 16(1):1–12.
Susi Ramadhani. 2020. “‘Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Permasalahan Pekerja Anak Di Sektor Informal Dalam Kajian Sosiologis Yuridis,.’” University of Bengkulu Law Journal, No. 1.
Thalib, Mohammad Anwar. 2022. “Pelatihan Analisis Data Model Miles Dan Huberman Untuk Riset Akuntansi Budaya.” Ilmiah, Madani Jurnal Pengabdian no. 1,:23–33.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Asih Rindi, Babul Bahrudin, Fika Anjana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors are copyright holders and maintain author rights in accordance with the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or comparable license. While holding these rights, authors grant the JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health (publisher of JETISH) a non-exclusive right to the first publication of their articles, including abstracts. This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article to the widest possible readership in electronic format. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other sources.










