Identifikasi Potensi Wellness Tourism di Desa Wisata Jagalan Kabupaten Bantul

Authors

  • Prastiwi Damaryanti Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, Indonesia
  • Amin Kiswantoro Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8628

Keywords:

Wellness Tourism, Identifikasi Potensi, Dimensi Wellness, Desa Wisata Jagalan, Kualitatif

Abstract

Desa Wisata Jagalan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki potensi sebagai destinasi wisata heritage yang kaya akan peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Islam. Sedangkan, potensi wellness tourism yang secara alami terdapat di desa ini masih bersifat implisit dan belum dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wellness tourism di Desa Wisata Jagalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pemandu wisata, pengelola desa wisata, dan wisatawan; observasi lapangan; dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Jagalan memiliki potensi wellness tourism berdasarkan enam dimensi wellness Hettler (1980). Penelitian ini menyimpulkan bahwa desa wisata ini memiliki modal alami yang kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wellness tourism. Penelitian ini merekomendasikan untuk menambah aktivitas interaktif dan narasi wellness oleh pemandu wisata agar mengoptimalkan potensi wellness tourism di Desa Wisata Jagalan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Altamira, M. B., & Putri, K. D. A. P. (2025). Sustainable tourism behaviour through walking tour: A qualitative study to walking tour participants in Jakarta. Journal of Indonesian Tourism and Policy Studies, 10(1), 1-8.

Burdick, A. A. V., & Camhi, S. M. (2024). The effects of a guided mindful walk on mental health in university students. International Journal of Exercise Science, 17(5), 590-601.

Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. (2026). Bantul: The Harmony of Nature and Culture. Bantul: Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul.

Global Wellness Institute. (2023). The global wellness economy: Country rankings. GWI.

Hettler, B. (1980). The six dimensions of wellness. National Wellness Institute.

Hidayati, A., Pidada, I. A. Y. S. D. U., & Jumraidin. (2024). Pengembangan paket wisata wellness di Desa Wisata Karang Sidemen. Jurnal Ilmiah Hospitality, 13(1), 19-26.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Rifani, B. Y. (2025). Potensi pasar tradisional dalam pengembangan wellness tourism: Studi kasus Pasar Gede, Surakarta. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 10(2), 109-122.

Smith, M., & Puczkó, L. (2009). Health and wellness tourism. Butterworth-Heinemann.

Titisari, E. Y., Almaasah, F. N., Antariksa, & Ridjal, A. M. (2024). Heritage tourism development strategy with a wellness concept for old town post-Covid-19: A case study of Tangerang Old Town. International Journal of Architecture and Urbanism, 9(2), 331-340.

Voigt, C., & Pforr, C. (Eds.). (2014). Wellness tourism: A destination perspective. Routledge.

Widarini, P. S. I., Wijaya, M., & Muhammad, A. (2022). Wellness and herbal tourism based on local wisdom as an alternative to 'new normal' tourism. Jurnal Komunikasi, 14(2), 299-321.

Downloads

Published

2026-07-16

Citation Check