Hubungan Pengetahuan Sanitasi Lingkungan Dengan Keluhan Gangguan Pencernaan pada Siswa Kelas VIII SMPN 28 Medan Johor
DOI:
https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8802Keywords:
sanitasi lingkungan, pengetahuan, edukasi kesehatan, gangguan pencernaan, siswa sekolah.Abstract
Sanitasi lingkungan merupakan upaya pengelolaan faktor lingkungan untuk mencegah munculnya kondisi yang mendukung perkembangan vektor penyakit. Sanitasi yang buruk, seperti adanya genangan air, penumpukan sampah, dan pengelolaan limbah yang tidak memadai, dapat menyediakan habitat bagi vektor seperti nyamuk, lalat, dan tikus.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan sanitasi lingkungan dengan keluhan gangguan pencernaan serta menganalisis efektivitas penyuluhan sanitasi lingkungan terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Medan Johor. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa SMP Negeri 28 Medan Johor yang berjumlah 785 siswa. Pemilihan kelas dilakukan dengan purposive sampling berdasarkan rekomendasi pihak sekolah. Selanjutnya seluruh siswa pada kelas terpilih dijadikan responden menggunakan teknik total sampling terdiri dari 31 responden pada kelas 8. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sanitasi lingkungan dan lembar identifikasi keluhan gangguan pencernaan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi siswa dengan tingkat pengetahuan sanitasi lingkungan kategori baik meningkat dari 51,6% pada pre-test menjadi 80,6% pada post-test. Sebagian besar responden tidak mengalami keluhan gangguan pencernaan (67,7%), sedangkan 32,3% responden mengalami keluhan gangguan pencernaan. Hasil Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sanitasi lingkungan dengan keluhan gangguan pencernaan (p < 0,001). Selain itu, hasil Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian penyuluhan sanitasi lingkungan (Z = -3,317; p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan sanitasi lingkungan berhubungan dengan keluhan gangguan pencernaan pada siswa dan penyuluhan sanitasi lingkungan efektif meningkatkan pengetahuan siswa. Peningkatan edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Mardhiyah, A., Siregar, N., & Harahap, R. (2024). Hubungan pengetahuan sanitasi lingkungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa sekolah menengah. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(1), 45–53.
Pratama, D., Fitriani, Y., & Nugraha, A. (2023). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan sanitasi lingkungan pada siswa sekolah. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(2), 120–128.
Rahmawati, E., Putri, S., & Sari, D. (2024). Hubungan perilaku higiene dengan kejadian gangguan pencernaan pada anak usia sekolah. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(3), 175–183.
Sari, N., Handayani, D., & Putri, R. (2023). Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada anak usia sekolah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 85–92.
UNESCO. (2023). Ready to learn and thrive: School health and nutrition around the world. UNESCO.
United Nations. (2024). The Sustainable Development Goals Report 2024. United Nations.
World Health Organization, & United Nations Children's Fund. (2024). Progress on drinking water, sanitation and hygiene in schools 2015–2023: Special focus on menstrual health. World Health Organization.
Wulandari, F., Nasution, A., & Harahap, S. (2024). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan praktik sanitasi lingkungan pada siswa sekolah menengah. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 19(1), 34–42.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Meutia Nanda, Annisa Ananda, Dinda Aulia Putri, Nazla Huwaida Hasibuan, Putri Anggi Marsanda HRP

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors are copyright holders and maintain author rights in accordance with the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or comparable license. While holding these rights, authors grant the JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health (publisher of JETISH) a non-exclusive right to the first publication of their articles, including abstracts. This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article to the widest possible readership in electronic format. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other sources.










