Korelasi Tingkat Pengetahuan Pedagang Dengan Kepadatan Lalat di Pasar Tradisional Pancur Batu Kota Medan

Authors

  • Meutia Nanda Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Zahra Kayla Mazril Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Salsabilla Aishya Khaiyath Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Syifa Amalia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Kusnur Kholijah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8817

Keywords:

Kepadatan Lalat, Pengetahuan Pedagang, Sanitasi Lingkungan, Pasar Tradisional, Vektor Penyakit

Abstract

Sanitasi lingkungan pasar tradisional merupakan faktor penting dalam mencegah berkembangnya vektor penyakit seperti lalat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan pedagang mengenai sanitasi lingkungan serta mengukur kepadatan lalat di Pasar Tradisional Pancur Batu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 50 pedagang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan pedagang dan observasi langsung menggunakan metode fly grill pada tiga lokasi pengamatan, yaitu Tempat Pembuangan Sementara (TPS), area pedagang ikan, dan kamar mandi/WC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang memiliki tingkat pengetahuan kategori sangat baik (22%), baik (48%), cukup baik (20%), kurang baik (8%), sangat tidak baik (2%). Pengukuran kepadatan lalat menunjukkan rata-rata kepadatan tertinggi ditemukan pada area TPS sebesar 5,0 ekor per menit, diikuti area pedagang ikan sebesar 3,0 ekor per menit, dan terendah pada kamar mandi/WC sebesar 1,0 ekor per menit. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan pedagang mengenai sanitasi lingkungan tergolong baik, kepadatan lalat masih ditemukan terutama pada area yang memiliki akumulasi sampah organik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan sampah yang lebih optimal serta pemeliharaan sanitasi lingkungan secara berkelanjutan untuk mengendalikan populasi lalat dan menciptakan lingkungan pasar yang lebih sehat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arif, M., Siregar, R., & Harahap, D. (2023). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kepadatan lalat di pasar tradisional. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 45–53.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN): Capaian kinerja pengelolaan sampah tahun 2021. https://sipsn.menlhk.go.id

Lawan, M., Yusuf, A., & Hasanah, N. (2022). Faktor lingkungan yang berhubungan dengan kepadatan lalat di pasar tradisional. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 98–106.

Nainggolan, R. (2022). Sanitasi lingkungan pasar tradisional sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(2), 85–93.

Nanda, M., Damanik, K. S., Ramadhanu, S., Zaki, A., & Lestari, P. (2025). Faktor lingkungan yang berhubungan dengan kepadatan lalat di Pasar Pendidikan Medan Timur. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 4(1).

Nanda, M., Nayla, I., Rahmanda, L., Sintia, P., Jawahir, A., & Ritonga, S. A. (2025). Korelasi tingkat pengetahuan pedagang dengan kepadatan lalat di Pasar Kampung Lalang Kota Medan. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 4(1).

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. (2023).

Rahmawati, E., Putri, D., & Handayani, S. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan pedagang dengan praktik higiene dan sanitasi di pasar tradisional. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 19(1), 55–63.

World Health Organization. (2023). Vector-borne diseases. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/vector-borne-diseases

World Health Organization. (2024). Sanitation. https://www.who.int/health-topics/sanitation

Downloads

Published

2026-07-16

Citation Check