Strategi Kesdam IV/Diponegoro Dalam Rangka Peningkatan Kesehatan Prajurit Guna Mendukung Pelaksanaan Tugas Operasi

Authors

  • Disen Fajar Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Suradi AS Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Sugiri Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8838

Keywords:

tugas operasi militer, TRISAKTI MIL MED, kesiapan operasi.

Abstract

Kesehatan prajurit merupakan faktor strategis yang menentukan kesiapan personel dan keberhasilan pelaksanaan tugas operasi militer. Secara normatif, sistem kesehatan militer harus mampu menyelenggarakan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara terpadu guna menjamin kesiapan fisik dan mental prajurit. Namun, kondisi aktual menunjukkan masih meningkatnya penyakit tidak menular pada prajurit usia produktif, tingginya tekanan fisik dan mental selama operasi, keterbatasan fasilitas kesehatan di beberapa wilayah, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi kesehatan dan sistem monitoring kesehatan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Kesdam IV/Diponegoro dalam mewujudkan sistem kesehatan militer yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kesehatan prajurit, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi strategi kesehatan, serta merumuskan Pendekatan Model TRISAKTI MIL MED (Military Medical Strategic Synergy) dalam meningkatkan kesehatan prajurit di Kesdam IV/Diponegoro. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan Teori Strategi Michael E. Porter (1996), Teori Strategi Clausewitz (1976), Teori Manajemen Krisis Kesehatan, Perry dan Lindell (2020), Evidence-Based Military Health Strategy oleh Adam et al. (2020), dan Preventive Military Medicine oleh Smith dan Roberts (2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kesehatan prajurit telah dilaksanakan melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara terpadu dengan dukungan komando, organisasi kesehatan, tenaga kesehatan, serta perkembangan teknologi kesehatan. Adapun kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas kesehatan, meningkatnya penyakit tidak menular, belum optimalnya digitalisasi layanan kesehatan, serta tekanan fisik dan mental selama operasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendekatan Model TRISAKTI MIL MED mampu memperkuat sistem kesehatan militer melalui penguatan kesehatan preventif, dukungan kesehatan operasional, serta pembangunan ketahanan fisik dan mental prajurit secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan modernisasi sistem kesehatan militer, optimalisasi teknologi kesehatan, penguatan layanan preventif dan kesehatan mental, serta peningkatan kolaborasi kesehatan sipil dan militer untuk mendukung kesiapan operasi secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abror, S. (2025). Strengthening health system resilience through governance reform. International Journal of Health Governance.

Adam, T., de Savigny, D., & Bossert, T. (2020). Evidence-based health systems strengthening: Concepts and applications. World Health Organization.

Casey, A. (2025). Preface to the special issue of BMJ Military Health on future military human performance. BMJ Military Health.

Clausewitz, C. von. (1976). On war (M. Howard & P. Paret, Eds. & Trans.). Princeton University Press. (Original work published 1832).

Falconer Hall, T., et al. (2024). Operational patient care pathway: Building pragmatic medical interoperability through health engagement. BMJ Military Health.

Hidayat, A. (2020). Manajemen kesehatan prajurit dalam mendukung kesiapan operasi militer. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 10(2), 125–139.

Kesdam IV/Diponegoro. (2022). Laporan program pembinaan kesehatan prajurit Tahun 2022. Kesdam IV/Diponegoro.

Markas Besar TNI Angkatan Darat. (2025). Arahan Kepala Staf Angkatan Darat pada Rapat Evaluasi Bidang Kesehatan TNI AD Tahun 2025. Mabes TNI AD.

Middleton, E., et al. (2024). AI for defence: Readiness, resilience and mental health. Defence Technology.

Perry, R. W., & Lindell, M. K. (2020). Preparedness for emergency management: Principles and practice. Wiley.

Porter, M. E. (1996). What is strategy? Harvard Business Review, 74(6), 61–78.

Prasetyo, A. (2020). Strategi pelayanan kesehatan militer dalam mendukung kesiapan operasi TNI. Jurnal Manajemen Pertahanan, 6(2), 87–101.

Putra, A. R., & Suryani, D. (2022). Analisis faktor kesehatan prajurit dalam mendukung kesiapan operasi militer. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 156–168.

Rahman, A. (2018). Manajemen kesehatan militer sebagai bagian dari sistem pertahanan negara. Jurnal Ilmu Pertahanan, 8(1), 75–89.

Santoso, B. (2021). Transformasi sistem kesehatan militer berbasis teknologi dalam mendukung kesiapan operasi. Jurnal Pertahanan Indonesia, 11(1), 41–56.

Smith, J., & Roberts, P. (2020). Preventive military medicine: Principles and practice. Military Medicine Press.

Sulistiadi, W. (2023). Health policy reform through strengthening Indonesia's health resilience system. Journal of Public Health Research.

Sulistiadi, W., Wasir, R., Ayuningtyas, D., et al. (2024). Building health systems resilience: Understanding the social, economic, and cultural impacts of climate change from stakeholders' perspectives in Indonesia. F1000Research, 13, Article 771.

The Times. (2024). One in five British soldiers medically unfit for deployment.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 105.

United States Army. (2025). Comprehensive Soldier and Family Fitness (CSF2) Program. Department of the Army.

Utami, R. (2020). Promosi kesehatan dan mitigasi penyakit pada personel militer. Jurnal Kesehatan Indonesia, 12(1), 45–56.

de Vries, H. J., van der Wal, S. J., Delahaij, R., Venrooij, W., & Kamphuis, W. (2025). Real time monitoring of military health and readiness: A perspective on future research. BMJ Military Health.

Wirawan, H. (2021). Pengembangan kebijakan kesehatan militer berbasis organisasi. Jurnal Kebijakan Publik Indonesia, 12(1), 55–67.

World Health Organization. (2021). Health emergency and disaster risk management (Health EDRM) framework. World Health Organization.

Yuliana, D. (2019). Evaluasi strategi pelayanan kesehatan militer dalam meningkatkan kesiapan prajurit. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 7(2), 133–144.

Downloads

Published

2026-07-16

Citation Check