Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Keberadaan Lalat Sebagai Vektor Penyakit di Pasar Tradisional Peringgan Kota Medan

Authors

  • Meutia Nanda Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Rezky Khabiza Syahdu Universitas Islam Negeri Sumatra Utara, Indonesia
  • Rifa Dwi Ramadhani Universitas Islam Negeri Sumatra Utara, Indonesia
  • Shella Pritty Pinasty Ritonga Universitas Islam Negeri Sumatra Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8844

Keywords:

Sanitasi Lingkungan; Keberadaan Lalat; Vektor Penyakit; Pasar Tradisional

Abstract

Sanitasi yang kurang baik di pasar tradisional dapat menyebabkan meningkatnya jumlah lalat yang berperan sebagai pembawa penyakit. Kondisi seperti pengelolaan sampah yang buruk, saluran pembuangan yang tidak terurus, serta rendahnya kebersihan lingkungan dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sanitasi lingkungan terhadap banyaknya lalat sebagai penyebar penyakit di Pasar Tradisional Peringgan, Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan teknik pengambilan sampel secara purposif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 278 pedagang, dengan 40 orang responden sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan daftar cek serta pengamatan terhadap jumlah lalat, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi sanitasi lingkungan dinyatakan kurang baik, yaitu sebanyak 20 responden (50,0%). Hasil pengamatan menemukan bahwa lalat paling banyak terdapat di daerah tempat sampah dengan rata-rata 12,8 ekor per menit, diikuti oleh area pedagang ayam dengan 11,8 ekor per menit, dan saluran pembuangan dengan 10,8 ekor per menit. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi r = -0,948 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat serta arah hubungan negatif antara sanitasi lingkungan dan jumlah lalat sebagai penyebar penyakit. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik sanitasi lingkungan, semakin sedikit jumlah lalat yang terdapat di pasar tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memperbaiki sanitasi lingkungan melalui pengelolaan sampah, perawatan saluran pembuangan, serta menjaga kebersihan pasar secara terus-menerus.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmadi, U. F. (2020). Kesehatan lingkungan: Teori dan aplikasi. Rajawali Pers.

Hutasuhut, V. A. (2022). Analisis kepadatan lalat pada pedagang ikan di Pasar Tradisional Kampung Lalang. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia.

Ikbal, M. (2023). Hubungan Sanitasi Pasar Dengan Kepadatan Lalat Pada Pasar Induk Minasa Maupa Kabupaten Gowa. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 23(2), 216-225.

Kusuma, Y. A., Sudarni, D. H. A., & Nalurita, B. T. (2025). Pemanfaatan sampah organik sebagai media budidaya lalat BSF untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Jurnal Pengabdian 110-119. Masyarakat, 2(2), https://doi.org/https://doi.org/10.38 073/almuazarah.v2i2.2130

Nanda, M., Harahap, W. A., Manalu, N. S. A., Nashirah, S., Utami, D. S., Natalia, A. S., Perdana, S. W., & Fachrurrizal. (2024). Hubungan sanitasi pasar dengan tingkat kepadatan lalat di Pasar Tradisional Pancur Batu. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 6(1), 244–251.

Nanda, M., Nayla, I., Rahmanda, L., Sintia, P., Jawahir, A., & Ritonga, S. A. (2025). Korelasi tingkat pengetahuan pedagang dengan kepadatan lalat di Pasar Kampung Lalang Kota Medan. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 4(1).

Nanda, M., Damanik, K. S., Ramadhanu, S., Zaki, A., & Lestari, P. (2025). Faktor lingkungan yang berhubungan dengan kepadatan lalat di Pasar Pendidikan Medan Timur. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 4(1).

Nugraheni, V. P., Moelyaningrum, A. D., & Ningrum, P. T. (2020). Penggunaan serbuk piper ornatum terhadap kematian larva Musca Domestica. Bioeduscience, 4(1), 106-112.

Pamungkas, P. D. (2023). Hygiene and sanitation condition in the Karangayu Market Regional Technical Implementation Unit. Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region, 6(2), 74–82.

Prasetyo, A., Widodo, H., & Kurniawan, B. (2024). Faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan kepadatan lalat pada area penjualan bahan pangan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(3), 201–209.

Putri, D. A., & Yuliani, S. (2023). Pengaruh pengelolaan sampah terhadap keberadaan lalat di lingkungan pasar rakyat. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 15(1), 45–52.

Repalia, K. H., Sunarsih, E., Pratiwi, L. D., & Razak, R. (2026). Hubungan sanitasi lingkungan dan sikap pedagang dengan kepadatan lalat di pasar tradisional Kota Bengkulu. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa.

Rohma, R. Y., Sofiani, M. H., & Ernyasih. (2025). Hubungan pengelolaan sampah basah dengan peningkatan populasi lalat sebagai vektor potensial penyakit zoonotik di pasar tradisional. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin.

Rante, H., Zainuddin, M. A., Miranto, C., Pasila, F., Irawan, W., & Fajrianti, E. D. (2023). Development of social virtual reality (SVR) as collaborative learning media to support Merdeka Belajar. International Journal of Information and Education Technology, 13(7), 1014-1020.

Sari, N., Fitriani, A., & Rahman, F. (2023). Hubungan kondisi sanitasi lingkungan dengan kepadatan lalat di pasar tradisional. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(2), 115–123.

Susanti, Bahrina, I., Sumardi, & Inggriyani, D. (2024). Hubungan antara tingkat pendidikan dan sikap pedagang terhadap kebersihan lingkungan Pasar Pagi Kota Kuala Simpang. Jurnal Wellness: Jurnal Analisis Kesehatan, 1(1), 63-72

Downloads

Published

2026-07-16

Citation Check