Digital Branding Pencak Silat Melalui Media Sosial di Era Modern
DOI:
https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8847Keywords:
Media Sosial, Branding, Pencak SilatAbstract
Kuatnya arus globalisasi dan masuknya budaya populer melalui platform digital yang membuat generasi muda cenderung lebih tertarik pada budaya modern dibandingkan budaya lokal seperti pencak silat. Penelitian ini dilakukan karena adanya kebutuhan mendesak untuk merumuskan strategi digital yang efektif guna mempertahankan, memperkenalkan, sekaligus membangun citra positif pencak silat sebagai warisan budaya bangsa di era informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran media sosial dalam meningkatkan branding pencak silat di tingkat nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode ini dipilih untuk mengeksplorasi dan memahami fenomena secara mendalam dan holistik berdasarkan apa yang dialami subjek penelitian dalam konteks kehidupan nyata. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari satu atlet nasional, satu pelatih nasional, dan satu pengelola akun media sosial, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (23 butir pertanyaan), observasi akun media sosial, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook berperan sangat penting dalam meningkatkan branding melalui penyebaran informasi yang cepat, luas, dan interaktif. Media sosial terbukti efektif sebagai sarana promosi, edukasi, dan pelestarian budaya yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperkuat identitas pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Disarankan untuk penelitian lanjutan untuk menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) atau kuantitatif dengan jumlah responden yang lebih besar dan melibatkan berbagai daerah di Indonesia untuk mengkaji efektivitas spesifik tiap platform secara lebih mendalam.
Downloads
References
Aaker, D. A. (2019). Manajemen pemasaran strategi (Edisi ke-8). Salemba Empat.
Agung, N. (2004). Dasar-dasar pencak silat. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta.
Creswell, J. W. (2015). Riset perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi riset kualitatif & kuantitatif. Pustaka Pelajar.
Gristyutawati, A. D., Purwono, E. P., & Widodo, A. (2012). Persepsi pelajar terhadap pencak silat sebagai warisan budaya bangsa se-Kota Semarang tahun 2012. Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation, 1(3), 129–135.
Groot, G. F., & Notosoejitno. (2006). Pencak silat seni beladiri Indonesia. PT Granesia.
Hall, S. (2020). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage Publications.
Jenkins, H. (2011, August 1). Transmedia 202: Further reflections. http://henryjenkins.org/2011/08/defining_transmedia_further_re.html.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003.
Kietzmann, J. H., Hermkens, K., McCarthy, I. P., & Silvestre, B. S. (2011). Social media? Get serious! Understanding the functional building blocks of social media. Business Horizons, 54(3), 241–251. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2011.01.005.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Manajemen pemasaran (Edisi ke-12, Jilid 1 & 2). PT Indeks.
Landa, R. (2006). Designing brand experiences. Thomson Delmar Learning.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif. Universitas Indonesia Press.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Nugraha, G. (2016). Panduan pemeriksaan laboratorium hematologi dasar. CV Trans Info Media.
Rahman, B. P., dkk. (2022). Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan, Dan Unsur-Unsur Pendidikan. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 1–8.
Rozalini, N., Irfandi, & Rahmat, Z. (2020). Analisis Persepsi Juri Dalam Penilaian Pukulan Dan Tendangan Pada Pertandingan Pencak Silat Menggunakan Alat Sensor Accelerometer. Jurnal Pendidikan Jasmani, 8(2).
Shirky, C. (2011). The political power of social media. Foreign Affairs, 90(1), 28–41. http://www.foreignaffairs.com/articles/67038/clay-shirky/the-politicalpower-of-social-media.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sutopo, H. B. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. Sebelas Maret University Press.
Yin, R. K. (2012). Studi kasus: Desain dan metode. RajaGrafindo Persada.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Ayu Oktavia, Fitriati, Novia Rozalini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors are copyright holders and maintain author rights in accordance with the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or comparable license. While holding these rights, authors grant the JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health (publisher of JETISH) a non-exclusive right to the first publication of their articles, including abstracts. This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article to the widest possible readership in electronic format. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other sources.










