Peran Guru Pendidikan Pancasila Menanamkan Nilai Toleransi di SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Solo

Authors

  • Yohanes Rahadi Nugroho Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia
  • Raharjo Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia
  • Yudi Ariana Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8888

Keywords:

Guru Pendidikan Pancasila, Nilai teladan, Pendidikan karakter, toleransi

Abstract

Interaksi peserta didik yang heterogen dari segi agama, suku, dan latar belakang sosial-ekonomi di SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Solo berpotensi memunculkan kelompok pertemanan eksklusif dan ungkapan stereotip apabila tidak diimbangi penanaman nilai toleransi yang sistematis, sementara kajian terdahulu masih membahas pendidikan toleransi secara umum dan belum menyoroti secara spesifik peran guru Pendidikan Pancasila sebagai aktor utamanya. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Pancasila sebagai pendidik nilai teladan dan fasilitator, serta proses penanaman nilai-nilai toleransi di sekolah tersebut. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk metodologi penelitian, data digali dari 2 guru pengajar materi Pendidikan Pancasila, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan peserta didik kelas 7 dan 8 melalui wawancara, observasi partisipatif pasif, angket terbuka, dan dokumentasi. Data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik untuk mendapatkan keabsahan data tersebut, kemudian dianalisis mengikuti model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila menjalankan peran sebagai pendidik nilai teladan secara konsisten dan kolektif melalui sikap adil dan tidak diskriminatif, serta sebagai fasilitator melalui metode pembelajaran yang variatif dan pembentukan kelompok lintas latar belakang; proses penanaman nilai toleransi berlangsung sistematis melalui tahap perencanaan berbasis Modul Ajar, pelaksanaan di dalam dan luar kelas, serta evaluasi berlapis yang melibatkan refleksi mingguan dan orang tua. Simpulan penelitian ini adalah keteladanan kolektif guru dan perencanaan kelembagaan yang matang berkontribusi signifikan terhadap terciptanya iklim sekolah inklusif; penelitian lanjutan disarankan memperluas cakupan pada sekolah dengan karakteristik berbeda untuk memperkaya generalisasi temuan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraeni, M., Febriyani, S. A., Wahyuningsih, Y., & Rustini, T. (2022). Pengembangan Sikap Toleransi Siswa Sekolah Dasar pada Keberagaman di Indonesia. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 7(1), 16–24.

Ansori, Y. Z., Budiman, I. A., & Nahdi, D. S. (2019). Islam dan Pendidikan Multikultural. Jurnal Cakrawala Pendas, 5(2), 110–115.

Asy'ari, A. H., Irsu, A. F., Mujiono, A. P., & Putricia, A. R. (2024). Dimensi dan Tantangan: Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 24–33.

Fitriani, N. (2022). Penerapan Disiplin Restoratif dalam Meningkatkan Karakter Siswa di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(3), 245–257.

Gregory, A., Clawson, K., Davis, A., & Gerewitz, J. (2021). The Promise of Restorative Practices to Transform Teacher-Student Relationships and Achieve Equity in School Discipline. Journal of Educational and Psychological Consultation, 31(1), 29–51.

Hidayat, R., & Setiawan, D. (2018). Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila Di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 135–148.

Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (1999). Learning Together and Alone: Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning (5th ed.). Allyn & Bacon.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (Edisi Revisi). Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.

Kohlberg, L. (1984). The Psychology of Moral Development: The Nature and Validity of Moral Stages. Harper & Row.

Lickona, T. (2018). Educating for Character: Mendidik untuk Membentuk Karakter. Bumi Aksara.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2017). Manajemen Pendidikan Karakter. Bumi Aksara.

Nugroho, A. (2021). Peran Iklim Sekolah Dalam Membentuk Sikap Toleransi Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 145–156.

Palunga, R., & Marzuki. (2017). Peran Guru dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Depok Sleman. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 111–125.

Prasetyo, D., & Marzuki. (2016). Pembentukan Karakter Toleransi Melalui Keteladanan Guru. Jurnal Pendidikan Moral, 8(1), 67–78.

Rahmawati, L., Pratama, A., & Sari, D. (2022). Peran Guru Dalam Penanaman Nilai Toleransi Di Sekolah Multikultural. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(1), 22–34.

Santrock, J. W. (2018). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutrisno, & Suyanto. (2020). Keteladanan Guru Dalam Pendidikan Toleransi Di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 10(1), 55–68.

Suyanto, & Jihad, A. (2018). Menjadi Guru Profesional: Strategi Meningkatkan Kualifikasi dan Kualitas Guru. Erlangga.

Wahyudi, A., & Sari, P. (2019). Toleransi Beragama Di Kalangan Pelajar Sekolah Menengah. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 13(1), 23–35.

Winarno. (2019). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan: Isi, Strategi, dan Penilaian. Bumi Aksara.

Zulkarnain, D. (2019). Peran Guru dalam Pelaksanaan Pendidikan Karakter pada Siswa Kelas X di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Palangka Raya. Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(1), 27–35.

Downloads

Published

2026-07-26

Citation Check