Kosmologi Spasial Arsitektur Tradisional Suku Sasak Desa Adat Beleq Gumantar Lombok Utara

Authors

  • Muhammad Agung Bahroni Universitas Brawijaya, Indonesia
  • Antariksa Universitas Brawijaya, Indonesia
  • Yusfan Adeputera Yusran Universitas Brawijaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8943

Keywords:

Kosmologi Spasial; Arsitektur Tradisional Sasak; Arsitektur Vernakular; Organisasi Spasial; Desa Adat Beleq Gumantar

Abstract

Penelitian ini menganalisis dan mengidentifikasi hubungan antara sistem kosmologi masyarakat Suku Sasak di Desa Adat Beleq Gumantar, Lombok Utara dengan organisasi spasial pada permukiman dan arsitektur tradisional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur dengan masyarakat dan tokoh adat, dokumentasi, serta pemetaan spasial.  Data dianalisis dengan model interaktif, meliputi: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa organisasi spasial permukiman dan bangunan tradisional dibentuk berdasarkan sistem kosmologi masyarakat Sasak melalui hierarki ruang, orientasi pada Gunung Rinjani, zonasi sakral–profan, tata letak, serta besaran dan struktur spasial. Bale Mengina, Sambi, dan Berugak Sekenem merupakan nilai kosmologi dalam pembagian ruang vertikal dan horizontal, orientasi bangunan, serta penggunaan struktur dan material. Kosmologi spasial bukan sekadar landasan filosofis arsitektur, tetapi juga mekanisme pelestarian budaya, konservasi lingkungan, serta penguatan identitas masyarakat adat. Penelitian ini memperkaya kajian arsitektur vernakular lewat pendekatan integratif aspek sosial-budaya, sekaligus menjadi dasar pelestarian dan perencanaan ruang adat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. W. (2004). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.

Habraken, N. J. (2000). The Structure of the Ordinary: Form and Control in the Built Environment. MIT Press.

Hamka, Antariksa, & Wulandari, L. D. (2015). Hirarki Spasial Bola Ugi Di Dusun Kajuara Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Arsitektur e-Journal, 8(1), 21–37. https://www.researchgate.net/publication/314389475

Harisah, A., & Masiming, Z. (2008). Persepsi Manusia Terhadap Tanda,Simbol Dan Spasial. Jurnal SMARTek, 6(1), 29–43. https://www.neliti.com/id/publications/222101

Hiller, B., & Hanson, J. (1984). The Social Logic of Space. Cambridge University Press.

Indrayuni, A., et al. (2025). Pengantar teori dan kritik arsitektur. PT. Green Pustaka Indonesia.

Kustedja, S., Sudikno, A., & Salura, P. (2012). Kosmologi Media Interpretasi Makna Pada Arsitektur Tionghoa Tradisional. Jurnal Sosioteknologi, 11(27), 194-228. https://journals.itb.ac.id/index.php/sostek/article/view/1102.

Lailika, A. N., & Hartanti, N. B. (2024). Sociability dan Place Attachment Sebagai Faktor Livability Ruang Publik: Kasus: Kawasan Permukiman Pecinan Pasar Lama Tangerang. RUAS: Review of Urbanism and Architectural Studies, 22(2), 13–21. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2024.022.02.2

Lukita, I. G. A. V., Tulistyantoro, L., & Kattu, G. S. (2016). Studi Semiotik Ruang Hunian Tradisional Suku Sasak: Studi Kasus Dusun Sade, Lombok Tengah. Dimensi Interior, 14(2), 72–77. https://doi.org/10.9744/interior.14.2.72-77

Mashuri. (2010). Perwujudan Konsep Dan Nilai-Nilai Kosmologi Pada Bangunan Rumah Tradisional Toraja. Jurnal Ruang, 2(1), 1–8. https://www.neliti.com/id/publications/220956.

Meyanti, L., et al. (2024). Sakral Dan Profan: Pandangan Masyarakat Jawa Kuno Terhadap Peran Serta Fungsi Hutan Berdasarkan Prasasti Dan Relief. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi, 22(2), 141–162. https://doi.org/0.24832/wln.v22i2.782.

Miles, Matthew B., Huberman, A. Michael, & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Muslihatun, F., et al. (2025). The Ethnoecology of Sasak Sade Community: Preserving Nature Identity Culture in Lombok. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(4b), 279–283. https://doi.org/10.29303/jipp.v10i4b.3004

Norberg-Schulz, C. (1980). Genius loci: Towards a phenomenology of architecture. Rizzoli.

Pane, S. F. (2022). Spatial Relationships indoor-outdoor Interior Arsiektur “ Rumah De Nijs Bik di Tanah Abang Heuvel 146 .” Jurnal Visual, 17(2), 72–83 https://doi.org/10.24912/jurnal.v17i2.18723

Pangarsa, G. W. (2008). Arsitektur untuk kemanusiaan : Teropong visual culture atas karya-karya Eko Prawoto. P.T. Wastu Lanas Grafika.

Pujianto, F., & Gunawan, Y. (2017). Berugaq Sebagai Identitas Arsitektur Desa Tanah Petak Daye, Lombok Utara. Journal Media Matrasain, 14(1), 12–22. https://doi.org/10.35793/matrasain.v14i1.15442

Rapoport, A. (1969). House Form and Culture. N.J.:Prentice Hall.

Rengganis, L. D., Faturrahim, & Kurniansah, R. (2021). Peranan Tokoh Adat Dalam Pelestarian Rumah Adat Dusun Beleq Desa Wisata Gumantar Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. JRT Journal Of Responsible Tourism, 1(2), 63–74. https://doi.org/10.47492/jrt.v1i1.994

Saptaningtyas, R. S. (2023). Earthquake-Resistant Wooden Connection System in Sasak Traditional Buildings in Sade Village, Lombok, Indonesia. Civil Engineering and Architecture, 11(4), 1890–1901. https://doi.org/10.13189/cea.2023.110417

Supriadi. (2024). Berugak Sebagai Arus Komunikasi dan Informasi bagi Masyarakat Sasak Lombok. Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah, 5(2), 175–187. https://doi.org/10.20414/mudabbir.v5i2.10653

Supriadi, & Pujiantara, P. (2023). Berugak Sebagai Arus Komunikasi dan Informasi bagi Masyarakat Sasak Lombok. Tabayyun: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4(2), 25–35. https://doi.org/10.61519/tby.v4i2.49

Susilo, G. A., & Umniati, B. S. (2021). Model Tata Massa Arsitektur Sasak di Pulau Lombok. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 10(2), 48–57. https://doi.org/10.32315/jlbi.v10i01.6

Susilo, G. A., Umniati, B. S., & Pramitasari, P. H. (2019). Tipe dan Tata Masa Arsitektur Sasak di Pulau Lombok. Surya Pena Gemilang.

Tuan, Y.-F. (1977). Space and Place The Perspective of Experience. University of Minnesota Press.

Ven, C. van de. (1987). Space in Architecture: The Evolution of A New Idea in the Theory and History of the Modern Movements. Van Gorcum.

Wahyudi, D. S. (2025). Revealing Ecological Values in Traditional Sasak Bale Tani for Culturally-Rooted Design Innovation. RUAS: Review of Urbanism and Architectural Studies, 23(1), 118–127. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2025.023.01.11

Wahyudi, D. S., Antariksa, & Utami, S. (2022). Cosmology of the Sasak House (Bale Tani) Limbungan Hamlet, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara. American Journal of Sciences and Engineering Research, 5(4), 22–32. https://iarjournals.com/Vol5,4.html

Wahyudi, D. S., Antariksa, & Utami, S. (2022). Hirarki Spasial Suku Sasak di Dusun Limbungan Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Arsitektur ZONASI, 5(3), 459–468. https://doi.org/10.17509/jaz.v5i3.49191

Wahyudi, D. S., Antariksa, & Utami, S. (2022c). Orientation Characteristics of Sasak Traditional House (Bale Tani) in Limbungan Hamlet, East Lombok Regency. Journal of Social Science, 3(4), 689–696. https://doi.org/10.46799/jss.v3i4.368

Zifamina, I. F. (2022). Yang Sakral, Mitos, dan Kosmos: Analisis Kritis atas Fenomenologi Agama Mircea Eliade. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 6(1), 69–86. https://doi.org/10.14421/panangkaran.v6i1.2806

Downloads

Published

2026-07-26

Citation Check