Analisis Peran Apron Movement Control (AMC) Dalam Mitigasi Risiko Foreign Object Debris (FOD) di Area Sisi Udara Terminal 1 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
DOI:
https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8950Keywords:
Apron Movement Control, Foreign Object Debris, Mitigasi Risiko, Keselamatan PenerbanganAbstract
Keberadaan Foreign Object Debris (FOD) di area sisi udara merupakan salah satu potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan. Dalam konteks tersebut, Apron Movement Control (AMC) memiliki peran penting dalam melaksanakan pengawasan operasional serta pengendalian FOD melalui kegiatan inspeksi, pemantauan area apron, dan koordinasi dengan unit terkait. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran AMC dalam mitigasi risiko FOD, mendeskripsikan prosedur pelaksanaan pengendalian FOD, mengidentifikasi kendala operasional yang dihadapi, serta menganalisis upaya optimalisasi mitigasi risiko FOD di Terminal 1 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas satu Koordinator AMC, 3 petugas AMC, dan 1 petugas Injourney Aviation Services (IAS). Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi risiko FOD oleh AMC dilaksanakan melalui inspeksi rutin, penanganan dan pelaporan setiap temuan FOD, serta koordinasi dengan IAS, Ground Handling, dan unit operasional lainnya. Kendala yang dihadapi meliputi tingginya aktivitas operasional serta masih perlunya peningkatan kesadaran seluruh personel dalam menjaga kebersihan area sisi udara. Upaya optimalisasi dilakukan melalui penguatan koordinasi antar unit, pelaksanaan inspeksi rutin secara konsisten, evaluasi berkelanjutan, serta penguatan budaya keselamatan guna mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.
Downloads
References
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Findarsih, T. dan Widagdo, D. (2024). Pengaruh kinerja apron movement control (AMC) dalam penanganan foreign object debris (FOD) terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan di Bandar Udara Haluoleo Kendari. Ground Handling Dirgantara, 5(1).
International Civil Aviation Organization. (2018a). Annex 14 to the Convention on International Civil Aviation: Aerodromes (Vol. I, 8th ed.). ICAO.
International Civil Aviation Organization. (2018b). Safety management manual (Doc 9859) (4th ed.). ICAO.
International Civil Aviation Organization. (2022). Annex 14 to the Convention on International Civil Aviation: Aerodromes (Vol. I). ICAO.
International Organization for Standardization. (2018). ISO 31000: Risk management—Guidelines. ISO.
Miles, M. B., Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Rahmandhani, L. & Hodi. (2023). Analisis penanganan foreign object debris (FOD) oleh petugas apron movement control (AMC) dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Boyolali. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 1(4), 49–61.
Sugiyono (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Moh Rifqi Maulana Hakim, Kifni Yudianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors are copyright holders and maintain author rights in accordance with the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or comparable license. While holding these rights, authors grant the JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health (publisher of JETISH) a non-exclusive right to the first publication of their articles, including abstracts. This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article to the widest possible readership in electronic format. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other sources.










