Strategi Operasi Pengamanan Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Wilayah Atambua Guna Menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.8964Keywords:
Strategi Pengamanan Perbatasan, Kedaulatan Negara, Indonesia–Timor Leste, Diplomasi PertahananAbstract
Wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste di Atambua memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun masih dihadapkan pada kerawanan pelintas batas ilegal, penyelundupan, dan kondisi geografis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan operasi pengamanan perbatasan serta merumuskan strategi pengamanan yang tepat di wilayah Atambua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan desain studi kasus; data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasi pengamanan dilaksanakan melalui penggelaran pos, patroli wilayah dan patok batas, kegiatan intelijen, koordinasi antarinstansi, kerja sama bilateral dengan Timor Leste, serta pembinaan teritorial, namun belum optimal akibat kendala geografis dan keterbatasan sarana. Penelitian ini menghasilkan Model Strategi Operasi Pengamanan Terintegrasi yang memadukan pendekatan militer, diplomasi pertahanan, hukum dan kebijakan, serta pembinaan teritorial guna memperkuat kedaulatan NKRI di perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Downloads
References
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia. (2024). Laporan kinerja pengelolaan perbatasan negara tahun 2024. Jakarta: BNPP RI.
Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia. (2025). Data lalu lintas dan perdagangan Pos Lintas Batas Negara Motaain tahun 2025. Jakarta: BNPP RI.
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. (2024). Laporan pengungkapan jaringan narkotika lintas negara tahun 2024. Jakarta: BNN RI.
Cribb, R., & Ford, M. (2009). Indonesia as an archipelago: Managing islands, managing the seas. Singapore: ISEAS Publishing.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Donnan, H., & Wilson, T. M. (2010). Borderlands: Ethnographic approaches to security, power, and identity. Lanham, MD: University Press of America.
Gray, C. S. (2010). The strategy bridge: Theory for practice. Oxford: Oxford University Press.
Gumilar, N. (2020). Dukungan kampanye militer terhadap diplomasi Indonesia di perbatasan darat Indonesia–Timor Leste. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 10(3), 123–138. https://doi.org/10.33172/jpbh.v10i3.212
Hartati, A. Y., Martin, A., & Soares, M. P. R. (2022). Penguatan strategi keamanan manusia di perbatasan Mota Ain (Indonesia) dengan Batugade (Timor Leste). Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 7(1), 1–13. https://doi.org/10.31629/kemudi.v7i1.3220
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2023). Buku putih pertahanan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Lykke, A. F., Jr. (1997). Toward an understanding of military strategy. Dalam J. R. Cerami & J. F. Holcomb Jr. (Eds.), U.S. Army War College guide to strategy (pp. 179–185). Carlisle, PA: U.S. Army War College.
Mauk, A. D., Luan, R. T. N. P., Bano, A. E. B., Suhardjana, F. E., & Arman, Y. (2023). Strategi pemerintah Republik Indonesia dalam penanganan masalah pelintas batas Indonesia–Timor Leste. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(7). https://doi.org/10.5281/zenodo.8174816
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Morgenthau, H. J. (2006). Politics among nations: The struggle for power and peace (7th ed.). New York: McGraw-Hill Higher Education.
Nahak, W. Y., Widhiyoga, G., & Dipokusumo, D. (2021). Upaya kerjasama keamanan Indonesia–Timor Leste: Studi kasus penyelundupan bahan bakar minyak di kawasan perbatasan Motaain tahun 2017–2019. Revitalisasi: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 6(1), 90–104. https://doi.org/10.24252/rir.v6i1.21580
Nasution, A. H. (1970). Pokok-pokok gerilya dan pertahanan Republik Indonesia di masa yang lalu dan yang akan datang. Jakarta: Angkasa.
Newman, D. (2006). The lines that continue to separate us: Borders in our “borderless” world. Progress in Human Geography, 30(2), 143–161. https://doi.org/10.1191/0309132506ph599xx
Prescott, J. R. V., & Triggs, G. D. (2008). International frontiers and boundaries: Law, politics and geography. Leiden: Martinus Nijhoff Publishers.
Republik Indonesia. (2025). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tambunan, P. J. C., Mamentu, M., & Lengkong, J. P. (2023). Strategi pemerintah Indonesia dalam mengatasi pelintas batas ilegal di perbatasan Indonesia–Timor Leste. Politico: Jurnal Ilmu Politik, 12(1), 1–15. https://doi.org/10.35797/jp.v12i1.45272
Tampubolon, R., Perwita, A. A. B., & Timur, F. C. (2023). Implementasi diplomasi pertahanan melalui kontribusi satuan tugas pengamanan perbatasan Indonesia–Timor Leste sektor barat. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(1), 59–74. https://doi.org/10.51699/nusantara.v9i1.14500
United Nations Development Programme. (1994). Human development report 1994: New dimensions of human security. New York: Oxford University Press.
United Nations Office on Drugs and Crime. (2023). Global study on smuggling of migrants 2023. Vienna: United Nations.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Bagas Fismasiaga Gatrapraja, Moch Afifudin, Rudy Sutanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors are copyright holders and maintain author rights in accordance with the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or comparable license. While holding these rights, authors grant the JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health (publisher of JETISH) a non-exclusive right to the first publication of their articles, including abstracts. This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article to the widest possible readership in electronic format. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other sources.










