Gambaran Masalah Kesehatan Masyarakat di Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2026

Authors

  • Tri Niswati Utami Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Nailah Nafisah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Kusnur Kholija Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Risna Utami Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Nabila Fitri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Mutiara Siddik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Azrina Febriyani Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Khairani Natasya Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.9015

Keywords:

community diagnosis, kesehatan masyarakat, metode PAHO, prioritas masalah kesehatan

Abstract

Permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia ditandai dengan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular yang terjadi bersamaan dengan masih tingginya kejadian penyakit menular. Kondisi tersebut juga ditemukan di Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat berdasarkan karakteristik responden, distribusi penyakit, serta menentukan prioritas masalah kesehatan menggunakan pendekatan community diagnosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui survei menggunakan kuesioner terhadap 98 responden dan didukung data sekunder sepuluh penyakit terbanyak dari UPTD Puskesmas Perbaungan periode Januari–Juni 2026. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, kemudian dilanjutkan dengan penentuan prioritas masalah menggunakan metode Pan American Health Organization (PAHO) berdasarkan kriteria Magnitude, Severity, Vulnerability, dan Community and Political Concern. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (76,5%) dengan kelompok usia terbanyak 50–59 tahun (33,33%). Berdasarkan data sekunder, penyakit terbanyak adalah demam (4.326 kasus), diikuti dispepsia (2.739), batuk (2.352), common cold (2.125), hipertensi (1.456), diabetes melitus (1.239), ISPA (702), dan idiopathic gout (271). Hasil penilaian metode PAHO menetapkan idiopathic gout sebagai prioritas utama intervensi (skor 120), diikuti diabetes melitus (96) dan hipertensi (90). Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Kelurahan Simpang Tiga Pekan masih menghadapi double burden of disease, sehingga hasil penentuan prioritas melalui metode PAHO dapat menjadi dasar penyusunan program promotif dan preventif yang lebih tepat sasaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggrayani, M., Minarti, M., Zuhria, J. L., Khoiria, Q., & Zerli, Z. (2026). Literature review: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 16(2).

Damanhury, A., Candra, M., & Sagala, R. V. (2025). Penerapan metode omnibus law dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan. SAIN MI KUM: Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Hukum, 2(1).

Daniswara, R. H., & Purnomo, D. (2025). Analisis peran indikator kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan indeks pembangunan manusia di Jawa Tengah. Wacana Equilibrium: Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi, 13(2).

Handayani, L., Lestari, I. F., Setiaji, A. T., Dangu, D. E., Kaharunisa, S. F., Sugiyana, L. U. T., & Novianti, T. N. (2026). Edukasi kesehatan hipertensi sebagai strategi pencegahan penyakit tidak menular masyarakat di Wonocatur, Banguntapa, Bantul. Cahaya Pengabdian, 2(2).

Marsya, F. A., Wahyudi, A., Ekawati, D., & Anggreny, D. E. (2025). Analisis determinan penyakit hipertensi pada dewasa usia 30–50 tahun. Jurnal 'Aisyiyah Medika. 10(1).

Nasution, I. S., Al Maghirah, A., Azkia, A. N., Panjaitan, A. N., & Br Sitorus, D. S. (2025). GERMAS sebagai strategi nasional: Evaluasi kebijakan menuju Indonesia sehat. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2).

Rafi'ah, I., Hafizah, H., Handayani, A. R., Lestari, A., & Anggraini, Y. (2026). Upaya peningkatan pengetahuan bahaya penyakit tidak menular (PTM) pada masyarakat di Sumbawa. BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat, 8(1), 125–134.

Simarmata, S. H. T., Manurung, K., Sinaga, T. R., Nababan, D., & Sitorus, M. E. J. (2026). Determinan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada usia 18–64 tahun di wilayah Puskesmas Situmeang Habinsaran Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2025. 10(1).

World Health Organization. (2025). Laporan global WHO tentang pencegahan dan pengendalian infeksi mendesak tindakan komprehensif. https://www.who.int/indonesia/news/detail/04-03-2025-global-report-on-infection-prevention-and-control-urges-comprehensive-action

World Health Organization. (2025, September 25). Noncommunicable diseases. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases

Yusran, S., Bahar, H., Ekayanti, D., Pahruddin, H. A. S., & Salfina. (2024). Penyuluhan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) pada masyarakat Desa Watunggarandu Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe Tahun 2024. Lontara Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1).

Zethira, A. T., Hendrati, L. Y., Candraning Diyanah, K., Pawitra, A. S., Jasmine, M., Syahputri, R. P., Alvionita, A. A., Khaerati, M., Bratajaya, K. D. M., Prabasanti, M., Suryanegara, E., Putri Rahayu, A.-Z. H., Liviansyah, N. Z., Arif, M. R. S., & Siregar, F. C. (2024). Hypertension as a silent killer disease: Education for at-risk communities in Pekuwon Village/Hipertensi sebagai silent killer disease: Edukasi pada masyarakat berisiko di Desa Pekuwon. Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services), 8(2), 200–209.

Downloads

Published

2026-08-10

Citation Check