Analisis Peran Integrated Operation Control Center (IOCC) Terhadap Efektivitas Kinerja Flight Operation Officer (FOO) pada Maskapai Wings Air

Authors

  • Erdy Razak Nurhasan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Lilis Kurnianingsih Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Gema Firdaus Aviantara Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.9054

Keywords:

Efektivitas kinerja, Flight Operation Officer, Integrated Operation Control Center, operasi penerbangan, Wings Air

Abstract

Operasional penerbangan membutuhkan koordinasi, ketepatan informasi, dan pengendalian yang terintegrasi karena perubahan pada satu aspek operasional dapat memengaruhi pelaksanaan tugas unit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Integrated Operation Control Center (IOCC) dalam mendukung pelaksanaan tugas Flight Operation Officer (FOO) serta menganalisis pengaruhnya terhadap efektivitas kinerja FOO pada Maskapai Wings Air. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi penelitian terdiri atas 44 FOO Wings Air. Kuesioner disebarkan kepada seluruh anggota populasi menggunakan teknik sampling total dan diperoleh 37 kuesioner yang terisi lengkap serta dapat diolah. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert, sedangkan data sekunder diperoleh dari SOP, handbook, dan data flight assignment. Variabel peran IOCC diukur melalui kualitas sistem, kualitas informasi, penggunaan sistem kerja, kualitas layanan, dan manfaat sistem bagi pekerjaan FOO. Efektivitas kinerja FOO diukur melalui pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS 25 melalui uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran IOCC memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,65 dan efektivitas kinerja FOO sebesar 4,58, yang keduanya termasuk kategori sangat tinggi. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 24,208 + 0,638X. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 4,409 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,030 dengan nilai p < 0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,357 menunjukkan bahwa peran IOCC menjelaskan 35,7% variasi efektivitas kinerja FOO, sedangkan 64,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peran IOCC berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kinerja FOO pada Maskapai Wings Air.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DeLone, W. H., & McLean, E. R. (2003). The DeLone and McLean model of information systems success: A ten-year update. Journal of Management Information Systems, 19(4), 9–30.

Dimas Dicky, A., Sastro, M., & Hendra, A. (2025). Persepsi Flight Operation Officer (FOO) terhadap efektivitas Integrated Operations Control Center (IOCC) pada maskapai penerbangan. Jurnal Teknologi Kedirgantaraan, 10(1), 45–56.

Hassan, R., Santos, B. F., & Curcio, R. (2021). Integrated airline disruption management: A comprehensive literature review and future directions. Journal of Air Transport Management, 92, 102030.

Herzog, M., & Stelling, M. (2021). Job requirement analysis and cognitive workload of flight dispatchers in modern airline operations. Transportation Research Interdisciplinary Perspectives, 11, 100412.

Koornneef, E., Veldman, J., & Post, R. (2021). Web-based decision support system for flight dispatch and aircraft maintenance control. Journal of Airline and Airport Management, 11(2), 78–92.

Novita, D., Pratama, R., & Supriyadi, E. (2025). Analisis pemahaman Flight Operation Officer Wings Air terhadap pengoperasian sistem Navblue Flight Plan. Jurnal Manajemen Operasi Penerbangan, 8(1), 14–25.

Pahrudin, C., Warsito, T., & Chandra, A. (2016). Kepuasan kapten pilot dan co-pilot terhadap kinerja Flight Operation Officer. Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi dan Logistik, 2(3), 321–328.

Steers, R. M. (1977). Organizational Effectiveness: A Behavioral View. Goodyear Publishing Company.

Su, Y., Zhang, Y., & Chen, J. (2021). Disruption management model and integrated recovery methods for airline flight control center. Aerospace, 8(6), 162.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Turhan, U., Kaya, O., & Yilmaz, S. (2026). Dynamic workload modeling and flight assignment for airline flight dispatchers. Journal of Air Transport Management, 114, 102510.

Zeng, Z., Li, W., & Wang, X. (2024). Human factors evaluation and operational risk assessment in flight dispatch performance. Safety Science, 170, 106312.

Downloads

Published

2026-08-27

Citation Check