Analisis Faktor Controlled Flight Into Terrain (CFIT) di Indonesia Menggunakan HFACS Untuk Peningkatan Keselamatan Penerbangan
DOI:
https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.9088Keywords:
CFIT, HFACS, human factor, keselamatan penerbanganAbstract
Controlled Flight Into Terrain (CFIT) merupakan salah satu jenis kecelakaan penerbangan yang terjadi ketika pesawat yang masih berada dalam kondisi dapat dikendalikan menabrak permukaan bumi atau rintangan tanpa adanya kehilangan kendali pesawat sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang berkontribusi terhadap lima kejadian CFIT di Indonesia, yaitu pada pesawat PK-SWW, PK-FSO, PK-FSL, PK-HVQ, dan PK-VVU, menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Metode ini mengklasifikasikan penyebab kecelakaan ke dalam empat tingkat analisis, yaitu unsafe acts, preconditions for unsafe acts, unsafe supervision, dan organizational influences. Hasil klasifikasi terhadap 38 temuan pada kelima kasus menunjukkan bahwa Level 1 (Unsafe Acts) merupakan faktor paling dominan dengan kontribusi sebesar 34,2%, diikuti Level 2 (Preconditions for Unsafe Acts) sebesar 31,6%, Level 4 (Organizational Influences) sebesar 26,3%, dan Level 3 (Unsafe Supervision) sebesar 7,9%. Pada Level 1, Routine Violations merupakan kategori paling dominan (13,2%), sementara pada Level 4, Resource Management menjadi kategori paling dominan (15,8%). Hasil ini menunjukkan bahwa kecelakaan CFIT bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh akumulasi kegagalan berlapis mulai dari kesalahan pilot hingga kelemahan sistemik organisasi dan pengawasan, sejalan dengan prinsip Swiss Cheese Model yang menjadi landasan teori HFACS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai faktorfaktor manusia yang berkontribusi terhadap kejadian CFIT, sehingga dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan human error serta peningkatan keselamatan penerbangan di Indonesia.
Downloads
References
Harris, D., & Li, W. C. (2011). Cockpit design and human reasoning errors: A taxiway navigation case study. IEEE Transactions on Systems, Man, and Cybernetics, Part A: Systems and Humans, 41(5), 901–908.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 55 Tahun 2017 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 91 (Civil Aviation Safety Regulations Part 91) tentang Pengoperasian Pesawat Udara dan Aturan Penerbangan. Kementerian Perhubungan RI.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2017). Final aircraft accident investigation report: PT. Spirit Avia Sentosa, Cessna 208B, PK-HVQ, Gunung Pegunungan Bintang, Papua. KNKT.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2018). Final aircraft accident investigation report: PT. Marta Buana Abadi, CASA C-212, PK-VFS/PK-VVU, Luwu, Sulawesi Selatan. KNKT.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2020). Final aircraft accident investigation report: PT. Tobagu Anugerah Yasa, Piper PA-28-181, PK-FSO, Cirebon, West Java. KNKT.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2021). Final aircraft accident investigation report: PT. Asian One Air, Cessna C208B, PK-LTV/PK-SWW, Sugapa, Intan Jaya, Papua. KNKT.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2022). Final aircraft accident investigation report: PT. Mimika Air, Pilatus PC-6, PK-FSL, Timika, Papua. KNKT.
Reason, J. (1990). Human error. Cambridge University Press.
Shappell, S. A., & Wiegmann, D. A. (2004). HFACS analysis of military and civilian aviation accidents: A comparison. Aviation, Space, and Environmental Medicine, 75(1), 22–37.
Wiegmann, D. A., & Shappell, S. A. (2003). A human error approach to aviation accident analysis: The Human Factors Analysis and Classification System. Ashgate Publishing, Ltd.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Matthew Tirta Dipa Napitupulu, Dian Anggraini P, Desy Apriliana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors are copyright holders and maintain author rights in accordance with the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or comparable license. While holding these rights, authors grant the JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health (publisher of JETISH) a non-exclusive right to the first publication of their articles, including abstracts. This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article to the widest possible readership in electronic format. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other sources.










