Analisis Kebutuhan Sistem Penyalur Petir pada Gedung Pertolongan Kecelakaan Pesawat di Bandar Udara Nusawiru

Authors

  • Mario Claudio Steven Ohoitimur Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Ahmad Kosasih Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Rafi Maulana Prasetyawan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.9105

Keywords:

Sistem Penyalur Petir

Abstract

Gedung Pertolongan Kecelakaan Pesawat dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) yang baru dibangun di Bandar Udara Nusawiru hingga saat ini belum dilengkapi dengan sistem penyalur petir eksternal maupun sistem pembumian khusus, sehingga berpotensi mengalami kerusakan struktur dan gangguan operasional layanan gawat darurat akibat sambaran petir. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kelayakan teknis serta memastikan apakah Gedung PKP-PK sudah ternaungi oleh zona proteksi penangkal petir bangunan di sekitarnya (Tower ATC dan Gedung EOC) atau membutuhkan instalasi penyalur petir mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis risiko sambaran petir, memetakan cakupan zona proteksi eksisting, serta menentukan kebutuhan kelas proteksi petir pada Gedung PKP-PK. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif-komparatif melalui pengumpulan data dimensi bangunan, pencatatan data hari guruh BMKG, pengukuran nilai resistansi pembumian menggunakan earth tester, serta perhitungan numerik berbasis standar. Pemilihan metode ini didasarkan pada kebutuhan analisis teknis yang presisi melalui kalkulasi matematis serta komparasi langsung kondisi lapangan terhadap standar PUIPP, SNI 03-7015-2004, IEC 62305, NF C 17-102, dan PUIL 2020. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi sambaran petir langsung tahunan pada Gedung PKP-PK ( ) melampaui batas toleransi ( ) dengan efisiensi proteksi . Evaluasi jangkauan proteksi menunjukkan radius Tower ATC ( ) dan Gedung EOC ( ) tidak mencakup seluruh dimensi Gedung PKP-PK ( ). Kesimpulannya, Gedung PKP-PK berada dalam unprotected zone dan secara teknis wajib dipasangi sistem penyalur petir eksternal mandiri pada Tingkat Proteksi I. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup perancangan sistem proteksi internal (Surge Protective Device) untuk melindungi perangkat elektronik sensitif di dalam gedung serta simulasi Tiga dimensi berbasis rolling sphere method.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2004). SNI 03-7015-2004: Sistem proteksi petir pada bangunan gedung. BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2020). SNI 0225:2020 / PUIL 2020: Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2020. BSN.

International Electrotechnical Commission. (2010). IEC 62305-3: Protection against lightning - Part 3: Physical damage to structures and life hazard. IEC.

Pratiwi, A. I., Humena, S., & Hendrawan. (2023). Analisa kebutuhan sistem proteksi petir pada Gedung Pascasarjana Universitas Ichsan Gorontalo. JTT (Jurnal Teknologi Terpadu), 11(2), 278–285. https://doi.org/10.32487/jtt.v11i2.1861

Putra, I. Z., Anas, A. A. P., Hasnira, & Nakul, F. (2024). Evaluasi sistem proteksi petir eksternal konvensional pada Gedung PT Infineon Batam-3. Journal of Applied Electrical Engineering, 8(1), 63–69. https://doi.org/10.30871/jaee.v8i1.7550

Rohani, R. (2017). Evaluasi sistem penangkal petir eksternal di Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal Edukasi Elektro, 1(2), 122–130.

Suharto, T. I., Irfansyah, A., & Suprapto, Y. (2023). Sistem penangkal petir di Gedung Makassar Air Traffic Service Center (MATSC). Jurnal Penerbangan dan Teknologi Terkait, 3(2), 85–94.

Union Technique de l'Électricité. (2011). NF C 17-102: Protection of structures and open areas against lightning using early streamer emission air terminals. UTE.

Downloads

Published

2026-08-27

Citation Check