Rancangan Pemasangan Runway Guard Light pada Taxiway Golf dan Hotel di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma

Authors

  • Muhammad Raihan Jauhari Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Nurhedhi Desryanto Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Nurul Azizah Syahbilla Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.9113

Keywords:

Runway Guard Light; Airfield Lighting System; Detailed Engineering Design; Taxiway; Runway Incursion

Abstract

Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma memiliki intensitas pergerakan pesawat yang tinggi, namun Taxiway Golf dan Taxiway Hotel belum dilengkapi Runway Guard Light (RGL) sehingga berpotensi meningkatkan risiko runway incursion, terutama karena kedua taxiway tersebut berfungsi sebagai akses keluar-masuk apron selatan sekaligus taxiway paralel akibat bandara belum memiliki parallel taxiway tersendiri. Kondisi tersebut menjadi dasar dilakukannya penelitian ini, yang bertujuan menghasilkan rancangan teknis pemasangan RGL pada Taxiway Golf dan Hotel sesuai standar dan regulasi keselamatan penerbangan yang berlaku. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 1 yang terdiri atas enam tahapan, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan desain tervalidasi. Metode ini dipilih karena sesuai dengan sifat penelitian yang menghasilkan produk rancangan teknis serta memerlukan proses validasi oleh pihak teknis bandara sebelum rancangan dinyatakan layak. Hasil penelitian berupa Detailed Engineering Design (DED) yang meliputi gambar teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Rancangan menggunakan 18 unit RGL Konfigurasi B (inset) tipe IRGL-STB-L, terdiri atas 9 unit pada Taxiway Golf dan 9 unit pada Taxiway Hotel, dengan memanfaatkan Constant Current Regulator (CCR) South Apron yang telah tersedia sehingga tidak memerlukan penambahan CCR baru. Hasil validasi oleh pihak teknis bandara menunjukkan bahwa rancangan telah memenuhi standar teknis dan keselamatan penerbangan yang berlaku, sehingga dapat dijadikan acuan dalam rencana pemasangan RGL di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji penambahan sirkuit kedua pada CCR Taxiway Golf dan Hotel guna meningkatkan keandalan sistem apabila terjadi gangguan pada salah satu sirkuit.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Refai, A. (2018). Airport Electrical System.

Biernbaum, L., & Hagemann, G. (2012). Runway Incursion Severity Risk Analysis.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. (2023). PR 21 Tahun 2023 tentang Standar Teknis dan Operasional Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 (Manual of Standard CASR Part 139) Aerodrome Daratan (Vol. 1, pp. 1–451).

Duha, M. E. S., Irawan, D., & Riman. (2023). Analisis perhitungan bill of quantity (BOQ) dan rencana anggaran biaya (RAB) untuk tanggul Sidoarjo terhadap stabilisasi tanah. 2(2), 159–168.

FAA. (2018). Design and installation details for airport visual aids.

Hanip, M. Z. (2025). Reinstalasi jalur sirkuit Taxiway Edge Light Golf dan Hotel di Bandara Halim Perdanakusuma [Tugas Akhir, Politeknik Penerbangan Indonesia Curug].

Jianhong, Y., Lei, L., Tuo, L., & Xingbo, L. (2018). The study of long-term energy-saving LED airfield lighting system. 120(Ifeesm 2017), 983–988.

Kaspuddin, M., Pangaribuan, C., & Sugeng, B. (2021). Studi penggunaan kabel listrik bawah tanah jenis N2XKFGbY 3 × 185 mm 0,6/1 kV PT. Jembo Company Indonesia Tbk. 5(2), 142–148.

Khoir, S. (2025). Rancangan pemasangan Runway Status Lights di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta [Tugas Akhir, Politeknik Penerbangan Indonesia Curug].

Laksono, S. (2024). Construction layout of parallel taxiway at approach control procedure international airport. 1(1), 0–3.

Livia, N., Gautami, A., Bunahri, R. R., Nugrahayani, T., & Kona, M. (2023). Analisis efisiensi pada lampu Movement Area Guidance Sign (MAGS) di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali. 1(2), 111–121.

Perhubungan, M. (2005). Civil Aviation Safety Regulation 139 (CASR 139). 139.

Purba, I. S., Siregar, M. A., & Ulum, Z. (2025). Rancang bangun lampu Runway Guard Light (RGL) berbasis mikrokontroler di Laboratorium Airfield Lighting System Politeknik Penerbangan Medan. 4307(4), 3727–3733.

Simanjuntak, R. P., Aulia, R., & Diriyanti N., S. (2022). Sistem monitoring Runway Guard Light menggunakan power line carrier di Bandara Kualanamu Deli Serdang. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi, 5(1), 109–115. https://doi.org/10.46509/ajtk.v5i1.214

Situmeang, S. B. A., Tharo, Z., & Anisah, S. (2024). Analisis sistem Constant Current Regulator pada Airfield Lighting System di Bandar Udara. INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science, 7(2), 434–446. https://doi.org/10.31539/intecoms.v7i2.9818

Sugiyono. (2020). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Widodo, P. (2024). Perancangan sistem grounding pada pembangkit listrik tenaga bayu. 4, 228–233.

Zulkarnain, M. M. (2024). Analisa kerusakan dan perbaikan lampu Runway Guard Light LED yang tidak berfungsi normal [Tugas Akhir, Politeknik Penerbangan Indonesia Curug].

Downloads

Published

2026-08-27

Citation Check