Formulasi Antiseptik Alami dari Ekstrak Daun Mikania micranata kunth Berbasis Kearifan Lokal Tanaman Obat Tradisional Batak Toba
DOI:
https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.9150Keywords:
Toppas Para, Antiseptik Alami, Mikania micrantha, Antibakteri, Escherichia coli, Kearifan LokalAbstract
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan berbagai tanaman obat yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat Batak Toba adalah Toppas Para (Mikania micrantha Kunth) yang digunakan untuk membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan memformulasikan antiseptik alami berbasis ekstrak daun Toppas Para serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium melalui tahapan pengambilan sampel, preparasi simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, formulasi sediaan antiseptik, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 kg daun segar diperoleh sekitar 500 g simplisia kering dan 6 g ekstrak kental. Formulasi antiseptik yang dihasilkan berbentuk cair homogen berwarna hijau gelap dengan aroma khas sereh. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 26,69 mm terhadap Escherichia coli yang termasuk kategori sangat kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Toppas Para berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif antiseptik alami berbasis kearifan lokal yang aman, ekonomis, dan berkelanjutan.
Downloads
References
Cowan MM. 2019. Plant products as antimicrobial agents. Clinical Microbiology Reviews. 12(4):564–582.
Cushnie TPT, Lamb AJ. 2019. Antimicrobial activity of flavonoids. International Journal of Antimicrobial Agents. 44(5): 377–386.
Day MD, Wiley CJ. 2018. Biology and impacts of Mikania micrantha. Plant Protection Quarterly. 33(2): 42–49.
Du Y, Zhang X, Li Q, Wang Y. 2023. Phytochemical constituents and biological activities of Mikania micrantha Kunth. Journal of Ethnopharmacology. 316:116715.
Hamida, F., Agustin, A. A., & Djuhariyah, Y. S. (2023). Aktivitas antifungi ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha Kunth.) terhadap Trichophyton mentagrophytes. Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 16(2), 59–64. https://journal.istn.ac.id/index.php/saintechfarma/article/view/1603
Hartati, R., Suryani, & Ifaya, M. (2022). Uji aktivitas antibakteri sediaan gel hand sanitizer ekstrak etanol daun sembung rambat (Mikania micrantha Kunth) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 8(2), 200–209.
Haslam E. 2018. Practical Polyphenolics: Tannins and Related Compounds. Cambridge University Press.
Hidayati N, Fadraersada J, Rijai L. 2022. Pengaruh suhu dan waktu evaporasi terhadap kualitas ekstrak tanaman herbal. Jurnal Sains dan Kesehatan. 4(2):145–152.
Kampf G. 2020. Biocidal agents used for disinfection can enhance antibiotic resistance. Antimicrobial Resistance and Infection Control. 7:110.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Kemenkes RI.
Kumar S et al. 2022. Pharmacological properties of Mikania micrantha. Biocatalysis and Agricultural Biotechnology. 43:102412.
Kurniawati R et al. 2022. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol tanaman herbal. Jurnal Sains dan Kesehatan. 4(3):221–228.
McDonnell G, Russell AD. 2021. Antiseptics and disinfectants: activity and resistance. Clinical Microbiology Reviews. 12(1):147–179.
Mikania micrantha. Flora of China. 2021.
Ningsih D et al. 2024. Potensi Mikania micrantha sebagai tanaman obat. Jurnal Fitofarmaka Indonesia. 11(1):23–31.
Rahman MM et al. 2022. Herbal antiseptics and their future prospects. Journal of Herbal Medicine. 31:100512.
Sari R et al. 2023. Formulasi hand sanitizer herbal berbasis ekstrak tanaman obat. Jurnal Farmasi Indonesia. 15(2):112–120.
Silalahi M. 2020. Etnomedisin masyarakat Batak Toba dan pemanfaatan tanaman obat tradisional. Jurnal Biologi Tropis. 20(3): 345–353.
Silalahi M. 2021. Etnobotani Batak Toba. Medan: Unimed Press.
World Health Organization. 2019. WHO Global Report on Traditional and Complementary Medicine. Geneva.
World Health Organization. 2021. Traditional Medicine Strategy 2021–2030. Geneva.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Mei Jelina Nadeak, Awy Silaban, Anggi Putri Simamora, Cindy Simanullang, M Rizky Fauzan Tampubolon, Sri Masnita Pardosi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors are copyright holders and maintain author rights in accordance with the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or comparable license. While holding these rights, authors grant the JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health (publisher of JETISH) a non-exclusive right to the first publication of their articles, including abstracts. This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article to the widest possible readership in electronic format. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other sources.










