Perbedaan Nafsu Makan Balita Sebelum dan Sesudah Pemberian Puding Madu Kurma di Posyandu Desa Bugelan

Authors

  • Khansa Atikah Rahma Universitas ‘Aisyiyah Surakarta, Indonesia
  • Enny Yuliaswati Universitas ‘Aisyiyah Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.9161

Keywords:

Puding madu dan kurma, nafsu makan, balita, gizi

Abstract

Latar Belakang: Nafsu makan yang baik berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, puding madu dan kurma kurma dipilih sebagai alternatif peningkat nafsu makan karena mengandung zat gizi yang bermanfaat, bercita rasa manis, serta memiliki tekstur lembut dan penyajian yang menarik bagi balita.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui  perbedaan nafsu makan balita sebelum dan sesudah pemberian puding madu dan kurma di Posyandu Desa Bugelan. Metode penelitian: Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 25 balita dipilih secara simple random sampling. Hasil menunjukkan rata-rata skor nafsu makan sebelum intervensi adalah 4,44 dan sesudah intervensi meningkat menjadi 5,04. Uji Paired T-Test memperoleh nilai p = 0,053 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan pemberian puding madu dan kurma terhadap peningkatan nafsu makan balita. Meskipun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik, namun ada peningkatan rata-rata skor nafsu makan balita setelah pemberian puding madu dan kurma selama 14 hari. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan perbaikan nafsu makan setelah intervensi. Kesimpulan: Pemberian puding madu dan kurma dapat menjadi alternatif makanan tambahan yang efektif untuk meningkatkan nafsu makan balita.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraeni, W. M., Andriani, R., Timur, J., Lemak, K., & Makan, N. (2025). Profil nutrisi non edible portion ikan bentik (Anabas testudineus) dan potensinya sebagai suplemen penambah nafsu makan anak. Edumedia: Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 9(1), 58–68.

Arunasree, T., Kumar, G., & Singh, R. (2024). Exploring the therapeutic benefits of honey: A focus on bioactive compounds and nutritional composition. Acta Pharmaceutica Reports, 3(1), 12–16.

Fadillah, F., Sulastri, D., & Haryanti, R. P. (2024). Pengaruh pemberian kencur dan madu terhadap nafsu makanan anak 6–12 tahun di PKM Rawat Inap. Media Husada Journal of Nursing Science, 5(2), 91.

Gabain, I. L., Ramsteijn, A. S., & Webster, J. P. (2023). Parasites and childhood stunting – a mechanistic interplay with nutrition, anaemia, gut health, microbiota, and epigenetics. Trends in Parasitology, 39(3), 167–180.

Gondokesumo, M. E., & Susilowati, R. W. (2021). Artikel review: Potensi kurma sebagai sumber nutrasetikal dan pangan fungsional. Jurnal Farmasi Indonesia, 13(2), 216–231.

Hanum, A. L., & Nuraeni, A. (2024). Daya terima puding jagung dengan substitusi kacang hijau sebagai alternatif PMT balita. Jurnal Sains Boga, 7(2), 103–114.

Ismayanty, D., Mahmudah, R., & Avicenna, E. (2025). Perbandingan efektivitas pemberian madu randu dan sari kurma terhadap peningkatan nafsu makan balita stunting. Faletehan Health Journal, 12(2), 205–212.

Istifarin, N. A., & Nurita, A. (2023). Pemahaman hadis riwayat Bukhari nomor indeks 5445 tentang buah kurma sebagai obat herbal perspektif ilmu kesehatan. MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis, 3(2), 239–250.

Istiqomah, A., S, K. M., Amali, R. A., & Tiawati, S. (2024). Peran gizi terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Ilmu Gizi, 2(2), 67–74.

Jayanti, N. D. (2024). Madu randu (Ceiba pentandra) dalam peningkatan nafsu makan balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 2(2), 38–45.

Khadijah, S., Palifiana, D. A., Amestiasih, T., & Stevy, S. (2024). Hubungan nafsu makan dengan status gizi balita. Prosiding Seminar Nasional Universitas Respati Yogyakarta, 6(1), 151–157.

Mulyaningsih, S., Ishak, F., & Muhamad, Z. (2022). Pengaruh pemberian buah pepaya terhadap peningkatan nafsu makan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 5(3), 304–309.

Nuraidah, N., Putri, R., & Febriyani, P. A. (2025). Efektivitas penggunaan temulawak dan madu untuk meningkatkan nafsu makan pada balita. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 15(2), 58–64.

Rachmawatiningsih, Noviyanti, R. D., & Rahmawati, T. (2022). Pengaruh pemberian puding biji labu kuning dan pepaya terhadap berat badan pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Gilingan. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 6(2), 68–75.

Rensa, F., Dewi, I., Apriani, N., & Djide, N. (2025). Hubungan pola pemberian makan terhadap kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Puskesmas Sudiang. JIMPK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 5(6), 38–43.

Saputri, N. (2024). Pengaruh pemberian makanan tambahan berupa habbatussauda, madu dan kurma terhadap kenaikan berat badan balita wasting. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(2), 224–229.

Saputri, R. D. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesulitan makan pada balita. Jurnal Impresi Indonesia, 2(4), 330–340.

Sharma, R., Thakur, M., Rana, K., Devi, D., & Bajiya, M. R. (2023). Honey, its quality and composition and their responsible factors. International Journal of Bio-Resource and Stress Management, 14(1), 178–189.

Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan populasi dan sampel: Pendekatan metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2721–2731.

Susanti, E., & Yunita, A. (2021). Studi eksperimen pengaruh buah tomat (Solanum lycopersicum) terhadap peningkatan nafsu makan tikus putih (Rattus norvegicus) strain Wistar. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 12(2), 308–317.

Tripuspita, S. I. F., & Sihidi, I. T. (2024). Analisis implementasi program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk penanggulangan stunting di Kabupaten Probolinggo. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 19(1), 27–42.

Tuloli, T. S., Basri K, S., & Paramita Th. Kum, S. R. (2022). Literasi gizi pada ibu-ibu untuk mencegah dan menurunkan stunting melalui pemanfaatan kelor dalam olahan puding di Desa Permata Kecamatan Tilongkabila. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 1(3), 92–102.

Van den Brand, A. J. P., Hendriks-Hartensveld, A. E. M., Havermans, R. C., & Nederkoorn, C. (2023). Child characteristic correlates of food rejection in preschool children: A narrative review. Appetite, 190, 107044.

Widianti, S. (2025). Efektifitas pemberian pijat Tuina dalam meningkatkan nafsu makan dan gizi pada anak stunting (literature review). Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan, 15(1), 159–171.

Yahya, H. H., Fitriani, A. R., Nuari, I. C., Ratnasari, D., & Af’ida, N. K. (2024). Inovasi pembuatan suplemen herbal (gummy herbal) penambah nafsu makan anak di Desa Randuboto Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Prosiding Seminar Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Kuliah Kerja Nyata, 2(1).

Yulinar, A. D., Pratiwi, T., Sanubari, E., & Agung, K. P. (2020). Kajian awal formulasi puding modifikasi daun salam untuk lansia berdasarkan kandungan flavonoid dan uji sensori. Ilmu Gizi Indonesia, 3(2), 163–171.

Zaqi, M., Taufik, A., & Makbul, T. (2024). Sosialisasi dampak stunting terhadap perkembangan pola pikir dan pergaulan sosial pada anak di RW 02 Kelurahan Jelekong Kabupaten Bandung. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 5(4), 1–16.

Downloads

Published

2026-09-03

Citation Check