Analisis Tahanan Isolasi pada Jaringan Runway Edge Light di Bandara Gewayantana Larantuka

Authors

  • Axal Nurfauzi Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Iwan Koswara Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Edy Kurniawan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.9218

Keywords:

Bandara Gewayantana, PR 26 Tahun 2022, Runway Edge Light, Tahanan Isolasi

Abstract

Runway Edge Light merupakan komponen Airfield Lighting System yang membantu pilot mengenali batas landasan pacu, terutama pada malam hari atau saat jarak pandang terbatas, sehingga keandalan tahanan isolasi jaringannya sangat menentukan keselamatan operasional penerbangan. Berdasarkan laporan Unit Listrik Bandara Gewayantana Larantuka, teridentifikasi indikasi gangguan pada jaringan Circuit Runway Edge Light yang berpotensi menimbulkan kebocoran arus dan membahayakan keselamatan penerbangan, namun kondisi tahanan isolasinya belum pernah diukur dan dianalisis secara terukur, sehingga kelayakan operasionalnya belum dapat dipastikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai tahanan isolasi pada jaringan Runway Edge Light di Bandara Gewayantana Larantuka serta kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui studi literatur, observasi visual kondisi fisik jaringan, dan pengukuran tahanan isolasi menggunakan insulation tester bertegangan uji 5.000 Vdc pada lima titik uji setiap circuit, dilengkapi analisis data Earth Fault Detector (EFD) periode Mei–Juni 2026 serta uji penyiraman air pada bak trafo untuk memastikan sumber kebocoran. Hasil pengukuran menunjukkan tahanan isolasi rangkaian sebesar 11,8 MΩ pada Circuit 1 dan 0,0 MΩ pada Circuit 2, keduanya berada jauh di bawah nilai minimum 50 MΩ yang dipersyaratkan PR 26 Tahun 2022. Observasi fisik menemukan bak trafo kotor dan tergenang air tanpa penutup pada 20 titik, enam konektor kabel dalam kondisi buruk, dua sambungan konektor tanpa isolasi, serta satu trafo seri dengan kabel primer putus pada Circuit 2. Temuan ini menunjukkan Circuit 2 tidak dapat beroperasi secara normal, sedangkan Circuit 1 masih berfungsi meskipun kualitas isolasinya menurun. Dengan demikian, jaringan Runway Edge Light di Bandara Gewayantana Larantuka belum memenuhi standar kelayakan tahanan isolasi sehingga memerlukan tindakan perbaikan dan pemeliharaan segera guna menjaga keandalan dan keselamatan operasional penerbangan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bahtiar, M., & Soebiantoro, R. (2025). Analisis tahanan isolasi kabel dan trafo approach light pada Runway 35 di Bandar Udara Abdulrachman Saleh. Jurnal Teknik Penerbangan, 1(2), 73–81.

Federal Aviation Administration. (2019). AC 150/5345-28H: Precision approach path indicator (PAPI) systems. U.S. Department of Transportation.

Husaini, A. A. B., Widiarto, H., & Soebiantoro, R. (2023). Rancang bangun tranformator pit untuk runway edge light. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug.

International Civil Aviation Organization. (2018). Annex 14 to the convention on international civil aviation: Aerodromes volume I – Aerodrome design and operations (8th ed.). ICAO.

Kerlinger, F. N. (2006). Asas-asas penelitian behavioral (Edisi ke-3). Gadjah Mada University Press.

Koswara, I., Soebiantoro, R., & Baihaqi, A. A. (2025). Airfield lighting pada runway edge. Jurnal Teknik Kelistrikan Bandar Udara, 8, 4128–4135.

Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 26 Tahun 2022 tentang Pedoman Teknik Operasional Keselamatan Penerbangan Sipil.

Setiyo, Cahyadi, C. I., Saputra, W., Sudjoko, R. I., & Faizah, F. (2023). Analisis kontrol dan monitoring arus listrik CCR pada lampu PAPI di Bandar Udara Silangit. Jurnal Kumparan Fisika, 6(2), 133–140.

Setyawan, H., & Nafi, C. (2021). Rancang bangun alat monitoring lampu Airfield Lighting (AFL) Double Runway berbasis mikrokontroler. Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM), 3(2), 135–147.

Soebiantoro, R., Koswara, I., & Husaini, A. A. B. (t.t.). Analisis tahanan isolasi jaringan Airfield Lighting pada Runway Edge Light di Bandar Udara Internasional Radin Inten II Lampung.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan tindakan. Alfabeta.

Syahputri, A. Z., Fallenia, F. D., & Syafitri, R. (2023). Kerangka berfikir penelitian kuantitatif. Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 2(1), 160–166.

Vidal, D., Monjo, L., & Sainz, L. (2016). Aeronautical ground lighting system study: Field measurements and simulations. IET Generation, Transmission & Distribution, 10(13), 3228–3233.

Yusniati, Pelawi, Z., Armansyah, & Taufik, I. (2021). Pengukuran resistansi isolasi instalasi penerangan basement pada Gedung Rumah Sakit Grand Mitra Medika Medan. Buletin Utama Teknik, 16(3), 240–247.

Downloads

Published

2026-09-18

Citation Check