Tradisi Murok Jerami dalam Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya Tani di Kabupaten Bangka Tengah

Authors

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.9254

Keywords:

Murok Jerami, Ketahanan Pangan, Budaya Tani, Kearifan Lokal

Abstract

Tradisi pertanian lokal memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertahankan identitas budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tradisi Murok Jerami dalam mendukung ketahanan pangan dan pelestarian budaya tani di Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, pelaku ritual, masyarakat tani, serta dokumentasi terkait pelaksanaan Murok Jerami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Murok Jerami tidak hanya menjadi ritual pascapanen sebagai bentuk rasa syukur masyarakat, tetapi juga menjadi media pewarisan pengetahuan pertanian, penguatan solidaritas sosial, pemilihan bibit padi, serta pelestarian nilai budaya tani. Tradisi ini merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan sistem pertanian lokal yang mendukung keberlanjutan pangan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Altieri, M. A., & Nicholls, C. I. (2017). The adaptation and mitigation potential of traditional agriculture in a changing climate. Climatic Change, 140, 33–45.

Berkes, F. (2017). Traditional ecological knowledge in perspective. Routledge.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Iswanto. (2021). Ume Kbubu sebagai wujud kearifan lokal masyarakat Boti dalam menjaga ketahanan pangan dan menghadapi perubahan lingkungan. Jurnal Handep, 4(2), 199–220.

Marhini, L. O., Harjoprawiro, L., Malik, E. S., Saputri, S. A., & Rihu, A. (2021). Kearifan lokal masyarakat Muna dalam pengelolaan hasil panen jagung sebagai upaya menjaga ketahanan pangan. Seshiski: Southeast Journal of Language and Literary Studies, 2(1), 67–80.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nisa, K. K., & Sari, Q. Y. (2022). Rasionalitas petani pada tradisi Wiwit dalam upaya merawat ketahanan pangan dan kehidupan masyarakat. Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial, 8(2), 102–112.

Perdanaputra, F., & Prasodjo, N. W. (2018). Ketahanan pangan di kampung adat dan non-kampung adat. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 2(5), 567–580.

Reyes-García, V., Fernández-Llamazares, Á., McElwee, P., Molnár, Z., Öllerer, K., Wilson, S. J., & Brondizio, E. S. (2019). The contribution of Indigenous Peoples and local communities to ecological restoration. Restoration Ecology, 27(1), 3–8.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Downloads

Published

2026-09-28

Citation Check