Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Sistem Penyalur Petir di Gedung Main Power House (MPH) 2 Bandara I Gusti Ngurah Rai
DOI:
https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.9275Keywords:
Air Terminal ESE KURN R150, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gedung MPH 2, Kontinuitas Operasional AFL, Proteksi Petir, Sistem Pembumian, SNI 03-7015-2004.Abstract
Gedung Main Power House (MPH) 2 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan fasilitas vital penyuplai daya sistem Airfield Lighting (AFL) dan navigasi yang berada di wilayah pesisir dengan aktivitas petir tinggi (Td = 72 hari/tahun). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat efektivitas sistem proteksi petir eksisting, menganalisis pengaruhnya terhadap kontinuitas operasional kelistrikan, serta mengidentifikasi faktor-faktor penentu kinerjanya berdasarkan standar SNI 03-7015-2004, NF C 17-102:2011, PUIL 2020, dan IEEE Std 142-2007. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui observasi fisik gedung (55 m × 20 m × 22 m), pengukuran langsung tahanan pembumian pada 3 titik elektroda kedalaman 6 meter menggunakan Digital Earth Tester Kyoritsu 4105A, kajian logbook operasional 2023–2026, dan komputasi matematis evaluasi risiko. Metode ini dipilih karena mampu memadukan data lapangan aktual dengan perhitungan standar sehingga menghasilkan penilaian efektivitas yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa gedung memerlukan proteksi Tingkat I (LPL I) dengan efisiensi E = 99,95% (Nd = 0,2052 > Nc = 0,00010). Pemasangan 1 unit air terminal ESE KURN R150 (h = 3 m) menghasilkan radius proteksi Rp = 47,15 m yang menaungi seluruh atap gedung (R_terjauh = 29,26 m) tanpa titik buta. Kabel BC High Voltage 1 × 50 mm² terbukti mengeliminasi loncatan api samping (side flashing) dan meredam radiasi LEMP. Pengukuran pembumian menghasilkan nilai rata-rata 0,35 Ω (memenuhi batas aman ≤ 5,0 Ω), didukung koordinasi SPD Tipe 2 OBO V25-B+C (In = 30 kA, Up ≤ 1,5 kV) dan Main Earth Bar (MEB). Efektivitas sistem proteksi terbukti menjamin keandalan suplai listrik bandara dengan catatan zero outage (0 kali pemadaman suplai AFL) selama periode pengamatan 2023–2026. Disimpulkan bahwa sistem penyalur petir Gedung MPH 2 bekerja efektif 100% memenuhi standar dan andal mengamankan operasional penerbangan 24 jam nonstop.
Downloads
References
Ari Saputro, I. N., & Oetomo, P. (2020). Perbandingan Perhitungan Dan Simulasi Etap Sistem Pentanahan Grid-Rod Pada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas. Sinusoida, 22(4), 43–53. https://doi.org/10.37277/s.v22i4.870
Arifin, F. (2006). Perancangan Dan Simulasi Sistem Pentanahan Menggunakan Etap (Vol. 2, Issue 3).
BMKG. (n.d.-a). Buletin BMKG.
BMKG. (n.d.-b). Leaflet Matahari. https://iklim.bmkg.go.id/bmkgadmin/storage/brosur/Leaflet%20Matahari.pdf
Faturrachman, B., Fadel, M. H., Rizal, A. D., & Hasanuddin, Z. B. (2023). Perbaikan Pentanahan Akibat Sambaran Petir Pada Transmission Line Tello-Bosowa Pada Tower 58. Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek, 01(05), 1–10.
Fitriani, A., Syafriwel, S., Hidayat, J., Panjaitan, J., & Syahputra, S. A. (2023). Analisis Pentanahan Gardu Induk Akibat Surja Petir Menggunakan Finite Elemen Method. Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering, 5(2), 210–215. https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i2.20732
IEC. (2007). High-Voltage Switchgear and Controlgear. 1–9.
IEEE Std 81. (2012). IEEE Guide for Measuring Earth Resistivity, Ground Impedance, and Earth Surface Potentials of a Grounding System. IEEE Power and Energy Society.
Indonesia, S. N. (2004). Sistem Proteksi Petir Pada Bangunan Gedung (SNI 03-7015-2004).
Institute of Electrical and Electronics Engineers. (1974). IEEE Recommended Practice for Grounding of Industrial and Commercial Power Systems (IEEE Std 142-2007).
Institute of Electrical and Electronics Engineers. (2015). IEEE Std 80-2013 – IEEE Guide for Safety in AC Substation Grounding.
Kodir, A., Pebrianto, A., & Hartanto, S. (n.d.). Analisis Sistem Penangkal Petir Dengan Metode Elektrostatis Pada Rumah Sakit Indriati Boyolali. 13, 8–16.
KP 76. (2017). Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 76 Tahun 2017 tentang Pedoman Teknis Fasilitas Kelistrikan Bandar Udara.
Pratiwi, F. R., & Suryanto, A. (2021). Analisis Sistem Grounding Pada Gardu Induk 150 kV Temanggung Dengan Simulasi Software Etap. Jurnal Teknik Elektro Uniba (JTE UNIBA), 5(2), 114–122. https://doi.org/10.36277/jteuniba.v5i2.91
Putra, I. Z., Aerlend, A., Anas, P., & Nakul, F. (2024). Evaluasi Sistem Proteksi Petir Eksternal Konvensional Pada Gedung PT Infineon Batam-3.
Saputra, C. D. (2023). Analisa Sistem Pentanahan Dengan Metode Kombinasi Grid & Rod Pada Gardu Induk 150 kV BSB.
SNI. (2020). Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2020 (PUIL 2020). Badan Standardisasi Nasional.
Staikos, E. T., Hadjicostas, A. Y., Datsios, Z. G., Peppas, G. D., Antrias, C., Zagkoumidis, K. P., Ayfantopoulou, G., & Tsovilis, T. E. (2025). Surge Protection of Charging Stations Against Impinging Overvoltages Due to Negative Lightning Strikes to Incoming Medium Voltage Line. 2023 IEEE Industry Applications Society Annual Meeting, IAS 2023, PP, 1–12. https://doi.org/10.1109/IAS54024.2023.10406748
Stasiun Klimatologi Bali. (2023). Data Klimatologi Provinsi Bali Tahun 2023. https://staklim-bali.bmkg.go.id/wp-content/uploads/2024/10/BULTAH-2023.pdf
Sugiharto, A. (2019). Pentanahan untuk Perlindungan Peralatan dan Bangunan Gedung. Majalah Ilmiah Swara Patra, 9, 34–42.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Badrul Munir Hasibuan, Nurhedhi Desriyanto, Taryana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors are copyright holders and maintain author rights in accordance with the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or comparable license. While holding these rights, authors grant the JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health (publisher of JETISH) a non-exclusive right to the first publication of their articles, including abstracts. This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article to the widest possible readership in electronic format. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other sources.










