Persepsi Ibu-Ibu Posyandu Terhadap Program Pendampingan Gizi Berbasis Pangan Lokal Untuk Penanggulangan Stunting di Nagori Bukit Rejo
DOI:
https://doi.org/10.57235/jetish.v6i1.9327Keywords:
Stunting, Pangan Lokal, Daun Kelor, Persepsi Ibu‑ibu, Pengabdian MasyarakatAbstract
Masalah pertumbuhan terhambat atau stunting masih menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan anak‑anak di wilayah pedesaan Indonesia, termasuk di Nagori Bukit Rejo, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Meskipun lingkungan sekitar menyediakan berbagai jenis tanaman bernutrisi seperti daun kelor, sebagian besar keluarga belum memaksimalkan potensi tersebut untuk mendukung kebutuhan gizi balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memahami pandangan ibu‑ibu peserta Posyandu terhadap program pendampingan gizi berbasis bahan pangan lokal, terutama pembuatan puding daun kelor yang dilaksanakan bersama tim Kuliah Kerja Nyata UIN Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengamatan langsung dan wawancara mendalam terhadap 12 orang ibu peserta Posyandu serta dua orang petugas kader kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum para ibu memandang program ini bermanfaat untuk menambah asupan gizi harian anak, meskipun masih ada kendala seperti keterbatasan waktu luang, kebiasaan lama dalam mengolah makanan, serta kurangnya keterampilan pengolahan daun kelor agar disukai balita. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan daun kelor memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi program pencegahan stunting yang berkelanjutan, asalkan didukung bimbingan berkesinambungan dari kader kesehatan dan pengurus nagori. Disarankan agar pihak terkait menyusun panduan praktis pengolahan pangan lokal serta menjadikan praktik bersama sebagai bagian rutin dari kegiatan Posyandu.
Downloads
References
Kemenkes RI. (2024). Pedoman Pencegahan dan Penanganan Stunting di Tingkat Desa. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lubis, S., dkk. (2025). Pemanfaatan tanaman lokal untuk peningkatan gizi balita di wilayah pedesaan Sumatera Utara. Jurnal Pengabdian Masyarakat UIN‑SU, 8(2), 45‑54.
Nuraini, R. (2026). Persepsi ibu terhadap program gizi Posyandu di daerah pedesaan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(1), 19‑28.
Sari, M., & Hasibuan, L. (2026). Kendala pemanfaatan pangan lokal dalam upaya pencegahan stunting. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 33‑41.
Siregar, N., dkk. (2025). Kandungan gizi daun kelor dan potensinya sebagai makanan pendamping balita. Jurnal Ilmu Pangan dan Gizi, 14(3), 71‑79.
Sugiyono. (2024). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk Pengabdian Masyarakat. Bandung: Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Zelda Puspa Ayu, Harmen, Faras Anipah Wisa Siahaan, Awal Bahagia Tanjung, Deasy Yunita Siregar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors are copyright holders and maintain author rights in accordance with the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or comparable license. While holding these rights, authors grant the JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health (publisher of JETISH) a non-exclusive right to the first publication of their articles, including abstracts. This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article to the widest possible readership in electronic format. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other sources.










