Analisis Pertanggungjawaban Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembuat dan Penyebar Video yang diedit Menyerupai Presiden Republik Indonesia (Studi Putusan Nomor 124/PID.SUS/2025/PN.GNS)
DOI:
https://doi.org/10.57235/jleb.v4i1.8019Keywords:
pertanggungjawaban pidana, manipulasi video, Presiden Republik Indonesia, UU ITE, putusan pengadilanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana pembuatan dan penyebaran video yang telah diedit sehingga menyerupai Presiden Republik Indonesia sebagaimana tercermin dalam Putusan Nomor 124/Pid.Sus/2025/PN.Gns. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial mempermudah manipulasi konten digital yang berpotensi menimbulkan disinformasi, pencemaran nama baik, serta gangguan terhadap ketertiban umum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan terdakwa memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan ketentuan terkait lainnya, khususnya mengenai penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian atau merugikan pihak tertentu. Majelis hakim mempertimbangkan unsur kesengajaan, kemampuan bertanggung jawab, serta tidak adanya alasan pemaaf maupun pembenar dalam menjatuhkan putusan. Dengan demikian, pertanggungjawaban pidana dibebankan secara penuh kepada pelaku sesuai asas kesalahan (geen straf zonder schuld). Penelitian ini menegaskan pentingnya penegakan hukum yang proporsional serta literasi digital guna mencegah penyalahgunaan teknologi yang merugikan individu maupun institusi negara.
Downloads
References
Arifin, Z., Fernando, Z. J., & Handayani, E. P. (2025). Implikasi hukum perubahan kedua Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik: Menyeimbangkan kebebasan berpendapat dan partisipasi publik dalam demokrasi digital.Litigasi, 26(1). Diakses dari: https://journal.unpas.ac.id/index.php/litigasi/article/view/21555
Azka, M. D. A. (2025). Pengaruh deepfake terhadap kepercayaan publik pada informasi visual di media sosial. Kajian Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi, 2(2), 286–301. Diakses dari: https://ejournal.appisi.or.id/index.php/Kajian/article/download/401/338/1974
Basah, D. A. Y., Wijaya, A., & Januardy, I. (2025). Kriminalisasi pelanggaran protokol digital: Tinjauan hukum pidana terhadap penyebaran deepfake di media sosial. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 386–398. Diakses dari: https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/20258
Chairani, M. A., Yitawati, K., & Pradhana, A. P. (2024). Urgensi pengaturan hukum bagi penyalahgunaan aplikasi deepfake. Jurnal Rechtens, 13(1), 81–96. Diakses dari: https://ejurnal.uij.ac.id/index.php/REC/article/view/2668
Ghozali, M., Nora Liana, Cut Afra, Zulfadly Siregar, Nurfahni, Malahayati, & Hatta, M. (2024). Kejahatan siber (cyber crime) dan implikasi hukumnya: Studi kasus peretasan Bank Syariah Indonesia (BSI). Cendekia: Jurnal Hukum, Sosial & Humaniora, 2(4), 797–809. Diakses dari: https://journal.lps2h.com/cendekia/article/download/113/105
Haida, R. S. N., & Nuriyatman, E. (2024). Urgensi pengaturan perlindungan hukum terhadap korban deepfake melalui artificial intelligence (AI) dari perspektif hukum pidana Indonesia. Jurnal Hukum Respublica, 24(01). Diakses dari: https://journal.unilak.ac.id/index.php/Respublica/article/view/23327
Noerman, C. T., & Ibrahim, A. L. (2024). Kriminalisasi deepfake di Indonesia sebagai bentuk pelindungan negara.Jurnal USM Law Review, 7(2), 603–621. Diakses dari: https://journals.usm.ac.id/index.php/julr/article/view/8995
Noviantama, D. (2024). Deepfake: A review from the victimology perspective. Contemporary Issues in Criminal Law (CICL). Diakses dari: https://journal.uii.ac.id/CICL/article/view/37194
Saputra, D. F. (2023). Literasi digital untuk perlindungan data pribadi. Jurnal Informasi dan Komunikasi (JIK), 17(3), hlm. 1–8. Diakses dari: https://jurnalptik.id/index.php/JIK/article/download/454/198/1053
Zahro, A., Fadhilah, R. R., Hermawati, S. Z., Imaduddin, G. N., & Santoso, A. A. (2024). Dampak penyalahgunaan deepfake dalam memanipulasi visual: Menguak potensi infopocalypse di era post-truth terhadap asumsi masyarakat pada media massa. Kawistara, 14(3), 401–415. Diakses dari: https://jurnal.ugm.ac.id/kawistara/article/download/98339/40921
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 M Agung Bahrodi, Bambang Hartono, Benny K Limantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to JLEB: Journal of Law Education and Business Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to JLEB: Journal of Law Education and Business a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.












