Analisis Nilai-Nilai Budaya Dalam Cerita Rakyat Putri Hijau Sebagai Potensi Pengembangan Pariwisata Mariam Puntung

Authors

  • Wilda Lestari Harahap Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Atika Sania Samni Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Lawri Aulia Hasibuan Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Siti Fadillah Hasibuan Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Dea Saputri Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Wulan Dian Sari Br Siahaan Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nadra Amalia Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jleb.v4i1.8204

Keywords:

Cerita Rakyat, Nilai Budaya, Putri Hijau

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya pemahaman generasi muda terhadap nilai budaya lokal akibat globalisasi. Cerita rakyat sebagai warisan budaya memiliki peran penting dalam menanamkan nilai moral sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai budaya dalam cerita rakyat Putri Hijau serta mengkaji potensinya bagi pengembangan pariwisata di Kota Medan. Objek penelitian adalah cerita rakyat Putri Hijau di Sumatera Utara, khususnya terkait Meriam Puntung di Istana Maimun. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan lima nilai budaya utama, yaitu religius-spiritual, kekerabatan, kearifan ekologis, kepahlawanan, dan estetika. Nilai-nilai ini relevan untuk pengembangan pariwisata berbasis storynomics, seperti wisata budaya, edukasi, seni, dan pariwisata berbasis masyarakat secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anugrah, B. Y. (2025). Pengembangan Pariwisata Kolaboratif Berbasis Budaya di Kabupaten Pasaman (Studi Kasus: Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol). Padang: Universitas Andalas.

Basyah, Musbani M. (2017). Menanam Nilai Pendidikan Karakter Melalui “Cerita Dongeng Orang Aceh”. Jurnal At-Tarbiyyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 3 (2), 103-118.

Brahmana, F. A., Sinaga, K. C., Zikri, M. F., Lase, Y. L. P., Siahaan, W. R., & Tanjung, F. (2025). Sebuah studi kasus arkeologi dan historiografi: Sejarah Meriam Puntung. REAL: Journal of Religion Education Accounting and Law, 2(1), 784-789.

Collins-Kreiner, N. (2020). Pariwisata ziarah: Refleksi tentang titik temu. Geografi Pariwisata, 22(3), 518–533.

Hamid, I. (2018). Kearifan lokal Melayu dalam perspektif sosial budaya. Jurnal Budaya Melayu, 5(1), 12–28.

Lestari, T. A., Fitri, H., Oktaviani, N., & Suprana, Y. A. (2025). Cerita Rakyat Putri Hijau: Kajian Struktural Dan Nilai Edukatif. Cakrawala Linguista, 8(1), 51-55.

Mahirah, A. L., Roosinda, F. W., & Alfraita, A. (2026). Penerapan Konsep Storynomics Tourism Dinas Kominfo Surabaya Dalam Mempromosikan Pariwisata Kota Melalui Akun Instagram @Sapawargasby. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik, 3(3), 938–945.

McKee, R., & Gerace, T. (2018). Storynomics: Story-Driven Marketing in the Post-Advertising World. Grand Central Publishing.

Moscardo, G. (2017). Cerita sebagai alat desain pengalaman wisata. Dalam D. R. Fesenmaier & Z. Xiang (Eds.), Ilmu desain dalam pariwisata: Dasar-dasar manajemen destinasi (hlm. 97–124).

Nababan, W. M. C. (2026). Masjid Mantingan, Rajutan Keberagaman yang Terukir Abadi. Kompas.id.

Patangai, S. F. A. (2025). Analisis Nilai Moral dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Asal Mula Danau Batur. Jurnal Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1).

Pratiwi, D. P., Firmansyah, O., Hawa, A. M., Gayatri, S., & Muhajir, A. (2024). Utilization of Folklore in Optimizing Ngarai Sianok Tourist Destination in Bukittinggi West Sumatra Indonesia. Aphorisme: Journal of Arabic Language, Literature, and Education, 4(2), 60-70.

Sinar, TL (2016). Adat budaya Melayu Deli: Sejarah dan perkembangannya. Pers Pustaka Bangsa.

Salleh, MH (2018). Puitika sastera Melayu: Satu pertimbangan (edisi ketiga). Dewan Bahasa dan Pustaka.

Sandrio, L. (2026). Tata Kelola Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Destinasi Super Prioritas. Journal of Sustainable Tourism and Environmental Management (JOSEAMB),4(1).

Saputra, B. A., Basri, M. H., & Senduk, A. J. (2025). Jejak yang Bisu: Potensi Artefak Budaya Likupang Timur dalam Kajian Storynomic Wisata. Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP), 4(2).

Sinulingga, S., Ginting, N., & Sofyan, R. (2025). Foursety, Desa Wisata Mandiri yang lahir dari kolaborasi akademisi USU dan warga. ANTARA News Sumatera Utara.

Tirtaharja, Nur. 2001. Kebangkitan Nasionlisme Indonesia. Jakarta: Arya Ajisak

Tondang, N. S. (2024). Nilai Budaya dalam Legenda Nusantara: Mengembangkan Nilai Budaya melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah. Journal of Education Research (JER), 5(2).

Tung, VWS, & Ritchie, JRB (2011). Menjelajahi esensi pengalaman wisata yang berkesan. Sejarah Penelitian Pariwisata, 38(4), 1367–1386.

Wulandari, R. (2023). Analisis Nilai-Nilai dalam Kumpulan Cerita Rakyat Aceh dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Banda Aceh: Universitas Bina Bangsa Getsempena.

Wiranata, V., Pohan, J. E., & Sari, S. (2023). Nilai Edukasi Dan Nilai Budaya Cerita Rakyat Putri Hijau Karya Farizal Nasution Dan Cerita Rakyat Lau Kawar Karya Lie Nuralia & Iim Imadudin. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(4), 2105-2115.

Zainuddin, A. (2022). Simbolisme warna dalam sastra lisan Melayu: Perspektif semiotik budaya. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 35(2), 171–185.

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

Harahap, W. L., Samni, A. S., Hasibuan, L. A., Hasibuan, S. F., Saputri, D., Siahaan, W. D. S. B., & Amalia, N. (2026). Analisis Nilai-Nilai Budaya Dalam Cerita Rakyat Putri Hijau Sebagai Potensi Pengembangan Pariwisata Mariam Puntung. Journal of Law, Education and Business, 4(1), 328–334. https://doi.org/10.57235/jleb.v4i1.8204

Issue

Section

Articles

Citation Check