Transformasi dari Korwil Menjadi Cabang pada Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia di Banten Tahun 1980-2000

Authors

  • Virli Aurelya Putri Apandi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Eko Ribawati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Rikza Fauzan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jleb.v4i2.8856

Keywords:

Transformasi Organisasi, Persatuan Wartawan Indonesia, Banten, Koordinator Wilayah (Korwil), Cabang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Banten dari status Koordinator Wilayah (Korwil) menjadi Cabang pada periode 1980-2000. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penelitian mengenai sejarah organisasi pers di tingkat daerah, khususnya terkait perubahan struktur kelembagaan PWI yang berimplikasi terhadap profesionalisme wartawan dan perkembangan pers lokal. Penelitian ini menggunakan metode historis menurut Helius Syamsudin terdiri atas empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian terdiri atas sumber primer berupa arsip surat kabar sezaman, dokumen organisasi PWI, serta wawancara dengan pelaku dan saksi sejarah, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari sumber tertulis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWI Banten berkembang sebagai Koordinator Wilayah sejak awal 1980-an di bawah struktur PWI Jawa Barat dengan kewenangan yang masih terbatas dan bersifat koordinatif. Transformasi dari Korwil menjadi Cabang dipengaruhi oleh perubahan politik nasional pasca-Reformasi 1998, meningkatnya tuntutan profesionalisme wartawan, serta lahirnya Provinsi Banten pada tahun 2000. Perubahan status tersebut mendorong peningkatan kemandirian organisasi, penguatan struktur kelembagaan, perluasan program pembinaan wartawan, serta penguatan penerapan Kode Etik Jurnalistik. Setelah menjadi Cabang, PWI Banten menunjukkan perkembangan yang lebih dinamis dalam mendukung profesionalisme wartawan dan penguatan pers lokal di tengah era kebebasan pers pasca-Reformasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daft, R. L. (2007). Organization theory and design (9. ed). Thomson/South-Western.

Dhanti Salsabila Azis, Bunari, & Ahmal. (2024). THE INDONESIAN JOURNALISTS ASSOCIATION (PWI) IN RIAU DURING THE NEW ORDER ERA 1968-1998: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau Pada Masa Orde Baru Tahun 1968-1998. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 8(1), 1088–1099. https://doi.org/10.36526/santhet.v8i1.3945

Lewin. K. (1951). Field theory in social science: Selected theoretical papers. NY: Harper & Row.

Masduki. (2003). Kebebasan Pers dan Kode Etik Jurnalistik. UII Press.

McQuail, D. (2011). Teori Komunikasi Massa Edisi 6. Salemba Humanika.

Novita, L. (2018). Independensi wartawan PWI Jawa Barat dalam berita keislaman. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 79–96.

PWI Jawa Barat. (1989) Buku Putih Jawa Barat. PWI Jawa Barat.

Sjamsuddin, H. (2012). Metodologi Sejarah. Ombak.

Sumadiria, H. (2006). Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature, Panduan Praktis

Wawancara dengan Drs. H. Agus Sanjadirdja, 19 Mei 2026.

Wawancara dengan Muhaemin, 19 Mei 2026.

Wawancara dengan Teguh Akbar, 20 Mei 2026.

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Virli Aurelya Putri Apandi, Eko Ribawati, & Rikza Fauzan. (2026). Transformasi dari Korwil Menjadi Cabang pada Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia di Banten Tahun 1980-2000. Journal of Law, Education and Business, 4(2), 802–807. https://doi.org/10.57235/jleb.v4i2.8856

Citation Check