Perkembangan Sistem Pendidikan Yayasan Dwituna Rawinala Dalam Membekali Life Skill Disabilitas Ganda 1983–1990

Authors

  • Kennedy Hasiholan Sianturi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Yuni Maryuni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Rikza Fauzan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jleb.v4i2.8867

Keywords:

Yayasan Dwituna Rawinala, sistem pendidikan, life skill, disabilitas ganda

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sistem pendidikan Yayasan Dwituna Rawinala dalam membekali life skill penyandang disabilitas ganda pada tahun 1983–1990. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya sistem pendidikan bagi penyandang disabilitas ganda di Indonesia pada masa Orde Baru sehingga Yayasan Dwituna Rawinala berperan sebagai lembaga pelopor dalam pengembangan pendidikan khusus. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui arsip, dokumen, surat kabar, wawancara, serta berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal perkembangannya Yayasan Dwituna Rawinala mengalami keterbatasan kurikulum, tenaga pendidik, dan sarana pembelajaran. Untuk mengatasi kondisi tersebut, yayasan mengadaptasi berbagai kurikulum hingga berhasil mengembangkan kurikulum berbasis life skill yang berfokus pada kemampuan merawat diri, komunikasi, orientasi mobilitas, dan kemandirian peserta didik. Sistem pendidikan tersebut menjadi dasar pengembangan pendidikan bagi penyandang disabilitas ganda sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan pendidikan khusus di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurahman, D. (2011). Metodologi penelitian sejarah Islam. Ombak.

Brades, M. K. (2023). Peran guru dalam tumbuh kembang anak tunanetra majemuk di Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(2), 351–361.

Chen, M.-K., & Shih, Y.-H. (2025). The role of higher education in sustainable national development: Reflections from an international perspective. Edelweiss Applied Science and Technology, 9(4), 1343–1351. https://doi.org/10.55214/25768484.v9i4.6262

Crews, N. (1988). Buku pegangan guru. Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala.

Daliman, A. (2015). Metode penelitian sejarah. Ombak.

Fathoni, R. S. (2021). Sejarah sosial Blindeninstituut Bandung 1901–1941 [Skripsi]. Universitas Gadjah Mada.

Fauzan, H. N., Francisca, L., Asrini, V. I., Fitria, I., & Firdaus, A. A. (2021). Sejarah pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) menuju inklusi. Pensa, 3(3), 496–505.

Haakma, I., De Boer, A. A., Van Esch, S., Minnaert, A. E. M. G., & Van Der Putten, A. A. J. (2021). Inclusion moments for students with profound intellectual and multiple disabilities in mainstream schools: The teacher assistant’s role in supporting peer interactions. European Journal of Special Needs Education, 36(2), 231–247. https://doi.org/10.1080/08856257.2021.1901374

HANDANI, A. (2017). Peran guru dalam menanamkan life skill education pada anak berkebutuhan khusus (Studi kasus kelas VIII di SMPLB Muhammadiyah Jombang) tahun 2016/2017 [Skripsi]. IAIN Kediri.

Imaniah, I., & Fitria, N. (2018). Inclusive education for students with disability. SHS Web of Conferences, 42, 00039. https://doi.org/10.1051/shsconf/20184200039

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Panduan pengembangan kurikulum dan program pembelajaran bagi siswa MDVI/deafblind. Perkins International.

Kim, J., Robinson, N., Harmä, J., Jeffery, D., Rose, P., & Woldehanna, T. (2022). Misalignment of policy priorities and financing for early childhood education: Evidence from Ethiopia, Liberia, and Mainland Tanzania. International Journal of Educational Research, 111, 101891. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2021.101891

Kuntowijoyo. (2005). Pengantar ilmu sejarah. Bentang.

Luthfy, R. M. (2019). Disabilitas dalam politik dan sejarah. Koran Jakarta.

Marani, A. (2017). Kurikulum bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Jurnal Studia Insania, 5(2), 105–119.

Mislaini, M. (2017). Pendidikan dan bimbingan kecakapan hidup (life skill) peserta didik. Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(02), 88–101.

Nasution, F., Anggraini, L. Y., & Putri, K. (2022). Pengertian pendidikan, sistem pendidikan sekolah luar biasa, dan jenis-jenis sekolah luar biasa. Jurnal Edukasi Nonformal, 3(2), 422–427.

Purwaningsih, I., Oktariani, O., Hernawati, L., Wardarita, R., & Utami, P. I. (2022). Pendidikan sebagai suatu sistem. Jurnal Visionary: Penelitian dan Pengembangan di Bidang Administrasi Pendidikan, 10(1), 21–26.

Ramadhan, F. S., Anggoro, N. R. C., Pramono, M. S., & Indradaffa, G. A. (2024). Sejarah pendidikan Indonesia masa Orde Baru: Menguak keberhasilan dan kegagalan kebijakan pemerintah Orde Baru dalam bidang pendidikan. Chronologia, 6(1), 44–55. https://doi.org/10.22236/jhe.v6i1.11920

Robison, M. A., Mann, T. B., & Ingvarsson, E. T. (2020). Life skills instruction for children with developmental disabilities. Journal of Applied Behavior Analysis, 53(1), 431–448. https://doi.org/10.1002/jaba.602

Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi sejarah. Ombak.

Sumantri, M. (2004). Pendidikan kecakapan hidup (life skills). Inovasi Kurikulum, 1(1), 21–25.

Widinarsih, D. (2019). Penyandang disabilitas di Indonesia: Perkembangan istilah dan definisi. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 20(2), 4.

Yulita, S. R., Anfika, R., Fitriah, A., Fitriani, Y., & Lestari, E. P. (2025). Sejarah pendidikan anak luar biasa di Indonesia. JIWA: Jurnal Inovasi Wawasan Akademik, 1(1), 1–11.

Yuniarto, Y. (2013). Kasih tiada batasnya (40 tahun perjalanan Yayasan Dwituna Rawinala). Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala.

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Kennedy Hasiholan Sianturi, Yuni Maryuni, & Rikza Fauzan. (2026). Perkembangan Sistem Pendidikan Yayasan Dwituna Rawinala Dalam Membekali Life Skill Disabilitas Ganda 1983–1990. Journal of Law, Education and Business, 4(2), 829–839. https://doi.org/10.57235/jleb.v4i2.8867

Citation Check