Strategi Adaptif-Kolaboratif Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan dalam Mencegah Kejahatan Lintas Batas di Perbatasan Republik Indonesia–Malaysia, Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.57235/jleb.v4i2.8876Keywords:
Satgas Pamtas; Collaborative Border Governance; Kejahatan Lintas Batas; Keamanan Insani; Ketahanan WilayahAbstract
Kawasan perbatasan Republik Indonesia–Malaysia di Kalimantan Barat merupakan koridor strategis sekaligus rawan yang dimanfaatkan untuk penyelundupan narkotika, barang ilegal, perdagangan orang, perlintasan nonprosedural, serta pemanfaatan jalur tikus oleh jaringan kriminal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi operasional Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas), mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan merumuskan strategi yang diterapkan guna mencegah kejahatan lintas batas. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap unsur Satgas Pamtas, pemerintah daerah, Polri, Bea Cukai, PLBN, dan masyarakat perbatasan di Entikong dan Jagoi Babang, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan Satgas Pamtas memiliki kesiapan operasional dan hubungan sosial yang baik, tetapi masih terkendala keterbatasan personel, teknologi pengawasan, pos, dan logistik di tengah medan sulit serta jaringan transnasional yang semakin adaptif. Strategi yang diterapkan memadukan patroli berlapis, operasi gabungan, deteksi dini berbasis intelijen, pembinaan teritorial, pelibatan masyarakat, dan teknologi seperti drone, CCTV, serta komunikasi terpadu. Penelitian menyimpulkan model pengamanan yang adaptif, kolaboratif, berbasis teknologi, dan berorientasi masyarakat, dengan Satgas Pamtas sebagai instrumen pertahanan sekaligus aktor stabilisasi sosial, ketahanan wilayah, dan collaborative border governance.
Downloads
References
Abdullah, M. I. H. (2013). Peran dan kapabilitas TNI dalam pengawasan lintas batas: Studi kasus kapabilitas Kompi Tempur I Yonif 631/Antang di Pulau Sebatik tahun 2010–2011. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 3(1), 83–112.
Andreas, P. (2003). Redrawing the line: Borders and security in the twenty-first century. International Security, 28(2), 78–111. https://doi.org/10.1162/016228803322761973
Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia. (2023). Survei identifikasi titik perlintasan perbatasan negara jalur tidak resmi di perbatasan Indonesia–Malaysia wilayah Kalimantan Barat. BNPP.
Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia. (2024). Data kejahatan lintas batas di perbatasan RI–Malaysia tahun 2018–2024. BNPP.
Bangun, B. H. (2014). Membangun model kerja sama pengelolaan perbatasan negara di Kalimantan Barat–Sarawak: Suatu studi perbandingan. Masalah-Masalah Hukum, 43(1), 31–39. https://doi.org/10.14710/mmh.43.1.2014.31-39
Buzan, B. (1991). People, states and fear: An agenda for international security studies in the post-cold war era (2nd ed.). Lynne Rienner.
Caballero-Anthony, M. (2020). Revisiting human security in Southeast Asia: Contested framings and evolving practice. Asian Perspective, 44(3), 373–397. https://doi.org/10.1353/apr.2020.0018
Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Djuyandi, Y., Mustofa, M. U., & Husin, L. H. (2024). National defense in the resolution of border disputes: The experience of Indonesia and Malaysia. Jurídicas CUC, 20(1), 77–98. https://doi.org/10.17981/juridcuc.20.1.2024.04
Effendi, M. S., Ukhsan, A., & Haryana, S. (2025). PT Dirgantara Indonesia's strategy in empowering drones for a robust air defense system. International Journal of Humanities Education and Social Sciences, 5(1), 72–85.
Elyta, E., & Yusa Djuyandi. (2023). Strengthening border security through community empowerment in West Kalimantan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 27(1), 55–71.
Felson, M. (2006). The ecosystem for organized crime (HEUNI Paper No. 26). European Institute for Crime Prevention and Control.
Herdianto. (2015). Strategi kompi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan dalam menjaga dan mengamankan daerah perbatasan Indonesia di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan. eJournal Ilmu Pemerintahan, 3(2), 1–12.
Jayanti, Y. D. (2014). Penyelesaian sengketa batas wilayah darat antara Indonesia dan Malaysia: Studi kasus di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Jurnal Hukum Universitas Brawijaya, 2(1), 1–15.
Kartini, E., & Kosandi, M. (2020). Masalah identifikasi dan karakteristik perdagangan orang di Kalimantan Barat. Jurnal HAM, 11(3), 333–352. https://doi.org/10.30641/ham.2020.11.333-352
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2015). Buku putih pertahanan Indonesia. Kementerian Pertahanan RI.
Kurnia Yusgiantoro, P., Rudyansjah, T., Madjid, A., & Saputro, G. E. (2025). Borderlines and beyond: Strengthening Indonesia's land borders through global insights. Jurnal Pertahanan, 11(1), 151–172. https://doi.org/10.33172/jp.v11i1.19853
Lastari, M. T., Elyta, E., & Lutfie, R. Z. (2023). Analysis of the role of Indonesia and Malaysia cooperation through the General Border Committee in handling drug trafficking at the Entikong border. International Journal of Business and Quality Research, 1(2), 45–58.
Lee, M. (2022). The externalization of border control in the global South: The cases of Malaysia and Indonesia. Theoretical Criminology, 26(4), 606–625. https://doi.org/10.1177/13624806221104867
Maisondra, & Timur, F. A. C. (2023). Pembangunan kawasan Pos Lintas Batas Negara dan dampaknya terhadap kebijakan keamanan nasional. Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 4(2), 112–129.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Nulhaqim, S. A., Fedryansyah, M., & Sugandi, Y. S. (2023). Employment opportunities and social networks of Indonesian women migrant workers at the border. Journal of Law and Sustainable Development, 11(2), 1–18. https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i2.303
Primanto, A., Yacobus, A., & Pynanjung, P. (2023). Collaborative governance process in the Indonesia–Malaysia border area in North Kalimantan Province. ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities, 3(6), 812–826.
Quamar, M. M., Al-Ramadan, B., Khan, K., & Shafiulla, M. (2023). Advancements and applications of drone-integrated geographic information system technology—A review. Remote Sensing, 15(20), 5039. https://doi.org/10.3390/rs15205039
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara. Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 177.
Republik Indonesia. (2025). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Lembaran Negara RI Tahun 2025 Nomor 35.
Santoso, B. (2018). Teknologi pengawasan dalam pengamanan perbatasan. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 8(2), 21–38.
Simangunsong, D. (2016). Analisis keamanan perbatasan: Studi kasus lintas batas tradisional di Kalimantan. Jurnal Kebijakan Publik, 7(2), 89–104.
Simela, V. M. (2012). Perbatasan Indonesia–Malaysia di Kalimantan: Permasalahan dan upaya penanganannya. Kajian, 17(4), 573–598.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Supriyanto, E. (2015). Peran masyarakat dalam keamanan perbatasan. Jurnal Ketahanan Nasional, 21(3), 145–158. https://doi.org/10.22146/jkn.9066
Toruan, T. S. L., & Barnas, R. (2022). Peran sumber daya manusia pada pengamanan kawasan perbatasan darat dalam rangka mencegah pelanggaran wilayah Indonesia: Studi di Kalimantan Barat. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 1(2), 53–62. https://doi.org/10.59025/js.v1i2.12
United Nations Office on Drugs and Crime. (2019). Transnational organized crime in Southeast Asia: Evolution, growth and impact. UNODC.
Zahari, C., Juwana, H., Muradi, M., & Rachmawati, R. (2026). Nodal governance dalam kerja sama internasional kepolisian Indonesia–Malaysia dalam menghadapi transnational organized crime. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(4), 2746–2755. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i4.8173
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Rizal Fadly, Haryo Mustoko, Jimmy Veni Tokio Tiwow

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to JLEB: Journal of Law Education and Business Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to JLEB: Journal of Law Education and Business a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.












