Pengaruh Pemahaman Penumpang tentang Barang Bawaan yang Dilarang terhadap Keamanan Penerbangan di Bandar Udara Kualanamu

Authors

  • Inri Desniti Nuggetty Butar Butar Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Sundoro Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia
  • Ika Endrawijaya Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jleb.v4i2.8931

Keywords:

Barang dilarang, pemahaman penumpang, keamanan penerbangan, Bandar Udara Internasional Kualanamu

Abstract

Aturan barang dilarang (prohibited items) sangat krusial bagi keamanan penerbangan. Di Bandar Udara Internasional Kualanamu, tercatat 9.648 barang disita selama tahun 2025, yang mengindikasikan rendahnya pemahaman penumpang. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman penumpang dan pengaruhnya terhadap keamanan penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Menggunakan metode kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 100 responden (rumus Slovin) melalui kuesioner dan observasi, lalu dianalisis dengan persamaan regresi linear sederhana Y= -2,857+1,058X . Hasil menunjukkan pemahaman penumpang berada pada kategori kurang baik. Analisis korelasi menghasilkan koefisien korelasi (r) 0,934 dan koefisien determinasi (r²) sebesar 87,3%, serta uji t menunjukkan pengaruh positif dan signifikan (t hitung 25,981 > t tabel 1,660; sig 0,000). Disimpulkan bahwa pemahaman penumpang berpengaruh sangat kuat terhadap keamanan penerbangan. Implikasinya, pengelola bandara perlu mengoptimalkan sosialisasi melalui infografis digital dan media interaktif di area strategis seperti check-in counter untuk meningkatkan pemahaman teknis penumpang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T

Al Farkhan, R., Kardi, & Lestary, D. (2025). Kajian Pemahaman Penumpang tentang Barang Bawaan yang Dilarang (Prohibited Item) di Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda. Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik, 3(4), 81–95. https://doi.org/10.61132/venus.v3i4.1016

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Atmaja, F. C., Sundoro, & Lestary, D. (2025). Studi Pemahaman Penumpang terhadap Barang Terlarang (Prohibited Items) di BLU UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan. Jurnal Ground Handling Dirgantara, 7(1), 56–61. https://doi.org/10.56521/jgh.v7i1.1498

Attaullah, M. A. (2025). Prohibited items digital information to support activities in the airport passenger security check point. Journal of Airport Engineering Technology, (6), 9–16. https://doi.org/10.52989/jaet.v6i1.234

Bearth, A., Hofer, F., Stotz, T., & Ghelfi, S. (2021). Increasing the deterrence of airport security checks by managing expectations through communication: a hypothetical scenario experiment. Journal of Transportation Security, 14(3–4), 275–289. https://doi.org/10.1007/s12198-021-00240-8

Cao, S., Kasliwal, A., Zheng, H., Reihanifar, M., Robuste, F., & Hansen, M. (2025). Robust Management of Airport Security Queues Considering Passenger Non-compliance with Chance-Constrained Optimization. http://arxiv.org/abs/2505.05717

Domi, N. V. D., & Dyahjatmayanti, D. (2025). Analisis Pengaruh Pengetahuan Barang Berbahaya (Dangerous Goods) terhadap Perilaku Keselamatan Penerbangan di Bandar Udara El-Tari Kupang Nusa Tenggara Timur. Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini, 2(3), 284–298. https://doi.org/10.61132/jumbidter.v2i3.684

International Civil Aviation Organization. (2017). Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference (Annex 17 to the Convention on International Civil Aviation, 10th ed.).

Jin, S., & Johnson, M. E. (2025). A study on prohibited items at airport screening checkpoints: Examining the relationship with passenger volume and its economic impact. Collegiate Aviation Review International. https://ojs.library.okstate.edu/osu/index.php/CARI/article/view/10383/9279

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 41 Tahun 2023 tentang Standar Pelayanan Pengguna Jasa Bandar Udara.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.

Kinanti, C. A., & Rachmawati, D. (2024). Analisis Tingkat Pengetahuan Penumpang terhadap Kepatuhan Dangerous Goods di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta. Indonesian Journal of Aviation Science and Engineering, 1(3), 9. https://doi.org/10.47134/pjase.v1i3.2921

Nopriyarmaini, & Haryati, E. S. (2024). Analisis Tingkat Pengetahuan Penumpang terhadap Barang Bawaan Berbahaya (Dangerous Goods) di Bandar Udara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi. Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation, 1, 218–230. https://doi.org/10.57235/hemat.v1i2.2275

Reason, J. (2000). Human error: models and management. BMJ, 320(7237), 768–770. https://doi.org/10.1136/bmj.320.7237.768

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Stotz, T., Bearth, A., Ghelfi, S. M., & Siegrist, M. (2022). The perceived costs and benefits that drive the acceptability of risk-based security screenings at airports. Journal of Air Transport Management, 100. https://doi.org/10.1016/j.jairtraman.2022.102183

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Inri Desniti Nuggetty Butar Butar, Sundoro, & Ika Endrawijaya. (2026). Pengaruh Pemahaman Penumpang tentang Barang Bawaan yang Dilarang terhadap Keamanan Penerbangan di Bandar Udara Kualanamu. Journal of Law, Education and Business, 4(2), 1023–1031. https://doi.org/10.57235/jleb.v4i2.8931

Citation Check