Optimalisasi Profesionalisme Personel Satuan Intelijen Militer sebagai Upaya Menghadapi Gerakan Separatis di Wilayah Rawan Konflik

Authors

  • Enra Effendi Nasution Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Rudianto Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Susanto Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jleb.v4i2.8945

Keywords:

Profesionalisme Intelijen, Gerakan Separatis, Teknologi Siber, Personel Intelijen

Abstract

Ancaman gerakan separatis di salah satu wilayah Indonesia bagian timur menuntut peningkatan profesionalisme personel intelijen dalam mendukung stabilitas keamanan daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kapabilitas personel intelijen, pemanfaatan teknologi siber, serta strategi optimalisasi profesionalisme personel dalam menghadapi ancaman separatis. Penelitian dilaksanakan pada salah satu satuan intelijen militer di Kota Ambon dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi personel, pengalaman operasi, kemampuan analisis intelijen, serta pemanfaatan teknologi siber, khususnya Open Source Intelligence (OSINT), belum optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia, sarana pendukung, dan prosedur operasional. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas personel, modernisasi teknologi intelijen, pembaruan standar operasional, serta penguatan koordinasi antarinstansi guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas intelijen dalam menjaga keamanan wilayah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Freidson, E. (2001). Professionalism: The Third Logic. University of Chicago Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Nugroho, A., Prasetyo, B., & Hidayat, T. (2023). Intelligence strategy in addressing separatist threats in Indonesia. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 13(2), 145–160.

Oktaviayunira, R., Setiawan, D., & Kurniawan, A. (2024). Strengthening intelligence collaboration in managing regional security threats. Jurnal Pertahanan, 10(1), 67–82.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia.

Purnomo, D., Santoso, H., & Wibowo, R. (2022). Optimization of cyber intelligence in anticipating non-military threats in Indonesia. Jurnal Keamanan Nasional, 8(2), 95–110.

Spencer, L. M., & Spencer, S. M. (1993). Competence at Work: Models for Superior Performance. John Wiley & Sons.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Syamiajaya, A., Widodo, S., & Rahman, M. (2024). Counterinsurgency strategy through military intelligence in dealing with separatist movements. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 14(1), 25–41.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Enra Effendi Nasution, Rudianto, & Susanto. (2026). Optimalisasi Profesionalisme Personel Satuan Intelijen Militer sebagai Upaya Menghadapi Gerakan Separatis di Wilayah Rawan Konflik. Journal of Law, Education and Business, 4(2), 938–943. https://doi.org/10.57235/jleb.v4i2.8945

Citation Check